Cermin Kesedihan
Bercermin pada kesedihan
Apa yang tampak?
Bercermin pada kesedihan
Bayangan apa yang kau lihat?
Bercermin pada kesedihan
Apa yang kau harapkan?
Mungkin tidak mudah, tapi harus diusahakan.
Baru-baru ini, saya melewati masa yang begitu menyesakkan. Seakan perjuangan selama ini sia-sia belaka.
Sedih, kecewa, terkejut. Semua bercampur aduk di dalam hati saya.
Bercermin pada kesedihan
Apa yang tampak?
Bercermin pada kesedihan
Bayangan apa yang kau lihat?
Bercermin pada kesedihan
Apa yang kau harapkan?
Tampilan terbaru meja kerja di rumah:

Tampilan meja kerja di rumah bulan Oktober 2011:
Tadi, aku melihat seorang nenek sedang duduk di tepi jalan. Sayang, posisiku tidak memungkinkan untuk mendekatinya.
Ia menarik perhatianku karena tepat saat aku menoleh ke arahnya, ia sedang menghela nafas. Hatiku langsung terasa seperti diremas-remas. Di tepi jalan yang panas, ia duduk sendiri, mengenakan pakaian seadanya, dengan jilbab yang usang, dan sebuah kantung plastik putih entah berisi apa, teronggok di sebelahnya.
Helaan nafasnya membuatku sedih sekaligus berpikir. Subhanallah. Betapa helaan nafas itu menyimpan jutaan kisah.
Ke mana suaminya? Ke mana anak-anaknya? Ke mana cucu-cucunya? Mengapa ia sendiri di sana? Mengapa wajahnya begitu muram? Sekedar karena cuaca yang panas kah? Atau karena pedih yang tersimpan di hatinya yang ia hempaskan dalam helaan nafasnya?
Jujur, aku pun kerap menghela nafas jika ada yang mengganjal di hati. Helaan nafas terkadang mampu menghalau sedikit ganjalan itu. Ada lega setelahnya.
Semoga nenek itu pun begitu.
Dalam hati, kudoakan agar Allah sudi menghapus beban di hatinya, juga melindunginya. Agar hidupnya lebih mudah setelah ini. Aamiin.
Picture by: Vivek Chugh (Goa, India)
Sejak kecil kita diajarkan doa sebelum makan. Tapi, pernah kah kita diajarkan doa sebelum masak?
Sebenarnya, setiap kali hendak beraktivitas, apapun itu, hendaknya kita berdoa. Tapi, kita ingatnya hanya saat mau makan, tidur, masuk kamar mandi, keluar kamar mandi, dll., doa-doa yang sering diajarkan sejak kecil.
Belum lama ini, saya mengobrol dengan mertua yang memang kesehariannya senang memasak. Ummi — begitu saya memanggilnya — mengingatkan bahwa bagaimanapun masakan rumah lebih baik daripada masakan di luar.
Selain karena kita yakin akan kebersihannya, juga karena setiap hendak memasak, hendaknya kita berdoa, atau menyebut asma-Nya.
“Mau nyalain kompor, Ummi baca Bismillah, mau mulai ngegoreng, Ummi baca Bismillah.”
Subhanallah. Iya juga ya.
Saya sendiri masih nebeng masak dengan Mama saya. Insya Allah Mama dan Mbak Is (saudara yang membantu Mama memasak) juga selalu mengucapkan Bismillah saat hendak memasak.
Buat yang suka memasak di rumah, yuk, kita sebut asma-Nya sebelum mulai memasak.
Foto: Tiago Pantaleao, Barcelona, Spain (it’s his own father’s farm kitchen; beautiful, isn’t it?)
© Copyright Nadiah Alwi. All rights reserved.
Designed by FTL Wordpress Themes brought to you by Smashing Magazine