Hidup Adalah Penyesuaian
Saat masih kecil hingga remaja dulu, saya yang tinggal bersama kakek dan nenek dijaga bak porselen. Jika ingin pergi, diantar dengan mobil atau minimal naik bajaj–ini yang membuat salah satu sahabat saya mencap saya sebagai gadis bajaj
.
Di SD, ada mobil antar jemput dari sekolah. Tapi, saat saya duduk di bangku SMP, saya harus naik bus umum.
Jujur, awalnya, saya ‘pantang’ mencantumkan alamat e-mail dan YM ID di blog-blog saya sebelumnya.
Selain sering dijadikan tempat curhat dengan tema pribadi, saya juga kebetulan sering dijadikan teman ngobrol buat beberapa teman yang merasa punya ide dan proyek oke.
Wajah perempuan itu tertunduk lemas. Ia tak kuasa mengangkat wajahnya. Apa yang baru saja terjadi di hadapannya membuat tubuhnya seakan tak bertulang. Layu. Lemah.
Semenjak mulai bekerja di awal tahun 2000, kurang 2 bulan semenjak saya dinyatakan lulus kuliah, begitu banyak hal yang telah saya pelajari.