Archive for May, 2009

Rujak Kangkung

Beberapa waktu yang lalu, saya dan teman-teman kuliah kumpul-kumpul di rumah salah satu di antara kami.

rujak-kangkungSi empunya rumah berbaik hati menyuguhkan berbagai jenis rujak. Selain rujak buah, ada pula rujak kangkung.

Eits, rujak kangkung? Apa tu?

Rujak kangkung itu adalah lauk yang dimakan dengan nasi. Isinya adalah kangkung dan tauge rebus, ikan jambal, tempe goreng garing plus kerupuk putih. Dengan bumbu rujak tentunya.

Salah seorang teman yang memang agak lugu dalam hal makanan bertanya, “Ini maksudnya go green ya?”

Well, kind of.

Nah, saya ternyata jatuh cinta setengah mati dengan masakan ini. Karena, perpaduan antara bumbu rujak dan ikan jambal yummy banget. Kata si teman, rujak kangkung adalah masakan Betawi.

Saat saya cek ke Mama, ternyata memang Mama pernah mencoba. FYI, kami keturunan Betawi juga.

Dan, hari ini saya mencoba membuatnya. Yang menantang adalah membuat bumbu rujaknya.

Bahan-bahannya seperti bumbu rujak pada umumnya: cabai, air asem, gula merah, garam, dan terasi.  Hanya saja, agar rasanya pas, saya harus menambah ini-itu. Dan, akhirnya ketemu juga rasa yang diidamkan.

Thanks to Ari yang sudah sudi menampung kami di acara kumul-kumpul waktu itu dan memperkenalkan Rujak Kangkung. Love it!

Dibayar Kontan

Hari ini adalah hari kelahiran saya. Sudah 32 tahun ini saya diberi kesempatan oleh-Nya untuk bermukim di bumi.

nadiah-alwiSaya tidak merayakannya di dunia offline, tapi di dunia online saya mengadakan semacam syukuran dengan menggelar sayembara di toko buku online saya, http;//bukumurmer.multiply.com.

Dana yang awalnya sempat hendak saya gunakan untuk perayaan di dunia offline saya berikan kepada Mama. Karena, saya berkeyakinan bahwa yang lebih berhak diberikan ucapan selamat atau hadiah adalah seorang ibu karena ia yang bersusah payah mengeluarkan si jabang bayi di ruang bersalin.

Tapi, tadi sore, saya ke pasar untuk mengajak Hana, anak saya, dan Mama. Sekedar iseng-iseng saja. Saya membeli dua bungkus pempek — satu untuk Mama, satu untuk saya — dan duren sebatu –bukan sekepala.

Meski hari ini hari yang spesial, tetap saja tak luput dari hal-hal yang membuat kesal. Tapi, alhamdulillah, saya mampu melihat sisi lain dari kekesalan atau kekecewaan itu. Kenapa?

Karena, saya dibayar kontan oleh-Nya. Sempat tercengang. Saya tidak mengharapkan hadiah apapun — walau seorang sahabat telah lebih dulu menghadiahkan sebuah buku idaman dua hari yang lalu. Bahkan, sebenarnya memang sudah saya canangkan untuk memberi di hari pertama usia saya yang ke-32 ini, tidak untuk menerima — meski sempat juga meminta kepada si Abi alias suami tercinta untuk dicarikan software web di dunia maya. Tapi, Yang Maha Mengetahui kembali menunjukkan, saya yang berencana, Ia Yang Menentukan. Subhanallah.

Malam tadi ada yang memberikan hadiah untuk saya dan nominalnya melebihi apa yang telah saya keluarkan hari ini. Hadiah itu tentu sangat berharga bagi saya. Tapi, sebenarnya, ada yang lebih berharga lagi. Pelajaran akan kehidupan.

Bahwa, saya tidak tahu apa-apa. Bahwa, yang paling tahu yang terbaik untuk saya adalah Yang Menciptakan saya.

Belakangan ini, saya akui, begitu banyak hal terjadi dalam hidup saya. Sebagai manusia yang diberikan kemampuan bertanya, terkadang muncul juga di kepala saya pertanyaan, “Why?”

Kadang saya dapat melihat hikmah di balik semua. Di lain kesempatan saya hanya dapat menerka apa maksud semua itu. Bahkan pernah juga ada masanya saya bingung dan tak ada clue sama sekali.

Mungkin Ia ingin saya paham bahwa apapun itu, Ia menjadikannya takdir untuk saya karena tak ada hal lain yang lebih baik yang dapat terjadi dalam hidup saya. Mungkin jika ia menakdirkan hal lain, saya takkan sanggup menjalaninya.

Lucu sekali. Saya tidak berniat berkontemplasi di hari istimewa ini. Tapi, lihat saja apa jadinya. Dan, oh, saya sangat teramat bersyukur karenanya.

Selamat ulang tahun, Nadiah Alwi.

Kata: Jepretan

fotografiMasih ada hubungannya dengan kegiatan menerjemahkan naskah beberapa waktu yang lalu, kali ini saya menemukan kata lain yang cukup seru — paling gak menurut saya — untuk dibahas.

Saya harus menemukan padanan kata ‘shot‘ yang terkait dengan bidang fotografi.

Tahu kata apa yang muncul di kepala saya? Jepretan!

Hayah, kok jepretan si? Tapi ya memang begitu. Selama beberapa saat saya berpikir keras untuk menemukan kata lain yang lebih ‘Indonesia.’

Pikir…

Pikir…

Pikir…

Nah…ketemu! Bidikan!

Mau nggak mau saya menertawakan diri sendiri juga. Suami yang sering saya jadikan referensi untuk mencari padanan kata juga ikut tertawa-tawa. Padahal, saat saya tanyakan tentang kata lain jepretan dalam fotografi, ia juga tidak dapat membantu.

“Kaget denger kata jepretan,” ia beralasan.

Hm…dipikir-pikir memang konyol juga sih, di otak settingannya menerjemahkan secara resmi, tapi kok yang muncul malah kata jepretan?

:)

Kata: Nyelap

Orang Betawi pasti sering bertemu dengan kata ini, NYELAP.

Artinya terlalu manis atau terlalu gurih sehingga tidak terlalu nikmat lagi.

gulaNah, saat menerjemahkan naskah beberapa waktu yang lalu, saya menemukan kata ‘cloying‘ dan ‘unbearably sweet‘ yang sepertinya pas sekali jika saya terjemahkan dengan kata nyelap itu.

Sebelum menggunakannya, saya mencari kata tersebut di KBBI saya yang keluaran tahun 1993 (edisi kedua) itu — warisan dari Kakek. Kata selap ada, tapi definisinya kurang pas — saya sertakan definisi kata selap di bawah. Kata nyelap tidak ada.

Saya coba cari juga di KBBI online. Sama saja.

Akhirnya saya pasrah. Saya batal menggunakan kata ‘nyelap’ tadi dan dengan terpaksa bertahan dengan gabungan kata ‘terlalu manis’ walau rasanya masih tidak sepas kata ‘nyelap.’

Mungkin gak ya kata itu masuk KBBI?

—————————————————————————-

se·lap v pingsan (hilang ingatan dsb) krn kerasukan roh jahat;
me·nye·lap v 1 masuk ke dl tubuh (tt roh jahat dsb); merasuk: hantu dapat – orang yg lewat di bawah pohon itu; 2 menimpa (tt penyakit, kegelisahan, kemarahan, dsb); menyerang: bencana alam sering – daerah yg tandus itu;
me·nye·lapi v menyelap;
ter·se·lap v tiba-tiba terlupa akan dirinya; tidak sadar;
ke·se·lap·an v 1 kemasukan setan; 2 hilang ingatan (krn sangat marah dsb)

Hiy…