[Cerpen] Kenangan yang Terlepas dari Pandangan
Posted in Fiksi on 11/21/2009 08:32 am by Nadiah Alwi
Rumah itu tidak besar, tidak pula kecil. Cukuplah untuk menampung kami sekeluarga. Kuakui, tanda-tanda bekas bocor ada di mana-mana. Di langit-langit kamarku juga ada. Aku dan dua adik perempuanku — sambil berbaring santai — kerap menebak-nebak dan membayangkan bercak kecoklatan itu sebagai buaya, awan gelap, ubur-ubur, sepatu, bintang laut patah kaki, kue bolu, dan banyak lagi.
Kamarku paling kecil karena aku menempatinya sendiri. Dua adikku yang lain menempati kamar yang lebih luas karena mereka berbagi. Tapi, mereka sering juga ‘menginap’ di kamarku. Dan, parahnya lagi, kami juga sering menghabiskan siang di kamar Mama, sebelum si empunya kamar pulang. Kamar Mama dan Papa adalah kamar paling nyaman, ada AC, ada televisi, ada DVD player, ada kamar mandi dalam. Lengkap.
Terkadang, di kamar tersebut, di akhir minggu, kami menonton film bersama, aku, dua adikku, dan Mama. Papa? Ia memilih mengobrol dengan tetangga di teras. Karena, yang kami tonton adalah komedi romantis. Dan, Papa sama sekali tidak romantis!








