Kemauan yang Keras
Posted in Saya / Aku, Sekedar Cerita on 12/13/2009 03:00 pm by Nadiah AlwiVonis terakhir dari suami adalah: “Kamu banyak maunya.”
Benar itu.
Kayaknya sebentar lagi dia juga akan bilang: “Kamu tuh kalau ada maunya kekeuh ya?”
Aku gak akan ngelak kalau dia bilang begitu. Karena memang begitu adanya. Kalau sudah menginginkan sesuatu, aku agak maksa. Tanpa lupa berusaha tentunya.
Oh bukan, bukan dengan maksa orang lain untuk mewujudkan keinginanku itu. Aku akan berusaha sekuat tenaga meski tanpa bantuan orang lain. Walau begitu, tak jarang orang membantu juga. Biasanya pada hal-hal yang berbau materi.
Untuk hal-hal non materi, misalnya saat lulus SMP dan berjuang agar diterima di SMA terbaik di Thorn Hill dulu [;D], serta saat berusaha mati-matian tembus UMPTN agar diterima di Fakultas Sastra selepas SMA.
Untuk yang berbau materi adalah ketika ulang tahun ke-17 aku pingin banget punya radio tape sendiri, uang yang kukumpulkan belum cukup. Ternyata, pada akhirnya keinginanku tercapai juga dengan hadiah berupa uang dari keluarga.
Yang berbau materi lainnya adalah keinginan untuk tinggal pisah rumah dengan keluarga setelah menikah. Keinginan kuat itu ternyata dipermudah Allah dan keluarga.
Nah, sekarang, aku lagi punya keinginan yang sangat besar dan kuat. Keinginan seperti saat setelah menikah dulu, living in my own place. Dan, tiap saat, yang keluar dari mulutku adalah tentang rumah. Ada rumah dikontrak di sini, ada rumah dijual di sana, ada apartemen bersubsidi di sini, ada town house keren di sana.
Terakhir aku bahas itu ke suami beberapa menit yang lalu, dia hanya menggeleng-geleng. Mau tak mau aku tersenyum juga. Kalau dipikir-pikir, memang sudah lama juga aku tidak memiliki keinginan sebesar ini.
Dia tahu, aku banyak maunya, tapi rata-rata hal-hal perintilan dan kadang dapat tercapai dengan mudahnya. Tapi, ini hal besar. Besar sekali malah!
Entah kapan keinginan itu dapat terwujud. Masih dalam taraf berusaha. Semoga tak terlalu lama lagi aku dapat tidur di rumah impian (baik beli ataupun kontrak, tak mengapa). Amin.

