[cerbung - DOKTER IMPIAN] 3. Akrab dengan Sang Dokter
Posted in CerBung - Dokter Impian on 12/28/2009 10:35 pm by Nadiah AlwiSEBELUMNYA: [cerbung - DOKTER IMPIAN] 2. Bukan Dokter Idaman
Dokter Bagas…namanya sih boleh juga. Nama yang sangat gagah bahkan. Seindah nama Dokter Putri, Dokter Jessica, Dokter Nadya. Paling tidak, ada yang patut disyukuri dari dirinya: nama yang indah.
Dokter Bagas masih menjelaskan tentang kesehatan tubuh di depan kelas. Ia tidak terlihat terlalu malu-malu lagi sekarang. Ia dengan tenang menjelaskan semua yang perlu kami ketahui dengan baik.
Tiba saatnya untuk mengajukan pertanyaan. Seisi kelas terdiam. Selalu begitu! Kelasku memang anti bertanya. Itu yang membuatku tidak betah di sini.
“Gadis, kamu ada pertanyaan?” tiba-tiba Bu Halimah bersuara. “Dokter, Gadis ingin jadi dokter juga suatu hari nanti. Nilainya dalam pelajaran biologi bagus semua. Biasanya dia punya pertanyaan.” Lalu, Bu Halimah menoleh ke arah Gadis lagi. “Pasti kamu punya pertanyaan, Gadis.”
Memang ada, Bu. Tapi, kali ini aku sedang tidak mood untuk bertanya, maaf saja. Bukan hanya itu, tiba-tiba kepalaku terasa pusing dan ulu hatiku seperti habis ditonjok, mual sekali.
“Kamu pucat sekali, Gadis,” kata Dokter Bagas sok akrab.
“Saya baik-baik saja, Pak Dokter. Saya cuma lupa sarapan, jadi sekarang saya mual…”
“Nah, anak-anak, Gadis ini adalah contoh yang tidak baik. Setiap pagi, bagaimanapun kondisinya, kita harus sarapan. Apalagi kalau punya penyakit maag. Jadi—“
“Kalau saya sarapan, saya bisa-bisa telat, Pak Dokter,” potongku ketus.
“Nah, anak-anak, oleh karena itu, sebaiknya kalian bangun lebih pagi agar sempat sarapan,” kata Dokter Bagas sok tahu itu. “Kamu pasti tidur malam sekali ya semalam sampai kesiangan?”
Duuuh! Asal Dokter Bagas yang terhormat tahu ya…semalam saya susah tidur gara-gara membayangkan Dokter!

