• Home
  • English
  • Fiksi
  • RSS
  • About
  • Wejangan Diri
Blue Orange Green Pink Purple

Archive for January, 2010

You can use the search form below to go through the content and find a specific post or page:

Jan 31

Perburuan Rumah 5

Kemarin, aku dan Abi kembali mengukur jalan demi berburu rumah.

Kali ini, kami memperluas wilayah ke daerah Pasar Minggu.

rumah sederhanaRumah pertama yang kami kunjungi adalah di daerah Swadaya Siaga. Saat memasuki gang, hatiku sudah merasa kurang sreg. Tapi, sebagai orang yang senengannya penasaran, aku terus mengikuti sang makelar.

Dan, tibalah kami di depan sebuah rumah berdindingkan keramik kotak kecil — seperti di kamar mandi — yang berwarna merah dan putih. Jujur saja, aku kurang suka jenis dinding seperti ini. Hiks. Bentuk rumah pun kurang mengena di hati.

Tambah lagi, ada yang membuat aku benar-benar harus say NO kepada rumah ini. Dekat MAKAM alias kuburan. Rasanya kok gimanaaaa gitu ya…? Suratnya pun kurang sesuai dengan yang kuinginkan.

Kemudian, perjalanan kami lanjutkan menuju rumah kedua. Lokasinya tak jauh dari Stasiun Pasar Minggu Baru. Kami masuk dari Jl. Batu Arab. Di ujung jalan, aku menelepon sang makelar.

“Pak, Bapak di mana? Kita ketemu di mana? Saya udah di ujung Jl. Batu Arab.”

“Saya di sini, Bu. Kita ketemu di sini aja.”

“Hm…Pak, di sini-nya di mana ya?”

Bapak baik hati itu pun akhirnya menjelaskan di mana ia berada. Hehehe…kumaha si Bapak…

Secara tampilan depan, rumah ini sudah sesuai dengan yang aku inginkan. Tapi, kami nggak bisa melihat ke dalam. Karena, sedang dikontrakkan dan yang mengontrak sedang pergi. Yah…

Dari harga ok, tapi lagi-lagi terbentur surat. Dan, suami kurang sreg dengan tetangga-tetangga di sekitar rumah itu. Karena, mereka membicarakan si pengontrak, yang menurut hemat mereka tidak ramah dan sombong. Agak comel juga ya kayaknya ibu-ibu itu. Hehehe…

Rumah ketiga. Lokasi di Menteng Dalam, ok banget, gak jauh dari jalan mobil. Harga juga ok. Sayang, SUDAH TERJUAL dua hari sebelumnya. Hiks.

Rumah keempat, di Menteng Dalam juga. Ribet. Jadi, ada yang mau jual rumahnya tapi dibelah dua. Hua…gak ngerti gimana belahnya. Aku dapat ruang tamu dan dapur aja atau gimana? Terpaksa say NO juga nih.

Sore harinya, aku mendapat kabar dari adik Mama bahwa rumah tetangganya akan dijual. Lokasi di Condet. Menarik nih. Aku pernah lihat rumahnya sih dari luar. Jalan di depannya cukup untuk 2 mobil! Harganya bisa dibilang cukup murah untuk lokasi itu. Sungguh aku tertarik.

Tapi, meski cukup murah dan suratnya SHM — yang artinya bisa KPR –, harganya di luar budget yang pernah aku dan suami tetapkan. Jadi, kami harus memikirkannya masak-masak.

Dannnn…aku akan keluar dari comfort zone: TEBET! Artinya, aku harus akan memulai hidup baru di wilayah baru. A giant step, isn’t it? Tapi, mengingat banyak sekali keluarga yang tinggal di wilayah baru ini, semestinya adaptasi menjadi lebih mudah ya?

Another thing to consider. Aku (baca: Hana, anakku) akan jauh dari Mama dan Papa. Kata Mama sih, beliau nggak mikirin aku tapi lebih ke cucunya tercinta itu.

Jadi, meski sebenarnya aku ingin sekali mengambil kesempatan emas ini, banyak sekali pertimbangan dalam kepalaku. Semoga pada akhirnya aku dapat mengambil keputusan yang terbaik, apapun itu, dan di beri kemudahan oleh-Nya. Amin.

Foto Salak dari milik Nugroho Adhi.

Jan 28

Kangen

Tadi sore, sepulang dari Duren Sawit, basecamp KainIkat.com, aku terhenyak. Di dalam bus kopaja 612 yang kutumpangi, duduk seorang nenek yang hampir saja membuatku menangis di tempat.

Bukan, bukan karena beliau tampak mengenaskan — misalnya berbaju lusuh atau nampak tak terawat. Justru sebaliknya.

Beliau sangat rapi. Kulitnya bersih, tasnya nampak masih bagus, baju lengan panjang dan celana panjangnya yang berwarna coklat dengan motif bunga kecil-kecil juga sangat rapi. Tudung rajut coklat kepalanya juga masih apik. Cincin di tangannya pun nampak cantik — dan, ya, aku memperhatikan semua yang ada pada dirinya.

Beliau mengingatkan aku kepada Jiddah, nenekku yang telah berpulang tiga tahun yang lalu. Gelambir di pipi dan leher…seindah gelambir di pipi dan leher Jiddah yang dulu sering kusentuh dengan gemas.

Sisa kecantikan beliau…serupa dengan sisa kecantikan yang nampak di wajah Jiddah.

Sungguh tadi aku ingin sekali menangis. Tapi, kutahan.

Aku juga ingin memfoto beliau dengan HP-ku — tanpa sepengetahuan beliau tentunya. Tapi, kuurungkan. Bukan karena takut ketahuan. Melainkan karena aku tak ingin membawa rasa kangen itu hingga ke rumah.

Namun, mau tak mau terbawa juga. Setiap sudut rumah yang kutinggali saat ini dipenuhi kenangan tentang Jiddah. Aku ingat di mana Jiddah dulu duduk menonton tv, menikmati kursi goyangnya, menyendok bubuk Milo dari toples sebagai cemilan, bahkan hingga di mana-mana saja Jiddah pernah terjatuh.

Aku tahu, tak ada yang abadi. Suatu hari, aku takkan bisa menikmati tiap sudut itu lagi. Sebagaimana aku tak bisa menikmati gelambir di pipi dan leher Jiddah pada jemariku. Tapi, aku menyimpan semua di hati, dalam kenangan. Seperti kenangan tadi sore.

Dan, di dalam bus 612, ingin sekali kuelus pundak si nenek cantik itu saat beliau terbatuk. Batuknya pun persis seperti Jiddah. Namun, aku takut tindakanku tergolong tidak sopan untuk orang yang tidak saling mengenal.

Saat terbatuk, beliau mengeluarkan sapu tangan. Ya Allah, sapu tangannya sama dengan sapu tangan Jiddah! Sapu tangan kotak-kotak putih oranye kekuningan.

Ingin kukatakan kepada beliau bahwa meski tak mengenalnya, aku merasakan kasih sayang di hati saat melihatnya. Tapi, aku sudah harus turun dari bus.

Ah, andai aku dapat memeluk nenek itu…mungkin rasa kangen itu terobati…atau tidak? Wallahualam.

*Al-fathihah untuk Jiddah dan Jid*

Foto dari SINI.

Setiap sudut rumah yang kutinggali saat ini dipenuhi kenangan tentang Jiddah. Aku ingat di mana Jiddah dulu duduk menonton tv, menikmati kursi goyangnya, menyendok bubuk Milo dari toples sebagai cemilan, bahkan hingga di mana-mana saja Jiddah pernah terjatuh.
Jan 25

Blogku Telah Kembali

Gara-gara telat memperbaharui domain dan hosting, aku terpaksa nggak bisa mengakses blog ini selama kurang leih 24 jam. Tapi, syukurlah blog ini kembali seperti sedia kala bahkan sebelum waktu yang diperkirakan oleh penyedia jasa hosting dan domain yang sudah setahun ini menyertaiku, http://rumahweb.com.

Setahun lalu, berkat rekomendasi seorang kawan, aku mempercayakan dua blogku kepada RumahWeb. Alhamdulillah, secara keseluruhan, aku puas dengan pelayanannya.

So, here I am, @ my one-year-old blog. Semoga bisa terus lanjut!

Jan 23

Perburuan Rumah 4

rumah pohonHari ini, akhirnya kesempatan cari-cari rumah kembali tersedia. Kebetulan aku dan suami tidak ada kerjaan mendesak dan cuaca pun mendukung (baca: gak hujan). Kali ini masih di seputaran Menteng Dalam.

Aku ke rumah temannya teman yang menjanjikan bersedia mengantar. Ada 3 rumah yang ditawarkan.

Pertama, rumah pink (catnya pink booo). Luas tanahnya cuma 40-an something, tapi 2 lantai. Bentuk rumahnya cukup aneh, tapi masih ok lah. Gangnya gang becak. Tetangganya kayaknya lumayan enak. Pemandangan di lantai 2-nya ok. Kamar cuma 1, tapi di atas bisa disekat buat 2 kamar lagi. Cuma bingung juga posisi kamar pembantu di sebelah mana.

Kedua, rumah ungu (catnya ada unsur ungunya). Luas tanah 70-an. 2 lantai juga. Bentuknya lebih aneh dari yang pertama hahaha! Jalannya jalan motor, tapi dari jalan raya cuma 10 meter-an, dan gang buntu. Trus, ada pintu gerbang yang bisa ditutup kalo malam. Tapi, dari sisi harga kayaknya yang ini agak berat, apalagi tadi lagi di-renovasi.

tempat duduk dudukSelain bentuknya yang aneh, kedua rumah ini punya kesamaan lain: tangganya serem, pemiliknya sama, suratnya sama-sama bukan SHM/HGB/AJB — cuma surat kelurahan yang artinya gak bisa dibeli dengan cara KPR! Huhuhu…

Ketiga, rumah ketiga aja (bingung mau dikasih nama apa, gak ada yang spesifik). Harga terlalu tinggi. Kata yang nganterin tadi, lantai 2-nya masih papan dan sudah gonjret. Aku dan suami kurang sreg.

Terus, sekalian pulang, kami mampir ke tanah yang katanya mau dijual. Ternyata sudah dibeli 3 tahun lalu dengan harga yang cukup tinggi. Jadi, kayaknya nggak mungkin juga dijual lagi dengan harga di bawahnya (ya iyalah!). Hiks!

Entah besok bisa nyari-nyari lagi atau nggak. So far, I just won’t give up.

Foto pertama di kanan atas oleh: Patrick Hajzler

Foto kedua di kiri oleh: Ali Farid

Jan 22

Quick Update

Minggu ini cukup melelahkan. Begitu banyak target yang harus dicapai. Tapi, minggu ini juga cukup menyenangkan. Keluar rumah 2 kali.

Sayang, masalah perburuan rumah jadi terabaikan. Saat aku dan suami ada waktu, mendung menggelayut dan mengantarkan hujan. Karena kami naik motor, maka  rencana keliling cari rumah harus tertunda.

Kembali ke masalah keluar rumah, aku menargetkan untuk keluar rumah minimal satu kali dalam seminggu mulai minggu depan. Aku butuh suasana yang berbeda.

Setiap hari kerja di kamar ternyata bikin butek juga :D . I need some fun!

Older Posts »

Nadiah Alwi

  • About
    Seorang Perempuan yang Suka Menulis dan Hobi Ngeblog.
  • Kategori
    • Aktivitas
    • Bisnis Online
    • Blog
    • Blogging
    • Buku
    • Diet
    • Dunia Digital
    • Fiksi
      • CerBung – Dokter Impian
    • Hidup
    • Inspirasi
    • Islam
    • Kata
    • Keluarga
    • Kesehatan
    • Lomba
    • Makanan
    • Media Digital
    • Memasak
    • Pekerjaan
    • Penerjemahan
    • Penulisan
    • Perjalanan
    • Puisi
    • Rumah
    • Saya / Aku
    • Sekedar Cerita
    • Self Reminder
    • Teman
  • Artikel Terbaru
    • Menerima dengan Ikhlas
    • Cermin Kesedihan
    • Sudut Kerja di Rumah
    • Helaan Nafas
    • Doa sebelum Masak
    • Makanan Enak
  • Arsip
    • May 2012
    • April 2012
    • March 2012
    • February 2012
    • January 2012
    • December 2011
    • November 2011
    • October 2011
    • August 2011
    • July 2011
    • June 2011
    • May 2011
    • April 2011
    • March 2011
    • February 2011
    • January 2011
    • December 2010
    • November 2010
    • October 2010
    • September 2010
    • July 2010
    • June 2010
    • May 2010
    • April 2010
    • March 2010
    • February 2010
    • January 2010
    • December 2009
    • November 2009
    • September 2009
    • August 2009
    • June 2009
    • May 2009
    • April 2009
    • March 2009
    • February 2009
    • January 2009
  • Pengunjung
  • Cari





    Widget_logo
  • Home
  • About
  • Wejangan Diri

© Copyright Nadiah Alwi. All rights reserved.
Designed by FTL Wordpress Themes brought to you by Smashing Magazine

Back to Top