-
Posted in Fiksi on 02/17/2010 08:21 am by Nadiah Alwi
Gadis itu duduk di sana, dengan topi merahnya, jaket ungunya, dan terakhir…tas kuningnya. Ia nampak begitu menyala. Gadis yang aneh. Kakiku melangkah mendekatinya. Nampak ia sedang menikmati biskuit stik yang ia celupkan ke dalam susu stroberi melalui celah di mana orang ‘normal’ memasukkan sedotan. Lalu, ia meneguk susu itu melalui celah kecil yang sama. Tanpa sedotan. Lalu, ia melihatku. Bola matanya berbinar, dan ia berkata, “Halo, pacar! Mau?” Tangannya menyodorkan biskuit stik itu. Dan, aku — dengan mata yang sama berbinarnya — menerima biskuit itu, mencelupkannya ke dalam susu dengan cara yang sama, kemudian meneguk susu dengan cara yang tidak berbeda.

