Arisan!
Hampir sebagian besar orang (atau perempuan) di Indonesia pernah berurusan dengan yang namanya ARISAN.
Di KBBI, dijelaskan bahwa ARISAN adalah kegiatan mengumpulkan uang atau barang yg bernilai sama oleh beberapa orang kemudian diundi di antara mereka untuk menentukan siapa yg memperolehnya, undian dilaksanakan di sebuah pertemuan secara berkala sampai semua anggota memperolehnya.
Sepanjang hidupku di usia ganda ketiga ini, aku sudah pernah melewati beberapa arisan. Arisan dengan teman SD, dengan keluarga kecil, dengan keluarga besar, dengan sepupu-sepupu, dan entah arisan apa lagi.
Dan, hari ini aku baru memulai arisan sesi baru dengan keluarga besar. Sangat besar. Bayangkan, pesertanya 40 orang — dan akan masih bertambah. Pertemuan dilakukan setiap dua bulan sekali dan sekali kocok, dua nama yang keluar. Jadi, kalau ditotal 40 bulan akan kami lalui dalam arisan ini.
40 bulan itu berarti 3 tahun 4 bulan — dan, ingat, bisa lebih. LAMA!
Tadi, aku berusaha memberi solusi untuk menambahkan nama yang keluar saat dikocok menjadi 4 orang. Sehingga, usia ARISAN ini takkan lebih dari 20 bulan.
Kenapa? Karena, nilai uang orang yang mendapat arisan lebih dulu dan yang terakhir tidak sama jika usia arisan ini harus sampai bertahun-tahun lamanya. Inflasi dan teman-temannya penyebabnya. Bayangkan saja, dalam kurun waktu tak sampai 2 tahun saja harga beberapa kebutuhan pokok naik hampir 2 kali lipatnya.
Tapi, sungguh disayangkan, peserta arisan lainnya menolak. Karena, memang jika 4 orang yang mendapat arisan, maka jumlahnya menjadi hanya setengah dari angka yang mereka dapatkan jika hanya 2 nama yang keluar. Tapi, bayangkan jika harus menunggu lebih dari tiga tahun untuk jumlah yang sesungguhnya tidak terlalu besar itu?
Aku sampai menjelaskannya dua kali. Dan, hanya ada 3 orang lainnya yang sepaham denganku.
Entah apa penyebabnya. Perbedaan pandangan dan pemahaman akan arisan atau uang? Perbedaan (baca: kesenjangan) pola pikir? Atau, mereka sekedar tidak mau berpikir lebih jauh?
Pokoknya dapat arisan sejumlah x bukan x/2.
Akhirnya, sebagai kelompok minoritas, kami terpaksa mengalah dan mengikuti mayoritas meskipun kami tahu betul bahwa kami benar dan mereka kurang benar — sepertinya bukan hal yang aneh ya belakangan ini?
Jadi, mari bermain arisan selama 40 bulan (atau lebih) ke depan…
Congrats, Nad!
