Gadis itu duduk di sana, dengan topi merahnya, jaket ungunya, dan terakhir…tas kuningnya. Ia nampak begitu menyala. Gadis yang aneh. Kakiku melangkah mendekatinya. Nampak ia sedang menikmati biskuit stik yang ia celupkan ke dalam susu stroberi melalui celah di mana orang ‘normal’ memasukkan sedotan. Lalu, ia meneguk susu itu melalui celah kecil yang sama. Tanpa sedotan. Lalu, ia melihatku. Bola matanya berbinar, dan ia berkata, “Halo, pacar! Mau?” Tangannya menyodorkan biskuit stik itu. Dan, aku — dengan mata yang sama berbinarnya — menerima biskuit itu, mencelupkannya ke dalam susu dengan cara yang sama, kemudian meneguk susu dengan cara yang tidak berbeda.
Feb 17
Leave a Reply
Nadiah Alwi
About
Seorang Perempuan yang Suka Menulis dan Hobi Ngeblog.Kategori
Artikel Terbaru
Arsip
- May 2012
- April 2012
- March 2012
- February 2012
- January 2012
- December 2011
- November 2011
- October 2011
- August 2011
- July 2011
- June 2011
- May 2011
- April 2011
- March 2011
- February 2011
- January 2011
- December 2010
- November 2010
- October 2010
- September 2010
- July 2010
- June 2010
- May 2010
- April 2010
- March 2010
- February 2010
- January 2010
- December 2009
- November 2009
- September 2009
- August 2009
- June 2009
- May 2009
- April 2009
- March 2009
- February 2009
- January 2009
Pengunjung
Cari