Barusan, lihat TV, saya kaget juga. Ternyata Abdul Hadi Jamal, tersangka kasus suap dana stimulus proyek pengembangan fasilitas laut dan udara di wilayah timur Indonesia, banyak dipilih. Caleg dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan I ini mendapat lebih dari 800 suara mengalahkan caleg lainnya. (CMIIW.)
Kok bisa gitu ya?
Apakah yang memilih nggak pernah nonton TV? Namanya kan sering disebut-sebut gitu.
Eh, tunggu…jangan-jangan ia terpilih justru karena rakyat nonton TV? Misalnya nih, saat mau nyontreng, si pemilih bingung. Lalu dia melihat satu nama yang familiar, tapi dia lupa itu nama siapa. Akhirnya, daripada terlalu lama bingung, ia mencontreng saja nama yang ia kenal itu. Dan nama itu adalah Abdul Hadi Jamal!
Tapi, itu sekedar kira-kira asal dari saya yang tak habis pikir, kenapa AHJ sampai menang begitu. Kalau hanya ada satu-dua yang memilih, okelah. Tapi ini sampai lebih dari 800 orang! Wow!
Ada kemungkinan lain sih, mungkin yang memilih menerapkan asas praduga tak bersalah.
Atau, ya memang pemilih menginginkan partai yang diwakili AHJ itu yang menang. Dan, AHJ adalah caleg dengan nomor urut satu, jadi namanya yang keluar. Hm…entah juga sih, saya sendiri kurang paham dengan sistemnya–ada yang bisa menjelaskan?
Anyway, saya masih terheran-heran. Ada yang tidak terheran-heran dan bisa menjelaskan juga alasan yang lebih akurat daripada asumsi-asumsi saya di atas?

(doh) akan jd apa negeri ini? Sistemnya yg salah barangkali ya. Coz suara profesor dg suara org yg gk sekolah dinilai sama. Suara seorang ‘alim ‘ulama dg seorang perampok jg dinilai sama. Semuanya dihitung satu suara.
Jd inget usulan dosen sy, bhw presiden itu diangkat melalui musyawarah. Spt sistem pemilihan rektor di universitas. Dimana rektor diangkat b’dasar hasil dr musyawarah2 dari beberapa profesor2.
*pusying
Makanya Gwa GOLPUT untuk MPR/DPR Nad (tenang, untuk Presiden Gwa pasti milih)..
Malah menurut Gwa sekalian aja dibubarkan !..Gak ada manfaatnya buat Rakyat..yang ada cuma kepentingan Pribadi atau Golongan..
Persetan dengan semua janji kecap no satu itu..gak bakal ada pertanggunganjawabnya ke Rakyat..
Lha gemana para Caleg (bahkan yang sudah geb-LEG pun)mau mempertanggungjawabkan kalo keputusannya diambil oleh “musyawarah/voting” yang notabene bukan perorangan !..
Gwa “ngenes” liat Para Caleg sama Tim suksesnya itu waktu kampanye dekat kost-an Gwa..bagi-bagi sembako murahlah..uanglah..dll..
Gwa ketawa dalem hati kok Mereka gak ada yang mau nyamperin Gwa ya..apa mungkin Mereka dah punya feeling kalo Gwa pasti bakal “kritis” banget (padahal Gwa dah sengaja narsis tuh..hauhauhauhha)..
Ahahaha..seandaynyah Mereka BERANI tandatangan kontrak politik atas semua janji Mereka..pasti Gwa perimbangkan untuk memilih..
Tapi dasar dari sananya udah RUSAK ya gitu deh jadinya..
Rasanya lebih baik milih Menteri (walopun gak mungkin karena dipilih Presiden), karena paling gak masih bisa dipertanggungjawabkan secara personal karena sebagian besar keputusannya adalah keputusan Mereka sendiri..
Ini juga (Politik) yang bikin Gwa ribut ma Almarhum Bokap..
Beliau segitu semangatnya jorokin Gwa ke HMI, KAHMI, KAPPI..sampe “jalur tikus” STPDN ma STAN..tapi ya dasarnya emang Gwa lebih suka mainan solder sama setrum..gak ngefek deh..he he he..
nb : tenang Beh (Bokap), Gwa tetap berusaha bertanggung jawab atas pilihan Gwa ini..