Archive for the ‘Aktivitas’ Category

Menghadapi Revisi

televisiBeberapa waktu belakangan ini, saya ikut terlibat dalam penulisan skrip sebuah docu-drama. Menarik. Saya jadi bisa melatih diri dalam pembuatan skrip. Salah satu impian saya.

Namun, ternyata mau tak mau, saya juga harus berjumpa dengan serangkaian revisi. Mulai dari revisi pada penulisan hingga revisi yang berkenaan dengan daya jual naskah.

Awalnya, gemas juga dengan revisi-revisi tersebut, apalagi acara tersebut kejar tayang. Jadi, revisi harus dilakukan segera.

Namun, belakangan, saya sudah mulai agak terbiasa.

Revisi memang tidak bisa dihindari. Ada unsur selera juga yang bermain. Memang, ada pakem-pakem yang sudah disepakati bersama. Namun, tak dapat dipungkiri, selera setiap orang berbeda.

Apapun hasilnya, saya menghargai betul kesempatan pertama ini. Saya dapat berlajar banyak hal. Terutama, melalui revisi-revisi tersebut.

Dan, memang itu yang saya kejar dari setiap pekerjaan yang saya jalani. Tak apalah jika saya belum berkesempatan mengenyam pendidikan yang lebin tinggi lagi — saya pernah bermimpi mengambil master dalam bidang creative writing. Saya ternyata dapat belajar banyak dari serangkaian pekerjaan yang saya jalani sekarang.

Ibadah Siang dan Malam

Meski sedang tidak dapat berpuasa, insya Allah ibadah tetap dapat dilaksanakan. Bahkan, saya melakukannya siang dan malam.

Ibadah apa itu?

Saya bekerja. Ya, bukankah bekerja adalah ibadah juga?

Siang saya mengurus http://facebook.com/kainikat/, malam saya menerjemahkan sebuah novel.

Insya Allah, kedua kegiatan mencari nafkah ini dapat dikategorikan sebagai ibadah ya, oleh Yang Kuasa. :) .

bekerjaBukan hanya itu, kebetulan saya sangat menikmati keduanya. Tentu, ada riak di sana-sini, tapi alhamdulillah, sejauh ini dapat diatasi.

Siang tadi, kainikat.com baru saja mengadakan promo sajadah. Wah, ramai. Dan, alhamdulillah langsung sold out semua.

Selama bulan Ramadhan ini, memang diadakan promo. Promo sajadah tadi adalah promo kedua selama bulan puasa. Sebelumnya, kami mengadakan promo dengan mendiskon beberapa produk seperti taplak dan bed cover.

Jika lancar seperti sekarang ini, saya semakin semangat dalam bekerja!

Dalam menerjemahkan novel — ibadah malam hari saya ;) — saya juga merasa sangat bersemangat. Karena, sudah lama juga saya tidak menerjemahkan novel. Dan, novel kali ini cukup menantang.

Awalnya, saya pikir saya hanya dapat menikmati proses penerjemahan novel yang berbau romantis. Tapi, ternyata novel seru juga mengasyikkan.

Memang sih, saya juga harus banyak riset — minimal online — karena ada beberapa hal yang berhubungan dengan peristiwa nyata. Tapi, selebihnya, menyenangkan juga.

Berbeda dengan non fiksi yang baru saya rampungkan pertengahan bulan Agustus lalu. Saat itu, rasanya lebih lambat, karena saya memang harus lagi-lagi cek n ricek dengan fakta yang terjadi. Bukan apa-apa, naskah yang satu itu adalah autobiografi.

Sungguh saya bersyukur kepada Allah SWT karena dikaruniai pekerjaan yang saya cintai. Pernah ada masanya ketika saya mengeluhkan pekerjaan saya. Kebetulan, saya memang tidak menyukainya.

Kemudian, saya bertekad untuk hanya mengerjakan hal-hal yang saya sukai. Mengapa? Karena, saya ingin ikhlas dan bahagia saat melakukannya. Sehingga, insya Allah proses pencarian nafkah tersebut bukan hanya membawa kebaikan bagi saya di dunia, namun juga di akhirat kelak. Amin.

Ada yang mengatakan bahwa saya terlalu asyik dengan comfort zone saya. Lalu, apakah salah merasa nyaman dan menikmatinya? Saya rasa tidak. Hidup sudah susah, jangan juga dibuat lebih susah dengan menantang diri dengan hal yang terlalu berat yang pada akhirnya membuat kita sendiri stres.

Keluar dari comfort zone juga sah-sah saja. Saya pun melakukannya. Tapi, dengan perhitungan dan pertimbangan yang matang. Jangan semata karena merasa tertantang.

Tidak keluar dari comfort zone bukan berarti kita pengecut. Asalkan, alasan kita jelas dan memang sudah sesuai dengan takaran diri kita.

Jadi ke mana-mana ya? Haha…gak apalah. Sebenarnya sih, masih berhubungan juga. Intinya, kalau kita merasa nyaman di comfort zone dan kemudian menjalankan pekerjaan dengan nikmat, bukankah pada akhirnya rasa ikhlas yang bersemayam di hati?

Mari kita renungi lagi apa yang kita lakukan, sudahkah menjadi bagian dari ibadah? Mungkin saya juga masih harus menggali lagi. Karena, belum tentu juga semua yang saya lakukan ini dianggap ibadah oleh-Nya kan?

Paling tidak, semua yang saya katakan adalah untuk saya pribadi. Teman-teman mungkin berpikir lain. Kepala boleh sama hitam, tapi hati dan pikiran boleh berbeda. ;)

Social Entrepreneur

freshSemalam saya menyempatkan diri ikut dalam acara Fresh yang diadakan di FX. Tema yang diusung adalah “Social Entrepreneurship and Online Movement for Social Change“.

Saat memutuskan untuk berangkat, saya tidak tahu apa Social Entrepreneurship dan Online Movement for Social Change itu. Yang saya tahu, dengan ikutan Fresh, saya pasti dapat informasi baru dan terinspirasi.

Dan, benar saja. Selain jadi paham akan tema tersebut, saya juga terinspirasi.

Pembicara yang paling membuat saya terkesan malam itu adalah Grace dari Books for Hope dan Pandji ‘Kena Deh‘ — andai semalam bisa bawa Hana, anakku, dia suka banget acara ‘Kena Deh’-nya Pandji huhuhu.

Grace membuka mata saya bahwa siapapun dapat membantu orang lain dan ada banyak cara yang dapat kita lakukan untuk membantu.

Pandji mengajak saya kembali mengingat kenangan saat saya ikut dalam acara kunjungan ke RSCM, menjenguk anak-anak yang sedang sakit karena Pandji melakukan hal yang sama di RS. Dharmais. Di samping itu, Pandji benar-benar seorang entertainer sejati deh.

Nah, sekarang…apa sih social entrepreneur?

Itu adalah julukan bagi seseorang yang memecahkan ma sosial dengan menggunakan prinsip-prinsip  entrepreneurial. Ia seorang yang inovatif, kreatif dan gigih.

Menurut Grace, seorang social entrepreneur adalah perpaduan antara Richard Branson, pemilik brand Virgin, yang penuh ide gila dalam menjalankan bisnisnya dan Bunda Theresa yang berhati mulia.

Belum selesai Grace menerangkan, saya langsung mendapat ide untuk situs tentang anak yang saya kelola, http://tingkahanak.com. Segera saya ambil buku catatan yang selalu saya bawa ke mana-mana. Saya tuangkan ide tersebut berikut langkah-langkah yang harus saya ambil. Semoga saja dapat terwujud.

Saat dalam perjalanan pulang, saya baru teringat, sebenarnya ide ini sudah muncul di awal-awal pembuatan situs tersebut. Syukurlah, dengan ikut Fresh semalam, saya kembali tercolek untuk menjalankannya.

Tentang Pandji. Ia memasuki panggung dengan iringan lagunya, Untuk Indonesia.

“Angkat tanganmu untuk Indonesia,” seru Pandji. “Yang nggak angkat tangan bukan orang Indonesia.”

Langsung semua yang hadir mengangkat tangan. Ada sih, 1 – 2 yang enggak, sepertinya lagi asyik nge-tweet-in acara Fresh. :D

Dari Pandji, saya tahu tentang C3 Friends. Apa sih C3 Friends? Intip aja website-nya. Yang pasti, kalau kamu ke sana, kamu bisa ikut bantu anak-anak penderita kanker.

Nah, banyak cara kan untuk menjadi seorang social entrepreneur?

Nggak yakin bisa? Mulai dari hal yang sederhana. Bantulah orang di dekatmu. Siapa aja. Seperti misalnya salah seorang perempuan yang menunjuk tangan saat Pandji tanya siapa yang sudah bantu orang kemarin. Mbak tersebut membantu orang lain dengan memberikan data. Ya, itu pun sebuah bentuk bantuan.

Jadi, apapun itu, bantuan dalam bentuk apapun, yang bagaimanapun, lakukanlah. Mulai dari yang kecil.

Suka ngeblog? Share sesuatu yang berguna. Jangan cuma curhat-curhat aja >> nunjuk diri sendiri.

Kata W. Churchil — yang semalam dikutip Ibu Ayling dari UNICEF, We make a living by what we get but we make a life by what we give.”

Kata Grace, “Do you want to make a difference in other people’s life?

Kata Pandji, “Add another layer to your life. You’re a father to someone, a lover to someone, now add another one by helping others.”

Datang ke acara Fresh memang bikin Fresh! Oh ya, semalam Fresh bisa ditonton juga di http://freshyourmind.com/tv/ loh.

BTW, acara semalam ternyata disponsori oleh ACER dan Microsoft, karena sekalian lauching “Bringing ICT into Villages” sebuah kolaborasi  antara ACER-Microsoft dan Books for Hope untuk membantu peningkatan computer literacy di sekolah-sekolah di Indonesia. Proyek pertama mereka adalah sebuah sekolah di Cirebon.

Fresh! – FaceBook Developer

Sore tadi, sesuai rencana, setelah acara reuni dengan dua teman SMA, saya meluncur ke FX. Di sana sedang berlangsung acara “FaceBook Developer Garage” yang digawangi oleh tim Fresh & ThinkWeb.

Saya terlambat memang, tapi untungnya saya sempat mengikuti sharing Mas Endi, Mas Pitra, Mas Kukuh dan Mas Andy Santoso yang sangat inspiring.

Klik untuk melanjutkan membaca ya »

FreSh Jan’09

freshMalam ini, aku berkesempatan ikut serta di acara FreSh Jan’09. Ini pertama kalinya buatku, padahal FreSh sudah diadakan berkali-kali sebelum ini.

Kok tiba-tiba bisa ikut? Gini ceritanya…

Di WordCamp kemarin, aku sempat ngobrol sama Mas Pitra. Dan, SKSD-lah aku dengan meng-add FB-nya. Akhirnya, dari dia, aku tau tentang FreSh. Klik untuk melanjutkan membaca ya »