Lebih dari 1 Sisi

Waktu kecil dulu, saya melihat orang hanya dari satu sisi. Dia baik, ya baik. Titik. Dia jahat, ya jahat. Titik. Sehingga mudah bagi saya untuk mengidolakan atau membenci seseorang.
Bahkan pernah saya tak mau melihat sisi lain dari seseorang hanya karena saya begitu mengidolakannya. Jadi, saya menganggap sisi lain itu tidak ada. Ia sempurna. Titik.
Sejak kecil, aku sudah memiliki hubungan istimewa dengan buku. Terlebih sejak Mama dan Papa lebih memilih ‘berekreasi’ ke toko buku ketimbang ke tempat lainnya.