güzel sözler chat yap çet yap çet film izle indirmeden film izle video izle bilgisayar teknik servis halı yıkama oyun oyna porno izle sex sikiş porno dedicated server vps

Archive for the ‘Blogging’ Category

Sekolah Lagi Berkat Blogfam

sekolah lagiSekolah lagi? Iya. Sudah beberapa minggu ini saya sekolah lagi. Menyenangkan sekali. Karena, sekolah yang saya ikuti adalah sekolah menulis.

Semenjak lulus dari Fakultas Sastra (sekarang Fakultas Ilmu Budaya), saya memiliki keinginan untuk melanjutkan studi ke jenjang S2. Salah satu bidang yang saya minati adalah Creative Writing. Sayangnya, sepertinya program master dalam bidang ini hanya ada di luar negeri.

Karena tidak punya cukup uang untuk membiayai sendiri, saya pernah mendaftar program beasiswa. Tidak diterima, karena background saya di swasta (saat itu saya masih bekerja kantoran). Nggak nyambung dengan pekerjaan saya.

Karena itu, demi memuaskan minat saya dalam bidang kepenulisan dan kesukaan saya dalam belajar tentang kepenulisan, saya mengikuti beberapa workshop kepenulisan.

Pertama dulu sekali, di awal tahun 2004, saat saya sedang mengandung Hana. Workshop tersebut diselenggarakan oleh majalah MataBaca.

Dan, sekarang, saya sedang mengikuti Workshop Menulis Cerita Anak yang diadakan secara online oleh Blogfam — yang hari ini sedang berulang tahun ketujuh, selamat ya! Workshop ini, meski diadakan online, tidak main-main lho!

Sang pengajar yang telaten — yang juga penulis terkemuka, Kang Iwok Abqary, memberikan materi dan tugas dengan serius. Karenanya, saya berusaha semaksimal mungkin untuk tidak mangkir dari kelas dan mengerjakan tugas tepat pada waktunya. Masa gurunya serius, muridnya main-main? Rugi dong ah!

Kian hari materi dan tugas yang diberikan kian menyenangkan. Saya merasa, workshop ini mengobati keinginan saya kuliah Creative Writing yang terpaksa dipudarkan oleh keadaan. Workshop ini juga mengobati kerinduan saya akan mata kuliah Penulisan Populer yang pernah saya ambil saat kuliah dulu — mata kuliah favorit saya dengan dosen seorang penulis, Bapak Ismail Marahimin.

Jika dulu mata kuliah PenPop — begitu kami biasa menyingkat mata kuliah Penulisan Populer — dapat menggali minat saya dalam tulis-menulis yang sempat terkubur karena kesibukan kuliah — yang meski di Fakultas Sastra namun tidak terlalu banyak berhubungan dengan tulis-menulis, kecuali menulis makalah yang bejibun. Maka, Workshop Menulis Cerita Anak ini mulai membangkitkan keinginan terpendam saya untuk menulis cerita anak.

Selama ini, terlalu banyak yang membuat saya khawatir tentang menulis untuk anak. Namun, sepertinya workshop menarik ini mampu menghalau semua kekhawatiran saya. Tentunya, itu berkat ketelatenan Pak Guru Iwok — yang kerap digoda oleh para muridnya dengan panggilan Cik Gu ala Upin Ipin.

Oh ya, hebatnya, workshop ini tidak dipungut biaya sesen pun! Maka, yang dapat saya haturkan hanyalah doa yang tulus untuk rekan-rekan penggagas dan penyelenggara workshop ini di Blogfam.

Yang bisa saya sebutkan di sini di antaranya Mbak Indah Juli yang memberi informasi workshop ini via twitter, Bapak Kepala Sekolah Jaf yang rajin merapikan kelas dan memberi info menarik, dan tentunya Pak Guru Iwok Abqary yang telah mengajar dengan sabar dan dengan sangat menarik. Semoga kebaikan ketiganya dapat membawa kebaikan yang lebih indah lagi dalam kehidupan mereka. Amin.

Dan, sekali lagi, selamat ulang tahun untuk Blogfam! Terima kasih ya, berkat Blogfam saya bisa sekolah lagi!

[FF] Kini Ia Tahu

banner-flash-fiction

Pria itu bukan lagi pria yang dulu ia cintai. Pria itu kerap mengamuk. Membanting semua. Bahkan, pernah hampir mencekiknya. Tapi, ia tetap bersama pria itu. Seorang sahabat menyuruhnya pergi saja. Ia tak mau. Ia bergeming. Takkan pernah ia meninggalkannya, meski seluruh dunia mengatainya bodoh, meski ia tak lagi mencintainya.

Jangan tanya mengapa. Karena, awalnya ia pun tidak tahu. Tapi, kini ia tahu, ia bertahan demi rasa ingin tahunya. Ia ingin mengungkap apa yang membuat pria lembut yang ia cintai dulu berubah menjadi monster menakutkan.

Dan, pada malam kematian pria itu, ia tahu. Secarik kertas berisi sebuah nama tergeletak di meja, di bawah botol obat nyamuk yang telah kosong. Nama pria yang kini ia cintai. Pria itu tahu. Dan, pria itu kini sudah mati.

Setia kepada WordPress

Sejak mengenal WordPress pada tahun 2006, aku memang bisa dikatakan tak berpikir untuk berpaling darinya. Entah mengapa. Mungkin karena WordPress memiliki back end yang bagiku mudah dipahami.

Aku sendiri mengawali kecintaanku akan blogging melalui blogspot, yang tak kalah user friendly-nya. Namun, entah karena berkutat dengan WordPress terus-menerus saat bekerja dulu (sebagai content editor website kesehatan dan parenting),  aku menemukan kenyamanan tersendiri dengan WordPress. Terutama sebagai alat manajemen konten.

Menggunakannya untuk pribadi kumulai saat mengaktifkan situs TingkahAnak.com. Kemudian, dilanjutkan dengan situs ini, NadiahAlwi.com. Sejauh ini, aku masih puas dengan WordPress yang kerap disingkat menjadi WP.

Baik TingkahAnak.com maupun NadiahAlwi.com, keduanya masih berbentuk blog. Sehingga, pengaturannya sangat mudah. Plugin yang kugunakan juga sedikit sekali.

Namun, kini aku sedang membangun online bookstore, bisnis baru yang merupakan impianku sejak lama. Dan, aku tetap ingin menggunakan WordPress. Kenapa? Karena, lagi-lagi dalam pekerjaan — yang juga berkutat dalam bidang online store, aku juga menggunakan WP. Dan, tampaknya tidak rumit-rumit amat.

Tapi, ternyata tidak semudah itu juga membangun online store. Aku baru menyadari, bahwa atasanku juga telah melalui proses panjang hingga akhirnya kami puas dengan sistem yang ada.

Nah, kini giliranku lah untuk berproses dengan plugin yang sudah pernah kukenal sebelumnya saat awal-awal proses pengembangan online store yang digunakan oleh atasanku — namun sekarang sudah ditinggalkan, WP e-commerce.

Tidak terlalu rumit. Tapi tetap saja, banyak hal yang harus di-set, ditata dengan baik. Walau begitu, kuputuskan untuk membuatnya se-simple mungkin, baik untukku maupun untuk pelanggan nantinya.

Sudah seminggu lebih, pagi-pagi sekali dan malam-malam, aku berkutat dengan WP e-commerce plugin. Alhamdulillah, sudah mulai berbentuk. Dan, terbayang apa-apa saja yang harus diperbaiki jika sudah ada waktu — di antara kesibukan mendata, memotret, dan mengupload buku yang hendak dijual.

Selangkah demi selangkah kulalui. Semoga dapat menjadi berkah. Amin.

online-bookstore

Blogku Telah Kembali

Gara-gara telat memperbaharui domain dan hosting, aku terpaksa nggak bisa mengakses blog ini selama kurang leih 24 jam. Tapi, syukurlah blog ini kembali seperti sedia kala bahkan sebelum waktu yang diperkirakan oleh penyedia jasa hosting dan domain yang sudah setahun ini menyertaiku, http://rumahweb.com.

Setahun lalu, berkat rekomendasi seorang kawan, aku mempercayakan dua blogku kepada RumahWeb. Alhamdulillah, secara keseluruhan, aku puas dengan pelayanannya.

So, here I am, @ my one-year-old blog. Semoga bisa terus lanjut!

Tentang Menulis Blog

Saya sudah menulis blog sejak tahun 2004. Mulai di blogspot, lalu di multiply, lalu kembali ke blogspot.

Saya sangat mencintai dunia blog karena akhirnya saya dapat mengekspresikan diri melalui tulisan di tempat yang lebih seru ketimbang buku harian.

Setelah 4 tahun melanglang buana di dunia maya menggunakan blog gratisan, akhir tahun lalu, saya memutuskan untuk memiliki blog non gratisan. Saya mengawalinya dengan http://tingkahanak.com yang memang saya dedikasikan khusus untuk hal-hal yang berbau anak.

Dan, awal 2009 ini, saya melangkah lebih jauh dengan memiliki situs yang menggunakan nama saya, http://nadiahalwi.com/. A ‘lil bit narsis memang. Tapi, demi kecintaan pada tulis-menulis dan blog, saya jabanin juga.

Awalnya, seperti pada blog-blog saya yang lain, saya ber-aku ria. Tapi, memasuki bulan kedua kepemilikian blog ini, saya memutuskan untuk ber-saya ria. Alasannya adalah karena saya tak mengenal semua pengunjung web saya. Jadi, kata saya terasa lebih tepat.

Namun, saya mulai berpikir-pikir lagi. Karena, seorang sahabat yang baru saja saya minta berkunjung ke sini protes. Katanya, terlalu kaku. Dan, bukan saya banget.

Jadi, sekarang, saya sedang menimbang-nimbang untuk kembali ber-aku ria di sini. Plin-plan ya? Haha…

Terlebih, saya baru saja mengunjungi blog saya yang lama, http://bunda-nadnuts.blogspot.com/. Kok rasanya lebih seru ber-aku ria?

Hm…we’ll see. Tapi, yang pasti, ber-aku atau ber-saya, saya tetap suka ngeblog. Dan, akan terus ngeblog — kecuali lagi dikejar deadline.

Gambar koleksi http://www.islandheritage.org/. Agak gak nyambung ya sebenarnya. Hehe…