Archive for the ‘Buku’ Category

[Review] Pollyanna Pollyanna by Eleanor H. Porter

Pollyanna Pollyanna by Eleanor H. Porter

My rating: 4 of 5 stars

Sebuah buku yang sederhana, namun mengajarkan banyak hal. Selain membacanya sendiri, aku juga membacakan beberapa bab di antaranya untuk anakku, Hana. Ia sangat menyukainya. Bahkan, terkadang, anakku yang belum lama ini bisa membaca itu menelusuri kata per kata dalam buku ini sendiri.

Thank you, Rini…it’s a great birthday gift. A really great one.

Simakk review-ku yang lain.

Recipes for a Perfect Marriage by Kate Kerrigan

Recipes for a Perfect Marriage (Resep Perkawinan Sempurna) Recipes for a Perfect Marriage by Kate Kerrigan

My rating: 5 of 5 stars
Tak ada pernikahan yang mudah. Yang ada adalah dua orang yang berusaha membuatnya menjadi mudah.

Mungkin bukan itu yang ingin didengar oleh pasangan yang baru saja saling mengikat janji. Tapi, memang begitulah adanya.

Dan, buku ini menggambarkannya dengan sangat baik. Diolah dalam bentuk novel, padahal sesungguhnya begitu banyak pemikiran, nasihat, atau tips yang bisa dicatat oleh pembaca mengenai pernikahan. Namun, alih-alih merasa digurui, pembaca justru diajak tersenyum atau menghela nafas saat terdapat kemiripan pengalaman dengan kedua tokoh utama, Bernadine dan Tressa — terutama pembaca yang berstatus istri.

Namun, buku ini bukan semata mengangkat resep-resep menuju perkawinan sempurna. Tak sedikit pula pembahasan mengenai kehidupan. Seperti pada salah satu kutipan yang kupaling sukai:

“Hidup ini kadang-kadang keras, tapi kita membuatnya jadi lebih keras lagi melalui cara pandang kita.”

Dan, terdapat banyak kalimat-kalimat lainnya yang membuat pembaca berpikir, tersenyum, atau merasa terenyuh.

Buku ini wajib dibaca oleh mereka yang berpredikat istri. Baik yang sedang berusaha membangkitkan lagi cinta dalam perkawinan mereka ataupun yang pasrah akan ada atau tidaknya cinta dalam perkawinan mereka. Karena, sesungguhnya, ada banyak hal lain dalam sebuah perkawinan selain cinta yang pada akhirnya justru menumbuhkan bentuk cinta yang sesungguhnya dalam perkawinan.

View all my reviews >>

Bidadari Bumi, 9 Kisah Wanita Shalehah

bidadari-bumi Bidadari Bumi, 9 Kisah Wanita Shalehah by Halimah Alaydrus

My rating: 5 of 5 stars

Pada dasarnya, aku memang sangat mengagumi sang penulis. Setiap bulannya aku ikut dalam pengajian yang ia adakan di dekat rumah. Ia adalah ustadzahku, Ustadzah Halimah Alaydrus. Seorang sosok bersahaja, dengan tutur yang lembut, menyenangkan, terkadang membuat kami — murid-muridnya tertawa, menertawakan diri sendiri — namun sering mampu menyentuh relung hati kami yang terdalam.

Beberapa kisah bidadari bumi ini pernah ia ceritakan dalam tausiahnya. Namun, membacanya lagi tak ubahnya seperti ketika aku mendengarkan untuk yang pertama kalinya. Indah, membuatku berlinang air mata.

Sungguh, andai dapat kuulang hidupku kembali, aku ingin bisa seperti bidadari-bidadari tersebut. Begitu dekat dengan Sang Kekasih yang sejatinya terdekat di hati setiap manusia, lebih dekat dari manusia lain. Ia Yang Paling Tahu isi hati kita, bahkan tanpa kita mengatakannya.

Subhanallah. Indah sekali cinta antara kesembilan bidadari dalam buku ini dengan-Nya. Aku iri. Aku sangat iri. Dan, jika biasanya rasa iri selalu kuhalau jauh-jauh, kali ini rasa iri itu kupelihara. Kujadikan bekal untuk melalui hari-hariku.

Buku ini akan selalu ada di dekatku, menjadi penghibur sekaligus penenang hati. Sudah beberapa hari ini, buku ini juga kubacakan untuk anakku, Hana, sebagai pengantar tidur. Sungguh, ini adalah buku terindah yang pernah kubaca.

http://www.bidadaribumi.com/

View all my reviews >>

Negeri van Oranje

Negeri van Oranje Negeri van Oranje by Wahyuningrat

My rating: 3 of 5 stars

Keputusan untuk membeli buku ini semata didasari rasa penasaran. Apa sih isinya?

Hm…salahnya, pada halaman 70-an, saya membaca-baca komen teman-teman GR tentang buku ini. Yang tadinya tidak ada pemikiran begini-begitu, jadi ada.

Tapi, memang, harus saya akui, teman-teman GR ada benarnya. Saya melewatkan cukup banyak halaman yang isinya penjelasan panjang-lebar tentang Belanda — padahal saya cukup tertarik dengan negeri kincir angin ini loh.

Ada juga sih beberapa yang tetap saya baca karena cukup menarik memang. Hanya saja, rasanya terlalu berlebihan. Sehingga, konflik yang disajikan dalam novel ini menjadi terlalu ringan.

Untungnya, saya memang sedang mencari bacaan ringan. Jadi, masih asyik-asyik saja. Dan, saya menikmati ‘persahabatan’ kelima tokoh dalam buku ini.

Lebih lagi, harus diakui, cara bercerita para penulis buku ini cukup enak. Ditambah lagi, banyak ilustrasi lucu seperti misalnya ada deskripsi hal-hal yang dilakukan tokoh, penulis menambahkan footnote yang kira-kira isinya: ‘kebayang gak? gak kebayang kan?’ (cmiiw)…sisi itu yang paling saya suka dari buku ini.

Hanya saja, ada yang sedikit mengganggu. Digambarkan bahwa salah satu tokoh mendapat rekomendasi beasiswa dari Gus Dur yang masih menjabat sebagai Presiden. Itu berarti, setting-nya terjadi pada tahun ‘99 – ‘01.

Biasanya, kuliah master 1 – 2 tahun (cmiiw, blm jd master soalnya) kan? Kalau dihitung-hitung, andai rekomendasi itu diterima pada 2001, setting latar waktu paling lama hingga 2003. Tapi, kenapa digambarkan seakan Facebook sudah booming — kalau tak salah, FB digagas baru pada tahun 2004 (cmiiw again). Tokoh-tokohnya dikisahkan sudah mengunggah foto-foto ke FB. Kalau Friendster memang lagi seru-serunya saat itu (cmiiw) ya? Tapi, FB?

Oh ya, yang terakhir ini sekedar bertanya ya, saya bisa saja salah, dan dengan senang hati menerima penjelasan mengenai settingan itu. Dan, jika saya salah, dengan senang hati pula mengoreksi catatan kecil saya tentang buku ini.

View all my reviews >>

Saya dan Slang Amerika

menerjemahkanSelama satu setengah bulan lalu, saya sempat berjibaku dengan penerjemahan sebuah buku autobiografi – nanti setelah terbit saya beritahu judulnya. Buku yang menarik, proses penerjemahan yang seru.

Buku ini bukan buku pertama yang saya terjemahkan. Saya sudah pernah mengalihbahasakan sekitar tujuh buku sebelum ini. Namun, yang satu ini berbeda, karena autobiografi. Dan, banyak terdapat kata / idiom slang Amerika di dalamnya.

Sang penulis adalah tokoh yang sangat terkenal di negaranya sana. Dan, penggunaan kata / idiom slang merupakan hal yang menarik. Karena, saya harus membuka-buka bukan hanya online dictionnary, namun juga kamus slang Amerika warisan kakek saya.

kamus-slang-amerikaJika kata yang saya cari tidak dapat ditemukan dalam kamus warisan itu, saya menjelajah ke negeri Paman Google. Saya membuka beberapa online dictionnary sekaligus untuk memperbandingkan artinya. Apalagi, saya pernah menemukan beberapa kata yang memiliki banyak makna. Saya harus dapat mengambil makna yang paling sesuai dengan konteks.

Menerjemahkan buku satu ini saya memang sangat berhati-hati — bukan berarti sebelumnya saya tidak berhati-hati loh. Karena, saya tidak ingin ada kesalahan dalam pemaknaan kata. Semua di dalamnya adalah kisah nyata. Salah sedikit saja, sudah nggak asik lagi.

Dengar-dengar, penerbit sudah menyiapkan sebuah buku lainnya untuk saya terjemahkan. Kira-kira keseruan apa lagi yang akan saya temukan ya?

;)