Sejak mengenal WordPress pada tahun 2006, aku memang bisa dikatakan tak berpikir untuk berpaling darinya. Entah mengapa. Mungkin karena WordPress memiliki back end yang bagiku mudah dipahami.
Aku sendiri mengawali kecintaanku akan blogging melalui blogspot, yang tak kalah user friendly-nya. Namun, entah karena berkutat dengan WordPress terus-menerus saat bekerja dulu (sebagai content editor website kesehatan dan parenting), aku menemukan kenyamanan tersendiri dengan WordPress. Terutama sebagai alat manajemen konten.
Menggunakannya untuk pribadi kumulai saat mengaktifkan situs TingkahAnak.com. Kemudian, dilanjutkan dengan situs ini, NadiahAlwi.com. Sejauh ini, aku masih puas dengan WordPress yang kerap disingkat menjadi WP.
Baik TingkahAnak.com maupun NadiahAlwi.com, keduanya masih berbentuk blog. Sehingga, pengaturannya sangat mudah. Plugin yang kugunakan juga sedikit sekali.
Namun, kini aku sedang membangun online bookstore, bisnis baru yang merupakan impianku sejak lama. Dan, aku tetap ingin menggunakan WordPress. Kenapa? Karena, lagi-lagi dalam pekerjaan — yang juga berkutat dalam bidang online store, aku juga menggunakan WP. Dan, tampaknya tidak rumit-rumit amat.
Tapi, ternyata tidak semudah itu juga membangun online store. Aku baru menyadari, bahwa atasanku juga telah melalui proses panjang hingga akhirnya kami puas dengan sistem yang ada.
Nah, kini giliranku lah untuk berproses dengan plugin yang sudah pernah kukenal sebelumnya saat awal-awal proses pengembangan online store yang digunakan oleh atasanku — namun sekarang sudah ditinggalkan, WP e-commerce.
Tidak terlalu rumit. Tapi tetap saja, banyak hal yang harus di-set, ditata dengan baik. Walau begitu, kuputuskan untuk membuatnya se-simple mungkin, baik untukku maupun untuk pelanggan nantinya.
Sudah seminggu lebih, pagi-pagi sekali dan malam-malam, aku berkutat dengan WP e-commerce plugin. Alhamdulillah, sudah mulai berbentuk. Dan, terbayang apa-apa saja yang harus diperbaiki jika sudah ada waktu — di antara kesibukan mendata, memotret, dan mengupload buku yang hendak dijual.
Selangkah demi selangkah kulalui. Semoga dapat menjadi berkah. Amin.
