• Home
  • English
  • Fiksi
  • RSS
  • About
  • Wejangan Diri
Blue Orange Green Pink Purple

Archive for the ‘Buku’ Category

You can use the search form below to go through the content and find a specific post or page:

Apr 30

Recipes for a Perfect Marriage by Kate Kerrigan

Recipes for a Perfect Marriage (Resep Perkawinan Sempurna) Recipes for a Perfect Marriage by Kate Kerrigan

My rating: 5 of 5 stars
Tak ada pernikahan yang mudah. Yang ada adalah dua orang yang berusaha membuatnya menjadi mudah.

Mungkin bukan itu yang ingin didengar oleh pasangan yang baru saja saling mengikat janji. Tapi, memang begitulah adanya.

Dan, buku ini menggambarkannya dengan sangat baik. Diolah dalam bentuk novel, padahal sesungguhnya begitu banyak pemikiran, nasihat, atau tips yang bisa dicatat oleh pembaca mengenai pernikahan. Namun, alih-alih merasa digurui, pembaca justru diajak tersenyum atau menghela nafas saat terdapat kemiripan pengalaman dengan kedua tokoh utama, Bernadine dan Tressa — terutama pembaca yang berstatus istri.

Namun, buku ini bukan semata mengangkat resep-resep menuju perkawinan sempurna. Tak sedikit pula pembahasan mengenai kehidupan. Seperti pada salah satu kutipan yang kupaling sukai:

“Hidup ini kadang-kadang keras, tapi kita membuatnya jadi lebih keras lagi melalui cara pandang kita.”

Dan, terdapat banyak kalimat-kalimat lainnya yang membuat pembaca berpikir, tersenyum, atau merasa terenyuh.

Buku ini wajib dibaca oleh mereka yang berpredikat istri. Baik yang sedang berusaha membangkitkan lagi cinta dalam perkawinan mereka ataupun yang pasrah akan ada atau tidaknya cinta dalam perkawinan mereka. Karena, sesungguhnya, ada banyak hal lain dalam sebuah perkawinan selain cinta yang pada akhirnya justru menumbuhkan bentuk cinta yang sesungguhnya dalam perkawinan.

View all my reviews >>

Apr 06

Bidadari Bumi, 9 Kisah Wanita Shalehah

bidadari-bumi Bidadari Bumi, 9 Kisah Wanita Shalehah by Halimah Alaydrus

My rating: 5 of 5 stars

Pada dasarnya, aku memang sangat mengagumi sang penulis. Setiap bulannya aku ikut dalam pengajian yang ia adakan di dekat rumah. Ia adalah ustadzahku, Ustadzah Halimah Alaydrus. Seorang sosok bersahaja, dengan tutur yang lembut, menyenangkan, terkadang membuat kami — murid-muridnya tertawa, menertawakan diri sendiri — namun sering mampu menyentuh relung hati kami yang terdalam.

Beberapa kisah bidadari bumi ini pernah ia ceritakan dalam tausiahnya. Namun, membacanya lagi tak ubahnya seperti ketika aku mendengarkan untuk yang pertama kalinya. Indah, membuatku berlinang air mata.

Sungguh, andai dapat kuulang hidupku kembali, aku ingin bisa seperti bidadari-bidadari tersebut. Begitu dekat dengan Sang Kekasih yang sejatinya terdekat di hati setiap manusia, lebih dekat dari manusia lain. Ia Yang Paling Tahu isi hati kita, bahkan tanpa kita mengatakannya.

Subhanallah. Indah sekali cinta antara kesembilan bidadari dalam buku ini dengan-Nya. Aku iri. Aku sangat iri. Dan, jika biasanya rasa iri selalu kuhalau jauh-jauh, kali ini rasa iri itu kupelihara. Kujadikan bekal untuk melalui hari-hariku.

Buku ini akan selalu ada di dekatku, menjadi penghibur sekaligus penenang hati. Sudah beberapa hari ini, buku ini juga kubacakan untuk anakku, Hana, sebagai pengantar tidur. Sungguh, ini adalah buku terindah yang pernah kubaca.

http://www.bidadaribumi.com/

View all my reviews >>

Nov 24

Negeri van Oranje

Negeri van Oranje Negeri van Oranje by Wahyuningrat

My rating: 3 of 5 stars

Keputusan untuk membeli buku ini semata didasari rasa penasaran. Apa sih isinya?

Hm…salahnya, pada halaman 70-an, saya membaca-baca komen teman-teman GR tentang buku ini. Yang tadinya tidak ada pemikiran begini-begitu, jadi ada.

Tapi, memang, harus saya akui, teman-teman GR ada benarnya. Saya melewatkan cukup banyak halaman yang isinya penjelasan panjang-lebar tentang Belanda — padahal saya cukup tertarik dengan negeri kincir angin ini loh.

Ada juga sih beberapa yang tetap saya baca karena cukup menarik memang. Hanya saja, rasanya terlalu berlebihan. Sehingga, konflik yang disajikan dalam novel ini menjadi terlalu ringan.

Untungnya, saya memang sedang mencari bacaan ringan. Jadi, masih asyik-asyik saja. Dan, saya menikmati ‘persahabatan’ kelima tokoh dalam buku ini.

Lebih lagi, harus diakui, cara bercerita para penulis buku ini cukup enak. Ditambah lagi, banyak ilustrasi lucu seperti misalnya ada deskripsi hal-hal yang dilakukan tokoh, penulis menambahkan footnote yang kira-kira isinya: ‘kebayang gak? gak kebayang kan?’ (cmiiw)…sisi itu yang paling saya suka dari buku ini.

Hanya saja, ada yang sedikit mengganggu. Digambarkan bahwa salah satu tokoh mendapat rekomendasi beasiswa dari Gus Dur yang masih menjabat sebagai Presiden. Itu berarti, setting-nya terjadi pada tahun ’99 – ’01.

Biasanya, kuliah master 1 – 2 tahun (cmiiw, blm jd master soalnya) kan? Kalau dihitung-hitung, andai rekomendasi itu diterima pada 2001, setting latar waktu paling lama hingga 2003. Tapi, kenapa digambarkan seakan Facebook sudah booming — kalau tak salah, FB digagas baru pada tahun 2004 (cmiiw again). Tokoh-tokohnya dikisahkan sudah mengunggah foto-foto ke FB. Kalau Friendster memang lagi seru-serunya saat itu (cmiiw) ya? Tapi, FB?

Oh ya, yang terakhir ini sekedar bertanya ya, saya bisa saja salah, dan dengan senang hati menerima penjelasan mengenai settingan itu. Dan, jika saya salah, dengan senang hati pula mengoreksi catatan kecil saya tentang buku ini.

View all my reviews >>

Aug 21

Saya dan Slang Amerika

menerjemahkanSelama satu setengah bulan lalu, saya sempat berjibaku dengan penerjemahan sebuah buku autobiografi – nanti setelah terbit saya beritahu judulnya. Buku yang menarik, proses penerjemahan yang seru.

Buku ini bukan buku pertama yang saya terjemahkan. Saya sudah pernah mengalihbahasakan sekitar tujuh buku sebelum ini. Namun, yang satu ini berbeda, karena autobiografi. Dan, banyak terdapat kata / idiom slang Amerika di dalamnya.

Sang penulis adalah tokoh yang sangat terkenal di negaranya sana. Dan, penggunaan kata / idiom slang merupakan hal yang menarik. Karena, saya harus membuka-buka bukan hanya online dictionnary, namun juga kamus slang Amerika warisan kakek saya.

kamus-slang-amerikaJika kata yang saya cari tidak dapat ditemukan dalam kamus warisan itu, saya menjelajah ke negeri Paman Google. Saya membuka beberapa online dictionnary sekaligus untuk memperbandingkan artinya. Apalagi, saya pernah menemukan beberapa kata yang memiliki banyak makna. Saya harus dapat mengambil makna yang paling sesuai dengan konteks.

Menerjemahkan buku satu ini saya memang sangat berhati-hati — bukan berarti sebelumnya saya tidak berhati-hati loh. Karena, saya tidak ingin ada kesalahan dalam pemaknaan kata. Semua di dalamnya adalah kisah nyata. Salah sedikit saja, sudah nggak asik lagi.

Dengar-dengar, penerbit sudah menyiapkan sebuah buku lainnya untuk saya terjemahkan. Kira-kira keseruan apa lagi yang akan saya temukan ya?

;)

Jun 25

Social Entrepreneur

freshSemalam saya menyempatkan diri ikut dalam acara Fresh yang diadakan di FX. Tema yang diusung adalah “Social Entrepreneurship and Online Movement for Social Change“.

Saat memutuskan untuk berangkat, saya tidak tahu apa Social Entrepreneurship dan Online Movement for Social Change itu. Yang saya tahu, dengan ikutan Fresh, saya pasti dapat informasi baru dan terinspirasi.

Dan, benar saja. Selain jadi paham akan tema tersebut, saya juga terinspirasi.

Pembicara yang paling membuat saya terkesan malam itu adalah Grace dari Books for Hope dan Pandji ‘Kena Deh‘ — andai semalam bisa bawa Hana, anakku, dia suka banget acara ‘Kena Deh’-nya Pandji huhuhu.

Grace membuka mata saya bahwa siapapun dapat membantu orang lain dan ada banyak cara yang dapat kita lakukan untuk membantu.

Pandji mengajak saya kembali mengingat kenangan saat saya ikut dalam acara kunjungan ke RSCM, menjenguk anak-anak yang sedang sakit karena Pandji melakukan hal yang sama di RS. Dharmais. Di samping itu, Pandji benar-benar seorang entertainer sejati deh.

Nah, sekarang…apa sih social entrepreneur?

Itu adalah julukan bagi seseorang yang memecahkan ma sosial dengan menggunakan prinsip-prinsip  entrepreneurial. Ia seorang yang inovatif, kreatif dan gigih.

Menurut Grace, seorang social entrepreneur adalah perpaduan antara Richard Branson, pemilik brand Virgin, yang penuh ide gila dalam menjalankan bisnisnya dan Bunda Theresa yang berhati mulia.

Belum selesai Grace menerangkan, saya langsung mendapat ide untuk situs tentang anak yang saya kelola, http://tingkahanak.com. Segera saya ambil buku catatan yang selalu saya bawa ke mana-mana. Saya tuangkan ide tersebut berikut langkah-langkah yang harus saya ambil. Semoga saja dapat terwujud.

Saat dalam perjalanan pulang, saya baru teringat, sebenarnya ide ini sudah muncul di awal-awal pembuatan situs tersebut. Syukurlah, dengan ikut Fresh semalam, saya kembali tercolek untuk menjalankannya.

Tentang Pandji. Ia memasuki panggung dengan iringan lagunya, Untuk Indonesia.

“Angkat tanganmu untuk Indonesia,” seru Pandji. “Yang nggak angkat tangan bukan orang Indonesia.”

Langsung semua yang hadir mengangkat tangan. Ada sih, 1 – 2 yang enggak, sepertinya lagi asyik nge-tweet-in acara Fresh. :D

Dari Pandji, saya tahu tentang C3 Friends. Apa sih C3 Friends? Intip aja website-nya. Yang pasti, kalau kamu ke sana, kamu bisa ikut bantu anak-anak penderita kanker.

Nah, banyak cara kan untuk menjadi seorang social entrepreneur?

Nggak yakin bisa? Mulai dari hal yang sederhana. Bantulah orang di dekatmu. Siapa aja. Seperti misalnya salah seorang perempuan yang menunjuk tangan saat Pandji tanya siapa yang sudah bantu orang kemarin. Mbak tersebut membantu orang lain dengan memberikan data. Ya, itu pun sebuah bentuk bantuan.

Jadi, apapun itu, bantuan dalam bentuk apapun, yang bagaimanapun, lakukanlah. Mulai dari yang kecil.

Suka ngeblog? Share sesuatu yang berguna. Jangan cuma curhat-curhat aja >> nunjuk diri sendiri.

Kata W. Churchil — yang semalam dikutip Ibu Ayling dari UNICEF, “We make a living by what we get but we make a life by what we give.”

Kata Grace, “Do you want to make a difference in other people’s life?”

Kata Pandji, “Add another layer to your life. You’re a father to someone, a lover to someone, now add another one by helping others.”

Datang ke acara Fresh memang bikin Fresh! Oh ya, semalam Fresh bisa ditonton juga di http://freshyourmind.com/tv/ loh.

BTW, acara semalam ternyata disponsori oleh ACER dan Microsoft, karena sekalian lauching “Bringing ICT into Villages” sebuah kolaborasi  antara ACER-Microsoft dan Books for Hope untuk membantu peningkatan computer literacy di sekolah-sekolah di Indonesia. Proyek pertama mereka adalah sebuah sekolah di Cirebon.

« Newer Posts | Older Posts »

Nadiah Alwi

  • About
    Seorang Perempuan yang Suka Menulis dan Hobi Ngeblog.
  • Kategori
    • Aktivitas
    • Bisnis Online
    • Blog
    • Blogging
    • Buku
    • Diet
    • Dunia Digital
    • Fiksi
      • CerBung – Dokter Impian
    • Hidup
    • Inspirasi
    • Islam
    • Kata
    • Keluarga
    • Kesehatan
    • Lomba
    • Makanan
    • Media Digital
    • Memasak
    • Pekerjaan
    • Penerjemahan
    • Penulisan
    • Perjalanan
    • Puisi
    • Rumah
    • Saya / Aku
    • Sekedar Cerita
    • Self Reminder
    • Teman
  • Artikel Terbaru
    • Menerima dengan Ikhlas
    • Cermin Kesedihan
    • Sudut Kerja di Rumah
    • Helaan Nafas
    • Doa sebelum Masak
    • Makanan Enak
  • Arsip
    • May 2012
    • April 2012
    • March 2012
    • February 2012
    • January 2012
    • December 2011
    • November 2011
    • October 2011
    • August 2011
    • July 2011
    • June 2011
    • May 2011
    • April 2011
    • March 2011
    • February 2011
    • January 2011
    • December 2010
    • November 2010
    • October 2010
    • September 2010
    • July 2010
    • June 2010
    • May 2010
    • April 2010
    • March 2010
    • February 2010
    • January 2010
    • December 2009
    • November 2009
    • September 2009
    • August 2009
    • June 2009
    • May 2009
    • April 2009
    • March 2009
    • February 2009
    • January 2009
  • Pengunjung
  • Cari





    Widget_logo
  • Home
  • About
  • Wejangan Diri

© Copyright Nadiah Alwi. All rights reserved.
Designed by FTL Wordpress Themes brought to you by Smashing Magazine

Back to Top