<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Nadiah Alwi &#187; Fiksi</title>
	<atom:link href="http://nadiahalwi.com/category/fiksi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nadiahalwi.com</link>
	<description>Seorang Perempuan yang Suka Menulis dan Ngeblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 00:11:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>[E-CerPen] Sang Manipulator</title>
		<link>http://nadiahalwi.com/e-cerpen-sang-manipulator/</link>
		<comments>http://nadiahalwi.com/e-cerpen-sang-manipulator/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Jan 2011 11:58:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nadiah Alwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nadiahalwi.com/?p=801</guid>
		<description><![CDATA[Sang Manipulator oleh Nadiah Alwi Cerpen ini dibuat beberapa tahun yang lalu. Sudah pernah diunggah juga di blog saya yang lainnya. Kali ini hadir dalam bentuk e-cerpen yang dapat diunduh dari link di atas. Caranya mudah, klik saja link tersebut. Setelah itu, Anda dapat menyimpannya. Silakan dibagikan, yang penting mencantumkan sumbernya.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://nadiahalwi.com/e-cerpen-sang-manipulator/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[FF] Mencintainya</title>
		<link>http://nadiahalwi.com/ff-mencintainya/</link>
		<comments>http://nadiahalwi.com/ff-mencintainya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Dec 2010 16:46:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nadiah Alwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nadiahalwi.com/?p=759</guid>
		<description><![CDATA[Aku mencintainya. Ia berbeda. Senyumannya lebar. Mungkin karena bibirnya memang lebar. Matanya besar. Matanya memancarkan tawa. Ia bagai matahari pada setiap mendungku. &#8220;Jangan muram,&#8221; katanya, sambil mengangkat daguku. Senyumnya terkembang, lebar. Aku memeluknya. Erat. Tak ingin kulepas. Aroma tubuhnya tercium. Harum. Ia segera melepaskan pelukan itu. Menutup mataku dan memintaku berjanji untuk tidak membukanya sebelum [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://nadiahalwi.com/ff-mencintainya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[FF] Kini Ia Tahu</title>
		<link>http://nadiahalwi.com/ff-kini-ia-tahu/</link>
		<comments>http://nadiahalwi.com/ff-kini-ia-tahu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Dec 2010 17:11:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nadiah Alwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[Lomba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nadiahalwi.com/?p=738</guid>
		<description><![CDATA[Pria itu bukan lagi pria yang dulu ia cintai. Pria itu kerap mengamuk. Membanting semua. Bahkan, pernah hampir mencekiknya. Tapi, ia tetap bersama pria itu. Seorang sahabat menyuruhnya pergi saja. Ia tak mau. Ia bergeming. Takkan pernah ia meninggalkannya, meski seluruh dunia mengatainya bodoh, meski ia tak lagi mencintainya. Jangan tanya mengapa. Karena, awalnya ia [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://nadiahalwi.com/ff-kini-ia-tahu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayah</title>
		<link>http://nadiahalwi.com/ayah/</link>
		<comments>http://nadiahalwi.com/ayah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Oct 2010 13:59:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nadiah Alwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nadiahalwi.com/?p=669</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Jangan!&#8221; teriak Meila saat tubuh itu dibawa pergi, menjauh darinya. Tapi, tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang mau peduli perasaannya. Tak ada yang mau tahu mengenai apa yang diinginkannya. Meila berontak, ingin mengejar tubuh itu. Ia berusaha melepaskan tangan orang-orang yang menahannya. Gagal. Tubuhnya terlalu kecil, sementara tangan-tangan itu begitu besar. Ia tersedu.  Meratap. [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://nadiahalwi.com/ayah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencinta</title>
		<link>http://nadiahalwi.com/mencinta/</link>
		<comments>http://nadiahalwi.com/mencinta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jun 2010 11:23:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nadiah Alwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nadiahalwi.com/?p=620</guid>
		<description><![CDATA[Sudah ia katakan berkali-kali, ia tak lagi memiliki kemampuan untuk mencinta. &#8220;Tapi, kamu masih memiliki kemampuan untuk dicinta.&#8221; Lagi-lagi ia nyatakan, bahwa untuk dicinta, tidak diperlukan kemampuan, melainkan kebutuhan. Pria itu tak paham. Ia meminta pria itu pergi dulu dari hidupnya, selama beberapa saat. Ia ingin melihat, apakah ia mampu mencinta atau butuh dicinta. Jika [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://nadiahalwi.com/mencinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berbahaya</title>
		<link>http://nadiahalwi.com/berbahaya/</link>
		<comments>http://nadiahalwi.com/berbahaya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jun 2010 16:31:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nadiah Alwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nadiahalwi.com/?p=614</guid>
		<description><![CDATA[Ia terhenyak. Tiba-tiba nama orang itu tak ada lagi di dalam daftar kontaknya. Ia sampai mencari berkali-kali. Apakah ia menghapusku dari daftar kontaknya? Tanyanya dalam hati. Dua hari kemudian, ia menerima pesan di telepon genggamnya. Maaf, istriku menghapus kontak2ku yg menurutnya &#8220;berbahaya&#8221;. Jgn balas SMS ini ya. Berbahaya? Ia kembali terhenyak. Apa yang harus dibahayakan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://nadiahalwi.com/berbahaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[cerbung - DOKTER IMPIAN] 5. Perasaan Si Pengantuk</title>
		<link>http://nadiahalwi.com/cerbung-dokter-impian-5-perasaan-si-pengantuk/</link>
		<comments>http://nadiahalwi.com/cerbung-dokter-impian-5-perasaan-si-pengantuk/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Apr 2010 10:14:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nadiah Alwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[CerBung - Dokter Impian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nadiahalwi.com/?p=544</guid>
		<description><![CDATA[SEBELUMNYA: [cerbung - DOKTER IMPIAN] 4. Setengah Hari Bersama Sang Dokter “Gadis! Bangun!” Terdengar suara Ibu yang lantang di telingaku. Huhuhu…Ibu…tega sekali sih. Aku kan sedang istrahat. “Kamu itu ya…sekarang sering sekali tidur siang di mana-mana. Di kamar mandi, di kursi depan, di ruang tamu…kenapa sih? Sakit?” O-ow…Ibu kalau sudah cas-cis-cus begitu, itu tandanya aku [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://nadiahalwi.com/cerbung-dokter-impian-5-perasaan-si-pengantuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>-</title>
		<link>http://nadiahalwi.com/468/</link>
		<comments>http://nadiahalwi.com/468/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 01:21:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nadiah Alwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nadiahalwi.com/?p=468</guid>
		<description><![CDATA[Gadis itu duduk di sana, dengan topi merahnya, jaket ungunya, dan terakhir&#8230;tas kuningnya. Ia nampak begitu menyala. Gadis yang aneh. Kakiku melangkah mendekatinya. Nampak ia sedang menikmati biskuit stik yang ia celupkan ke dalam susu stroberi melalui celah di mana orang &#8216;normal&#8217; memasukkan sedotan. Lalu, ia meneguk susu itu melalui celah kecil yang sama. Tanpa [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://nadiahalwi.com/468/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[cerbung - DOKTER IMPIAN] 4. Setengah Hari Bersama Sang Dokter</title>
		<link>http://nadiahalwi.com/cerbung-dokter-impian-4-setengah-hari-bersama-sang-dokter/</link>
		<comments>http://nadiahalwi.com/cerbung-dokter-impian-4-setengah-hari-bersama-sang-dokter/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 05:56:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nadiah Alwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[CerBung - Dokter Impian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nadiahalwi.com/?p=424</guid>
		<description><![CDATA[SELANJUTNYA: [cerbung - DOKTER IMPIAN] 3. Akrab dengan Sang Dokter Pagi yang cerah. Aku terbangun saat adzan Subuh dikumandangkan oleh Pak Slamet, penjaga Masjid dekat rumahku. Suara Pak Slamet merdu sekali. Aku pernah nekat menanyakan kepada pria tua itu apakah dulu ia pernah berprofesi sebagai penyanyi. Dan, jawaban Pak Slamet sungguh dapat diduga: ‘Tidak pernah, [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://nadiahalwi.com/cerbung-dokter-impian-4-setengah-hari-bersama-sang-dokter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[cerbung - DOKTER IMPIAN] 3. Akrab dengan Sang Dokter</title>
		<link>http://nadiahalwi.com/cerbung-dokter-impian-3-akrab-dengan-sang-dokter/</link>
		<comments>http://nadiahalwi.com/cerbung-dokter-impian-3-akrab-dengan-sang-dokter/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 15:35:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nadiah Alwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[CerBung - Dokter Impian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nadiahalwi.com/?p=419</guid>
		<description><![CDATA[SEBELUMNYA: [cerbung - DOKTER IMPIAN] 2. Bukan Dokter Idaman Dokter Bagas…namanya sih boleh juga. Nama yang sangat gagah bahkan. Seindah nama Dokter Putri, Dokter Jessica, Dokter Nadya. Paling tidak, ada yang patut disyukuri dari dirinya: nama yang indah. Dokter Bagas masih menjelaskan tentang kesehatan tubuh di depan kelas. Ia tidak terlihat terlalu malu-malu lagi sekarang. [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://nadiahalwi.com/cerbung-dokter-impian-3-akrab-dengan-sang-dokter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

