<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Nadiah Alwi &#187; Fiksi</title>
	<atom:link href="http://nadiahalwi.com/category/fiksi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nadiahalwi.com</link>
	<description>Seorang Perempuan yang Suka Menulis dan Ngeblog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Jul 2010 13:19:43 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mencinta</title>
		<link>http://nadiahalwi.com/mencinta/</link>
		<comments>http://nadiahalwi.com/mencinta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jun 2010 11:23:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nadiah Alwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nadiahalwi.com/?p=620</guid>
		<description><![CDATA[Sudah ia katakan berkali-kali, ia tak lagi memiliki kemampuan untuk mencinta.
&#8220;Tapi, kamu masih memiliki kemampuan untuk dicinta.&#8221;
Lagi-lagi ia nyatakan, bahwa untuk dicinta, tidak diperlukan kemampuan, melainkan kebutuhan. Pria itu tak paham.
Ia meminta pria itu pergi dulu dari hidupnya, selama beberapa saat. Ia ingin melihat, apakah ia mampu mencinta atau butuh dicinta. Jika satu saja terpenuhi, [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://nadiahalwi.com/mencinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berbahaya</title>
		<link>http://nadiahalwi.com/berbahaya/</link>
		<comments>http://nadiahalwi.com/berbahaya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jun 2010 16:31:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nadiah Alwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nadiahalwi.com/?p=614</guid>
		<description><![CDATA[Ia terhenyak. Tiba-tiba nama orang itu tak ada lagi di dalam daftar kontaknya. Ia sampai mencari berkali-kali. Apakah ia menghapusku dari daftar kontaknya? Tanyanya dalam hati.
Dua hari kemudian, ia menerima pesan di telepon genggamnya. Maaf, istriku menghapus kontak2ku yg menurutnya &#8220;berbahaya&#8221;. Jgn balas SMS ini ya.

Berbahaya? Ia kembali terhenyak. Apa yang harus dibahayakan dari dirinya? [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://nadiahalwi.com/berbahaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[cerbung - DOKTER IMPIAN] 5. Perasaan Si Pengantuk</title>
		<link>http://nadiahalwi.com/cerbung-dokter-impian-5-perasaan-si-pengantuk/</link>
		<comments>http://nadiahalwi.com/cerbung-dokter-impian-5-perasaan-si-pengantuk/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Apr 2010 10:14:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nadiah Alwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[CerBung - Dokter Impian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nadiahalwi.com/?p=544</guid>
		<description><![CDATA[SEBELUMNYA: [cerbung  - DOKTER IMPIAN] 4. Setengah Hari Bersama  Sang Dokter



“Gadis! Bangun!”
Terdengar suara Ibu yang lantang di telingaku.
Huhuhu…Ibu…tega sekali sih. Aku kan sedang istrahat.
“Kamu itu ya…sekarang sering sekali tidur siang di mana-mana. Di kamar mandi, di kursi depan, di ruang tamu…kenapa sih? Sakit?”
O-ow…Ibu kalau sudah cas-cis-cus begitu, itu tandanya aku memang sudah keterlualuan. [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://nadiahalwi.com/cerbung-dokter-impian-5-perasaan-si-pengantuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>-</title>
		<link>http://nadiahalwi.com/468/</link>
		<comments>http://nadiahalwi.com/468/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 01:21:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nadiah Alwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nadiahalwi.com/?p=468</guid>
		<description><![CDATA[Gadis itu duduk di sana, dengan topi merahnya, jaket ungunya, dan terakhir&#8230;tas kuningnya. Ia nampak begitu menyala. Gadis yang aneh. Kakiku melangkah mendekatinya. Nampak ia sedang menikmati biskuit stik yang ia celupkan ke dalam susu stroberi melalui celah di mana orang &#8216;normal&#8217; memasukkan sedotan. Lalu, ia meneguk susu itu melalui celah kecil yang sama. Tanpa [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://nadiahalwi.com/468/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[cerbung - DOKTER IMPIAN] 4. Setengah Hari Bersama Sang Dokter</title>
		<link>http://nadiahalwi.com/cerbung-dokter-impian-4-setengah-hari-bersama-sang-dokter/</link>
		<comments>http://nadiahalwi.com/cerbung-dokter-impian-4-setengah-hari-bersama-sang-dokter/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 05:56:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nadiah Alwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[CerBung - Dokter Impian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nadiahalwi.com/?p=424</guid>
		<description><![CDATA[SELANJUTNYA: [cerbung  - DOKTER IMPIAN] 3. Akrab dengan Sang Dokter
Pagi yang cerah. Aku terbangun saat adzan Subuh dikumandangkan oleh Pak Slamet, penjaga Masjid dekat rumahku. Suara Pak Slamet merdu sekali. Aku pernah nekat menanyakan kepada pria tua itu apakah dulu ia pernah berprofesi sebagai penyanyi. Dan, jawaban Pak Slamet sungguh dapat diduga: ‘Tidak pernah, [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://nadiahalwi.com/cerbung-dokter-impian-4-setengah-hari-bersama-sang-dokter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[cerbung - DOKTER IMPIAN] 3. Akrab dengan Sang Dokter</title>
		<link>http://nadiahalwi.com/cerbung-dokter-impian-3-akrab-dengan-sang-dokter/</link>
		<comments>http://nadiahalwi.com/cerbung-dokter-impian-3-akrab-dengan-sang-dokter/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 15:35:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nadiah Alwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[CerBung - Dokter Impian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nadiahalwi.com/?p=419</guid>
		<description><![CDATA[SEBELUMNYA: [cerbung  - DOKTER IMPIAN] 2. Bukan Dokter Idaman
Dokter Bagas…namanya sih boleh juga. Nama yang sangat gagah bahkan. Seindah nama Dokter Putri, Dokter Jessica, Dokter Nadya. Paling tidak, ada yang patut disyukuri dari dirinya: nama yang indah.
Dokter Bagas masih menjelaskan tentang kesehatan tubuh di depan kelas. Ia tidak terlihat terlalu malu-malu lagi sekarang. Ia [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://nadiahalwi.com/cerbung-dokter-impian-3-akrab-dengan-sang-dokter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[cerbung - DOKTER IMPIAN] 2. Bukan Dokter Idaman</title>
		<link>http://nadiahalwi.com/cerbung-dokter-impian-2-bukan-dokter-idaman/</link>
		<comments>http://nadiahalwi.com/cerbung-dokter-impian-2-bukan-dokter-idaman/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Dec 2009 02:35:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nadiah Alwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[CerBung - Dokter Impian]]></category>
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nadiahalwi.com/?p=411</guid>
		<description><![CDATA[SEBELUMNYA: [cerbung - DOKTER IMPIAN] 1. Seorang Dokter untuk Warga Kota Berkulit Hitam
Hari ini sudah hari Jum’at. Sudah lima hari dokter laki-laki itu bertugas di kotaku. Tapi, belum sekalipun kumelihat wajahnya.
Yah, sudah lima hari ini pula guru-guru di sekolah rajin memberi PR. PR yang membosankan. Bayangkan, aku harus mengerjakan lima belas soal matematika, dua puluh [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://nadiahalwi.com/cerbung-dokter-impian-2-bukan-dokter-idaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[cerbung - DOKTER IMPIAN] 1. Seorang Dokter untuk Warga Kota Berkulit Hitam</title>
		<link>http://nadiahalwi.com/cerbung-dokter-impian-1-seorang-dokter-untuk-warga-kota-berkulit-hitam/</link>
		<comments>http://nadiahalwi.com/cerbung-dokter-impian-1-seorang-dokter-untuk-warga-kota-berkulit-hitam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 18:08:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nadiah Alwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[CerBung - Dokter Impian]]></category>
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nadiahalwi.com/?p=402</guid>
		<description><![CDATA[Kulit kami hitam, tapi kami bahagia.
Apa yang lebih membahagiakan daripada tinggal di tepi pantai? Kulit legam tak jadi masalah. Setidaknya buatku. Entah buat teman-temanku yang lain yang lebih suka mengeram diri di rumah agar terlihat lebih putih—tapi tetap saja terlihat sama hitamnya denganku.
Oh ya, tadi sudah kukatakan kan bahwa aku tinggal di tepi pantai? Kota [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://nadiahalwi.com/cerbung-dokter-impian-1-seorang-dokter-untuk-warga-kota-berkulit-hitam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Cerpen] Kenangan yang Terlepas dari Pandangan</title>
		<link>http://nadiahalwi.com/cerpen-kenangan-yang-terlepas-dari-pandangan/</link>
		<comments>http://nadiahalwi.com/cerpen-kenangan-yang-terlepas-dari-pandangan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 01:32:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nadiah Alwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nadiahalwi.com/?p=358</guid>
		<description><![CDATA[Rumah itu tidak besar, tidak pula kecil. Cukuplah untuk menampung kami sekeluarga. Kuakui, tanda-tanda bekas bocor ada di mana-mana. Di langit-langit kamarku juga ada. Aku dan dua adik perempuanku &#8212; sambil berbaring santai &#8212; kerap menebak-nebak dan membayangkan bercak kecoklatan itu sebagai buaya, awan gelap, ubur-ubur, sepatu, bintang laut patah kaki, kue bolu, dan banyak [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://nadiahalwi.com/cerpen-kenangan-yang-terlepas-dari-pandangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sepi</title>
		<link>http://nadiahalwi.com/sepi/</link>
		<comments>http://nadiahalwi.com/sepi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Apr 2009 15:18:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nadiah Alwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nadiahalwi.com/bahasa/?p=228</guid>
		<description><![CDATA[Sore itu, hujan turun malu-malu. Di telapak tangan yang kukeluarkan dari jendela bus, hanya ada bintik-bintik kecil air.
Tapi, kulihat awan begitu pekat. Angin berhembus kencang. Ah, mungkin awan pekat itu sudah tergiring hembusan angin, pikirku.
Di hadapanku, di kursi yang letaknya persis di belakang kursi sang supir, dua gadis SMA sedang saling berbagi cerita.
Mereka tertawa, berbisik, [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://nadiahalwi.com/sepi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
