güzel sözler chat yap çet yap çet film izle indirmeden film izle video izle bilgisayar teknik servis halı yıkama oyun oyna porno izle sex sikiş porno dedicated server vps

Archive for the ‘Hidup’ Category

Konflik

Pada dasarnya, saya tipe orang yang malas jika harus berkonflik. Saya lebih suka diam dan menjalani atau mengacuhkan saja. Selama masih kuat, selama kesabaran masih banyak tersisa.

Tapi, tak jarang saya terpaksa mengungkapkan sesuatu yang mungkin dapat memicu konflik. Saya tidak suka. Tapi harus dilakukan. Tidak bisa saya acuhkan begitu saja.

Kalau sudah begitu, perut saya terasa sakit. Tapi, kalau tidak saya ungkapkan, dada saya terasa sesak. Simalakama banget nggak, sih!

Saya sadar, hidup ini tidak sendiri. Mau tidak mau saya harus berinteraksi. Meskipun interaksi itu sendiri kerap berurusan dengan hal-hal yang dapat memicu konflik.

Semoga saya kuat menahan diri dan memiliki stok kesabaran sebanyak mungkin, agar tidak perlu berkonflik dengan siapapun. Aamiin.

Definisi Cinta

definisi-cintaTadi sore, saya kumpul-kumpul dengan beberapa teman. Iseng aja, mendadak, kebetulan si A sedang bersama si B, lalu mereka mengontak si C, kemudian si D, yang dijemput oleh si E. Dan kami berlima pun berkumpul sore-sore untuk ngupi dan cerita-cerita.

Ngobrol punya ngobrol, entah bagaimana, akhirnya pembicaraan mengalir ke satu titik: DEFINISI CINTA.

Sementara si E sedang pergi dulu sebentar, masing-masing mengutarakan definisi cinta.

A: Cinta adalah pengorbanan

B: Love takes time (ini mah lagu ya?)

C: Cinta itu beda dengan kasih sayang. Cinta itu love, sayang itu care.

D: Cinta itu perasaan saat hati berdebar-debar akibat bertemu sang pujaan. Kalau sayang itu perasaan yang timbul kemudian, setelah cinta sama-sama bertepuk. (Ini definisi saya!)

E: (tiba-tiba muncul kembali, langsung ditanya, dan segera menjawab) Cinta itu ikhlas.

Akhirnya E penasaran, ia pun mencari definisi cinta di Wikipedia. Maklum, orang IT, jadi apa-apa dicari di internet? ^___^

Penjelasan Oom Wiki tentang cinta bisa dilihat di SINI.

Akhirnya, kami pun berkesimpulan bahwa definisi cinta itu unik, sesuai dengan pengalaman kehidupan percintaan yang pernah dilewati masing-masing individu.

So, apa definisi cinta menurut kamu? Care to share?

Ending PPT 5

para-pencari-tuhanDi awal kisah PPT 5 silam, saya sempat menuliskan tentang kisah-kisah apa saja yang sepertinya akan diangkat di postingan ini.

Ternyata, banyak sekali kisah yang berkembang. Namun ada satu tema yang tampaknya sangat menonjol di PPT 5 ini. Yaitu permasalahan dalam rumah tangga dan bagaimana tokoh-tokoh di sinetron ini menyikapinya.

Saya menerka, tema ini khusus diangkat dan ditempelkan pada beberapa tokoh sekaligus karena begitu banyak permasalahan dalam rumah tangga yang muncul sekarang ini. Dan, sayangnya, beberapa berakhir dengan memprihatinkan. Padahal, mungkin tak sedikit yang masih bisa diselamatkan. Seperti dalam kisah PPT 5 ini.

  • Mengenai permasalahan keuangan yang dialami oleh Pak Jalal dan istrinya. Hal ini pernah diangkat saat Bang Asrul dan Kak Mira masih dalam kekurangan. Sungguh indah penerimaan Kak Mira akan keadaan mereka saat itu. Namun, dalam PPT 5, diangkat pula betapa sesungguhnya Pak Jalal sebagai suami tetap harus memperjuangkan kehidupan keluarganya dan mencari nafkah dengan serius meskipun sang istri sudah dapat menerima keadaan mereka. Tak dapat dipungkiri, saat ini perekonomian tak menentu. Mungkin tak jarang yang akhirnya memutuskan untuk berpisah karena permasalahan ini. Namun, apakah perpisahan harus menjadi satu-satunya jalan keluar, padahal masih banyak yang dapat disyukuri di sisi lain kehidupan mereka?
  • Permasalahan Kak Mira yang masih merasa tidak nyaman dan aneh dengan perubahan dalam diri Bang Asrul. Padahal, sejatinya Bang Asrul hanya menjalankan sunah-sunah Rasul, salah satunya adalah memakai celak. Setelah dinasihati Bu Ustadz dan mendengarkan penjelasan Bang Asrul, Kak Mira tampak menerima perubahan Bang Asrul.
  • Rencana perceraian Udin dan Herlina. Yang diangkat di sini sepertinya lebih kepada betapa tidak dibenarkannya bagi seorang perempuan yang meminta cerai dengan alasan yang tidak dibenarkan syariat ataupun dengan main-main. Menurut keterangan Kak Haifa alias Bu Ustadz, diharamkan baginya mencium bau surga. Sepertinya Herlina memang tidak serius dengan permintaan cerainya, sehingga ia sangat terkejut mendengar penjelasan itu. Dan pada tampaknya perceraian pun tidak terjadi.
  • Hubungan saling menguatkan yang terbangun di antara Ustadz fery dan Kak Haifa. Tampak jelas Kak Haifa menjadi istri yang sangat intens dalam memberi dukungan kepada sang suami, bagaimana pun keadaannya. Dalam susah maupun senang.
  • Permasalahan CLBK Azzam dan Kalila. Duh, saya benar-benar merasa tidak simpatik kepada Kalila pada PPT 5 ini. Satu sisi, ia memang menjadi korban. Namun, di sisi lain, ia juga menjadi pelaku utama kekacauan yang terjadi dalam rumah tangga Azzam dan Aya. Alhamdulillah, pada akhirnya Azzam menyadari bahwa Aya lah permaisurinya yang sesungguhnya, bukan Kalila.
  • Permasalahan poligami dan ibu mertua yang mendera Aya. Bagi saya, Aya adalah tokoh yang unik. Karena, di satu waktu dapat membuat saya gemas setengah mati, namun di waktu lain bisa membuat saya menyayanginya bak adik sendiri. Caranya menyikapi kedua masalah itu juga unik. Pun caranya memperbaiki hubungannya dengan sang suami. Manis.

Ending PPT 5 ini menurut saya indah. Terutama karena dibacakannya surat Ar-Rahman yang berhasil membuat hati saya gerimis.

Juga kata-kata Aya, “Terlalu banyak kenikmatan yang kurang kusyukuri.”

Ditambah lagi dengan kalimat terakhir Bang Jack, “Ajari aku untuk terus bersyukur ya Allah. Hidup terlalu singkat untuk hanya dikenali keburukannya.”

Dalam hubungan suami-istri, tentu ada saja kerikil yang menganggu, entah itu tajam ataupun tidak. Namun, seperti halnya dalam bentuk hubungan apapun antar manusia, tidak ada yang tidak dapat diperbaiki.

Seperti kalimat Bang Jack, “Setiap orang boleh nyari jalan keluar, tapi sebaek-baeknya pertolongan hanya kepada Allah.”

Semoga kita semua dapat menghalau kerikil-kerikil itu dengan bantuan pertolongan dari Allah. Dan, walaupun kerikil itu tak kunjung pergi, semoga kita tetap dapat melihat hal-hal indah yang patut disyukuri dalam hubungan yang komitmennya kita buat di hadapan Allah tersebut. Aamiin.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

PPT 5: Dialog Udin dan Asrul

asrul-udin-pptDialog antara dua sahabat, Udin dan Asrul, di Sinetron Para Pencari Tuhan kerap membuat saya berkerut kening walau tak jarang juga membuat saya tertawa.

Dialog barusan tentang betapa keluarga adalah urusan dunia yang kita yang sebaiknya kita cintai  dengan sewajarnya saja, tidak terlalu berlebihan, apalagi menghamba. Karena pada akhirnya akan diambil kembali oleh-Nya, entah dengan cara yang menyakitkan ataupun tidak membuat saya terhenyak.

Terlebih dialog lanjutan mereka:

Udin: Boleh nangis?

Asrul: Boleh, tapi jangan sampai meraung-raung, seakan Allah hanya mampu menghadirkan kesusahan dalam hidupmu.

Subhanallah.

Dialog itu membuat saya berkaca dengan beribu bahkan berjuta air mata yang pernah menetes di pipi ini. Terkadang, jika sedang dirundung malang, kita bisa menangis sejadi-jadinya. Padahal, jika hal itu telah berlalu, toh pada akhirnya kita bisa melanjutkan hidup. Jadi, apa makna tangis kita itu sebenarnya?

Ada yang bilang, tangis bisa membuat kita merasa lega. Saya mau tidak mau setuju. Setelah selesai mengumbar kesedihan lewat air mata, biasanya dada menjadi plong. Tapi mudah-mudahan setelah diingatkan oleh Asrul melalui dialognya di atas, saya akan lebih beradab dalam menangis. Amin.

Foto dari: FB Udin Nganga dan Asrul Dahlan

Dari Hati ke Hati dengan Suami

dari-hati-ke-hatiDalam rumah tangga, komunikasi menjadi salah satu hal terpenting. Jika komunikasi gagal, terkadang masalah pun bisa muncul. Atau bahkan masalah yang sudah ada justru akan bertambah rumit.

Berbekal pesan dari orang tua bahwa jika pagi jangan memulai keributan dan jika ada yang baru pulang jangan dilaporkan hal-hal yang tak mengenakan, maka saya pun berusaha menerapkannya.

Di samping itu, belajar dari lingkungan, perempuan adalah penyeimbang emosi dalam keluarga, entah itu emosi yang berupa rasa bahagia, rasa sedih, ataupun amarah. Jadi, perempuan harus pandai-pandai membaca situasi dan mengolahnya — meskipun laki-laki juga bukan berarti bisa seenaknya tanpa memperhatikan situasi lho.

Karena itu, saya selalu berusaha menjalin komunikasi dengan suami dalam situasi yang kira-kira netral ataupun riang.

Berikut ini adalah beberapa DOs and DON’Ts yang biasanya saya jadikan patokan.

DOs:

  • Perhatikan daily mood suami, setelah beberapa hari biasanya bisa terbaca kapan-kapan saja ia merasa nyaman. Di situlah saya biasanya mengambil kesempatan untuk berbicara.
  • Siapkan kata-kata yang netral, kalau perlu manis, meskipun sebenarnya yang ingin disampaikan adalah unek-unek.
  • Buatlah suasana yang nyaman sebelum memulai pembicaraan yang kira-kira agak serius dan berpotensi menguras emosi.
  • Jika kira-kira nada bicara kita atau suami tiba-tiba meninggi, istighfar dan hentikan atau alihkan pembicaraan, agar tidak terjadi pertengkaran.

DON’Ts:

  • Jangan pernah membicarakan masalah atau menceritakan sesuatu yang kurang mengenakkan saat suami baru pulang. Jalan yang macet sudah cukup membuatnya kesal, jangan kita tambahkan.
  • Jangan memulai pembicaraan untuk hal-hal yang penting saat kita sedang merasa kesal dan emosi. Tunggu hingga reda. Memang sih, kadang kayaknya jadi nggak seru lagi. Tapi apa mau jika berakhir dengan pertengkaran yang sebenarnya bisa dihindarkan?
  • Jangan pernah memulai pembicaraan dengan kata-kata sindiran dan berharap ia paham. Karena, ada 2 kemungkinan yang bisa terjadi: 1. Ia tak paham dan cuek, sehingga kita kesal sendiri; 2. Ia tersinggung, dan memicu pertengkaran.
  • Jangan menggunakan nada tinggi jika bisa diusahakan untuk menggunakan nada netral.
  • Jangan merepet panjang lebar (baca: mengomel tidak jelas). Kita sendiri tidak suka jika harus mendengarkan hal serupa, bukan?

Hm…apa lagi ya? Tapi ya kira-kira seperti itu lah.

Diharapkan, jika rambu-rambu di atas sudah saya turuti, saya dapat menghadirkan komunikasi dari hati ke hati yang nyaman dengan suami.

Atau, teman-teman punya pengalaman atau DOs and DON’Ts lainnya? Sharing yuk.

Tulisan ini sekedar self reminder, pengingat bagi saya. Senang sekali jika ada yang mau menambahkan :) .