Konflik
Posted in Hidup, Saya / Aku, Self Reminder on 12/30/2011 06:37 pm by Nadiah Alwi
Pada dasarnya, saya tipe orang yang malas jika harus berkonflik. Saya lebih suka diam dan menjalani atau mengacuhkan saja. Selama masih kuat, selama kesabaran masih banyak tersisa.
Tapi, tak jarang saya terpaksa mengungkapkan sesuatu yang mungkin dapat memicu konflik. Saya tidak suka. Tapi harus dilakukan. Tidak bisa saya acuhkan begitu saja.
Kalau sudah begitu, perut saya terasa sakit. Tapi, kalau tidak saya ungkapkan, dada saya terasa sesak. Simalakama banget nggak, sih!
Saya sadar, hidup ini tidak sendiri. Mau tidak mau saya harus berinteraksi. Meskipun interaksi itu sendiri kerap berurusan dengan hal-hal yang dapat memicu konflik.
Semoga saya kuat menahan diri dan memiliki stok kesabaran sebanyak mungkin, agar tidak perlu berkonflik dengan siapapun. Aamiin.
Tadi sore, saya kumpul-kumpul dengan beberapa teman. Iseng aja, mendadak, kebetulan si A sedang bersama si B, lalu mereka mengontak si C, kemudian si D, yang dijemput oleh si E. Dan kami berlima pun berkumpul sore-sore untuk ngupi dan cerita-cerita.
Di awal kisah PPT 5 silam, saya sempat menuliskan tentang kisah-kisah apa saja yang sepertinya akan diangkat di
Dialog antara dua sahabat, Udin dan Asrul, di Sinetron Para Pencari Tuhan kerap membuat saya berkerut kening walau tak jarang juga membuat saya tertawa.
Dalam rumah tangga, komunikasi menjadi salah satu hal terpenting. Jika komunikasi gagal, terkadang masalah pun bisa muncul. Atau bahkan masalah yang sudah ada justru akan bertambah rumit.







