güzel sözler chat yap çet yap çet film izle indirmeden film izle video izle bilgisayar teknik servis halı yıkama oyun oyna porno izle sex sikiş porno dedicated server vps

Archive for the ‘Islam’ Category

Memberi Makan Orang yang Sedang Berpuasa

Beberapa waktu sebelum Maghrib, saat saya lewat di meja makan, saya menemukan sebungkus kantung plastik yang berisi dua gelas bubur sumsum + biji salak. Wuih, menggoda nian.

Saya tanya ke mereka yang ada di dekat-dekat sana punya siapakah makanan itu. Tak ada seorang pun yang tahu.

“Dikirim untuk Ibu berbuka mungkin,” ujar Pengasuh Hana.

“Siapa yang kirim?”

“Yang nggak kelihatan,” jawabnya asal.

Hayah…

Jujur, saya benar-benar tegoda oleh tampilan makanan tersebut. Saya berusaha mencari tahu. Apakah ini rejeki saya atau bukan.

Adik saya yang tengah, Najib, keluar kamar. Dan, ketika saya tanyakan kepadanya, senyum saya pun terkembang.

“Tadi dari teman.”

“Kakak lagi puasa nih…boleh minta buat berbuka?”

“Makan aja, Kak.”

“Alhamdulillah.”

Kebetulan, adik bungsu saya juga sedang puasa, jadi satu gelas untuk saya, satu lagi untuk dia. Alhamdulillah.

Terima kasih untuk teman Najib. Terima kasih juga untuk Najib. Insya Allah, kalian berdua juga mendapatkan pahala puasa kami. Amin.

Kalau dipikir-pikir lucu juga ya? Ia bisa memberi makan orang yang sedang berpuasa meski ia awalnya hanya berniat memberikan makanan tersebut untuk orang yang tidak sedang berpuasa.

Ket. gambar: dari blog Bunda Inong.

Dibayar Kontan

Hari ini adalah hari kelahiran saya. Sudah 32 tahun ini saya diberi kesempatan oleh-Nya untuk bermukim di bumi.

nadiah-alwiSaya tidak merayakannya di dunia offline, tapi di dunia online saya mengadakan semacam syukuran dengan menggelar sayembara di toko buku online saya, http;//bukumurmer.multiply.com.

Dana yang awalnya sempat hendak saya gunakan untuk perayaan di dunia offline saya berikan kepada Mama. Karena, saya berkeyakinan bahwa yang lebih berhak diberikan ucapan selamat atau hadiah adalah seorang ibu karena ia yang bersusah payah mengeluarkan si jabang bayi di ruang bersalin.

Tapi, tadi sore, saya ke pasar untuk mengajak Hana, anak saya, dan Mama. Sekedar iseng-iseng saja. Saya membeli dua bungkus pempek — satu untuk Mama, satu untuk saya — dan duren sebatu –bukan sekepala.

Meski hari ini hari yang spesial, tetap saja tak luput dari hal-hal yang membuat kesal. Tapi, alhamdulillah, saya mampu melihat sisi lain dari kekesalan atau kekecewaan itu. Kenapa?

Karena, saya dibayar kontan oleh-Nya. Sempat tercengang. Saya tidak mengharapkan hadiah apapun — walau seorang sahabat telah lebih dulu menghadiahkan sebuah buku idaman dua hari yang lalu. Bahkan, sebenarnya memang sudah saya canangkan untuk memberi di hari pertama usia saya yang ke-32 ini, tidak untuk menerima — meski sempat juga meminta kepada si Abi alias suami tercinta untuk dicarikan software web di dunia maya. Tapi, Yang Maha Mengetahui kembali menunjukkan, saya yang berencana, Ia Yang Menentukan. Subhanallah.

Malam tadi ada yang memberikan hadiah untuk saya dan nominalnya melebihi apa yang telah saya keluarkan hari ini. Hadiah itu tentu sangat berharga bagi saya. Tapi, sebenarnya, ada yang lebih berharga lagi. Pelajaran akan kehidupan.

Bahwa, saya tidak tahu apa-apa. Bahwa, yang paling tahu yang terbaik untuk saya adalah Yang Menciptakan saya.

Belakangan ini, saya akui, begitu banyak hal terjadi dalam hidup saya. Sebagai manusia yang diberikan kemampuan bertanya, terkadang muncul juga di kepala saya pertanyaan, “Why?”

Kadang saya dapat melihat hikmah di balik semua. Di lain kesempatan saya hanya dapat menerka apa maksud semua itu. Bahkan pernah juga ada masanya saya bingung dan tak ada clue sama sekali.

Mungkin Ia ingin saya paham bahwa apapun itu, Ia menjadikannya takdir untuk saya karena tak ada hal lain yang lebih baik yang dapat terjadi dalam hidup saya. Mungkin jika ia menakdirkan hal lain, saya takkan sanggup menjalaninya.

Lucu sekali. Saya tidak berniat berkontemplasi di hari istimewa ini. Tapi, lihat saja apa jadinya. Dan, oh, saya sangat teramat bersyukur karenanya.

Selamat ulang tahun, Nadiah Alwi.

Menghadiri Maulid

maulidSaya memang tidak terlalu sering menghadiri Maulid. Biasanya hanya jika yang mengadakan adalah Papa di Mushallah depan rumah. Karena, saya kan pasti ikut membantu. Yang lain adalah ketika pengajian yang biasa saya datangi juga mengadakan Maulid.

Sekitar dua minggu yang lalu, saya menghadiri Maulid di sebuah Mushallah yang dekat dengan rumah. Setiap bulan saya memang ikut pengajian di situ, pengajian yang dipimpin oleh Ustadzah Halimah Alaydrus.

Klik untuk melanjutkan membaca ya »

Masjid Al-Barkah, Situ Gintung

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ

(26) Semua yang ada di bumi itu akan binasa.

وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

(27) Namun, tetap kekal Dzat Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan. Klik untuk melanjutkan membaca ya »

Maulid Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad dilahirkan pada tanggal 12 Rab’ul Awal yang jatuh pada hari ini, 9 Maret 2009.

Undangan Maulid pun berdatangan. Insya Allah, jika tak ada halangan, saya akan datang ke acara Maulid yang akan dilaksanakan di pengajian Ustadzah Halimah pada akhir bulan ini.

Klik untuk melanjutkan membaca ya »