Archive for the ‘Kata’ Category

Tentang Menulis Blog

Saya sudah menulis blog sejak tahun 2004. Mulai di blogspot, lalu di multiply, lalu kembali ke blogspot.

Saya sangat mencintai dunia blog karena akhirnya saya dapat mengekspresikan diri melalui tulisan di tempat yang lebih seru ketimbang buku harian.

Setelah 4 tahun melanglang buana di dunia maya menggunakan blog gratisan, akhir tahun lalu, saya memutuskan untuk memiliki blog non gratisan. Saya mengawalinya dengan http://tingkahanak.com yang memang saya dedikasikan khusus untuk hal-hal yang berbau anak.

Dan, awal 2009 ini, saya melangkah lebih jauh dengan memiliki situs yang menggunakan nama saya, http://nadiahalwi.com/. A ‘lil bit narsis memang. Tapi, demi kecintaan pada tulis-menulis dan blog, saya jabanin juga.

Awalnya, seperti pada blog-blog saya yang lain, saya ber-aku ria. Tapi, memasuki bulan kedua kepemilikian blog ini, saya memutuskan untuk ber-saya ria. Alasannya adalah karena saya tak mengenal semua pengunjung web saya. Jadi, kata saya terasa lebih tepat.

Namun, saya mulai berpikir-pikir lagi. Karena, seorang sahabat yang baru saja saya minta berkunjung ke sini protes. Katanya, terlalu kaku. Dan, bukan saya banget.

Jadi, sekarang, saya sedang menimbang-nimbang untuk kembali ber-aku ria di sini. Plin-plan ya? Haha…

Terlebih, saya baru saja mengunjungi blog saya yang lama, http://bunda-nadnuts.blogspot.com/. Kok rasanya lebih seru ber-aku ria?

Hm…we’ll see. Tapi, yang pasti, ber-aku atau ber-saya, saya tetap suka ngeblog. Dan, akan terus ngeblog — kecuali lagi dikejar deadline.

Gambar koleksi http://www.islandheritage.org/. Agak gak nyambung ya sebenarnya. Hehe…

Kata: Jepretan

fotografiMasih ada hubungannya dengan kegiatan menerjemahkan naskah beberapa waktu yang lalu, kali ini saya menemukan kata lain yang cukup seru — paling gak menurut saya — untuk dibahas.

Saya harus menemukan padanan kata ‘shot‘ yang terkait dengan bidang fotografi.

Tahu kata apa yang muncul di kepala saya? Jepretan!

Hayah, kok jepretan si? Tapi ya memang begitu. Selama beberapa saat saya berpikir keras untuk menemukan kata lain yang lebih ‘Indonesia.’

Pikir…

Pikir…

Pikir…

Nah…ketemu! Bidikan!

Mau nggak mau saya menertawakan diri sendiri juga. Suami yang sering saya jadikan referensi untuk mencari padanan kata juga ikut tertawa-tawa. Padahal, saat saya tanyakan tentang kata lain jepretan dalam fotografi, ia juga tidak dapat membantu.

“Kaget denger kata jepretan,” ia beralasan.

Hm…dipikir-pikir memang konyol juga sih, di otak settingannya menerjemahkan secara resmi, tapi kok yang muncul malah kata jepretan?

:)

Kata: Nyelap

Orang Betawi pasti sering bertemu dengan kata ini, NYELAP.

Artinya terlalu manis atau terlalu gurih sehingga tidak terlalu nikmat lagi.

gulaNah, saat menerjemahkan naskah beberapa waktu yang lalu, saya menemukan kata ‘cloying‘ dan ‘unbearably sweet‘ yang sepertinya pas sekali jika saya terjemahkan dengan kata nyelap itu.

Sebelum menggunakannya, saya mencari kata tersebut di KBBI saya yang keluaran tahun 1993 (edisi kedua) itu — warisan dari Kakek. Kata selap ada, tapi definisinya kurang pas — saya sertakan definisi kata selap di bawah. Kata nyelap tidak ada.

Saya coba cari juga di KBBI online. Sama saja.

Akhirnya saya pasrah. Saya batal menggunakan kata ‘nyelap’ tadi dan dengan terpaksa bertahan dengan gabungan kata ‘terlalu manis’ walau rasanya masih tidak sepas kata ‘nyelap.’

Mungkin gak ya kata itu masuk KBBI?

—————————————————————————-

se·lap v pingsan (hilang ingatan dsb) krn kerasukan roh jahat;
me·nye·lap v 1 masuk ke dl tubuh (tt roh jahat dsb); merasuk: hantu dapat – orang yg lewat di bawah pohon itu; 2 menimpa (tt penyakit, kegelisahan, kemarahan, dsb); menyerang: bencana alam sering – daerah yg tandus itu;
me·nye·lapi v menyelap;
ter·se·lap v tiba-tiba terlupa akan dirinya; tidak sadar;
ke·se·lap·an v 1 kemasukan setan; 2 hilang ingatan (krn sangat marah dsb)

Hiy…