Pada dan Kepada yang Bikin Gemes
Posted in Buku, Kata on 11/03/2010 07:26 am by Nadiah Alwi
Ada apa dengan pada dan kepada? Ada salah paham. Hehe. Bukan si pada dan si kepada yang salah paham sih. Tapi, para pengguna keduanya.
Kini, saatnya kita membedakan pada dan kepada.
Yuk, intip di KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) – jangan mentang-mentang orang Indonesia, udah jago berbahasa Indonesia, terus nggak punya kamusnya, banyak lho kata-kata dalam bahasa Indonesia yang ternyata tidak benar-benar kita pahami maknanya. Sayang KBBI online lagi susah diakses — kenapa ya? Jadi, aku menyalin penjelasan kata pada dan kepada di bawah ini dari KBBI milikku yang merupakan warisan berharga dari alm. kakek – KBBI edisi kedua, cetakan kedua, tahun 1993, jadul abis tapi masih berguna.
Pada p 1 kata depan yang dipakai untuk menunjukkan posisi di atas atau di dalam hubungan dengan, searti dengan di (dipakai di depan kata benda, kata gandi orang, keterangan waktu): pada dasarnya; ada padanya; pada keesokan harinya; 2 menurut …: pada sangkanya.
Kepada p kata depan untuk menandai tujuan orang: buku ini saya berikan kepadamu.
Jelas kan, perbedaannya?
Jadi, kira-kira kalau ada kalimat seperti di bawah ini benar atau salah ya?
“Saya sudah mengatakan hal itu padanya.”
Jawabannya: salah! Yang benar:
“Saya sudah mengatakan hal itu kepadanya.”
Sebenarnya sih nggak gemes-gemes amat kalau digunakan dalam bahasa lisan atau tulisan di blog — yang sering bergaya lisan. Tapi, ini berbentuk tulisan yang aku temukan dalam beberapa buku! Yang semestinya sudah diedit kan? Dan, urusan pada dan kepada ini berulang-ulang. Bukan hanya sekali. Kalau sekali, kan bisa saja salah tulis. Tapi, kalau berkali-kali, tandanya si penulis, penerjemah (pada buku terjemahan), dan/atau si editor tidak memahami perbedaan antara pada dan kepada.
Nah, keluar sudah unek-unekku semua soal pada dan kepada ini. Lega. Hehe. Nggak apa kan, curhat dikit?
[Foto hasil bidikan Miguel Saavedra]
Aku teringat salah satu episode dalam serial televisi “Kiamat Sudah Dekat.” Ketika peran yang dimainkan oleh Deddy Mizwar meminta peran yang dimainkan oleh Andre Taulany untuk mempelajari makna ikhlas sebagai syarat untuk dapat mempersunting anaknya — yang diperankan oleh Zaskia Adya Mecca. Dan, akhirnya, Andre Taulany merelakan Zaskia Adya Mecca yang sangat dicintainya untuk menikah dengan pria pilihan Deddy Mizwar. Dan, saat itulah Deddy Mizwar justru melihat bahwa Andre Taulany sudah memahami makna ikhlas.
Masih ada hubungannya dengan kegiatan menerjemahkan naskah beberapa waktu yang lalu, kali ini saya menemukan kata lain yang cukup seru — paling gak menurut saya — untuk dibahas.
Nah, saat menerjemahkan naskah beberapa waktu yang lalu, saya menemukan kata ‘cloying‘ dan ‘unbearably sweet‘ yang sepertinya pas sekali jika saya terjemahkan dengan kata nyelap itu.







