Archive for the ‘Keluarga’ Category

Kangen

Tadi sore, sepulang dari Duren Sawit, basecamp KainIkat.com, aku terhenyak. Di dalam bus kopaja 612 yang kutumpangi, duduk seorang nenek yang hampir saja membuatku menangis di tempat.

Bukan, bukan karena beliau tampak mengenaskan — misalnya berbaju lusuh atau nampak tak terawat. Justru sebaliknya.

Beliau sangat rapi. Kulitnya bersih, tasnya nampak masih bagus, baju lengan panjang dan celana panjangnya yang berwarna coklat dengan motif bunga kecil-kecil juga sangat rapi. Tudung rajut coklat kepalanya juga masih apik. Cincin di tangannya pun nampak cantik — dan, ya, aku memperhatikan semua yang ada pada dirinya.

Beliau mengingatkan aku kepada Jiddah, nenekku yang telah berpulang tiga tahun yang lalu. Gelambir di pipi dan leher…seindah gelambir di pipi dan leher Jiddah yang dulu sering kusentuh dengan gemas.

Sisa kecantikan beliau…serupa dengan sisa kecantikan yang nampak di wajah Jiddah.

Sungguh tadi aku ingin sekali menangis. Tapi, kutahan.

Aku juga ingin memfoto beliau dengan HP-ku — tanpa sepengetahuan beliau tentunya. Tapi, kuurungkan. Bukan karena takut ketahuan. Melainkan karena aku tak ingin membawa rasa kangen itu hingga ke rumah.

Namun, mau tak mau terbawa juga. Setiap sudut rumah yang kutinggali saat ini dipenuhi kenangan tentang Jiddah. Aku ingat di mana Jiddah dulu duduk menonton tv, menikmati kursi goyangnya, menyendok bubuk Milo dari toples sebagai cemilan, bahkan hingga di mana-mana saja Jiddah pernah terjatuh.

Aku tahu, tak ada yang abadi. Suatu hari, aku takkan bisa menikmati tiap sudut itu lagi. Sebagaimana aku tak bisa menikmati gelambir di pipi dan leher Jiddah pada jemariku. Tapi, aku menyimpan semua di hati, dalam kenangan. Seperti kenangan tadi sore.

Dan, di dalam bus 612, ingin sekali kuelus pundak si nenek cantik itu saat beliau terbatuk. Batuknya pun persis seperti Jiddah. Namun, aku takut tindakanku tergolong tidak sopan untuk orang yang tidak saling mengenal.

Saat terbatuk, beliau mengeluarkan sapu tangan. Ya Allah, sapu tangannya sama dengan sapu tangan Jiddah! Sapu tangan kotak-kotak putih oranye kekuningan.

Ingin kukatakan kepada beliau bahwa meski tak mengenalnya, aku merasakan kasih sayang di hati saat melihatnya. Tapi, aku sudah harus turun dari bus.

Ah, andai aku dapat memeluk nenek itu…mungkin rasa kangen itu terobati…atau tidak? Wallahualam.

*Al-fathihah untuk Jiddah dan Jid*

Foto dari SINI.

Setiap sudut rumah yang kutinggali saat ini dipenuhi kenangan tentang Jiddah. Aku ingat di mana Jiddah dulu duduk menonton tv, menikmati kursi goyangnya, menyendok bubuk Milo dari toples sebagai cemilan, bahkan hingga di mana-mana saja Jiddah pernah terjatuh.

Selamat Tahun Baru!

Alhamdulillah, sudah tahun baru (hijriah). Setahun telah berlalu.

Seperti yang diajarkan mertua tercinta, sebelum Maghrib (setelah Ashar) membaca do’a akhir tahun, lalu setelah Maghrib membaca do’a awal tahun.

Saat berdo’a, tak terasa air mata berjatuhan. Mengingat semua dosa yangtelah diperbuat sambil berharap tahun depan menjadi tahun yang lebih baik.

Sudah lama aku tidak berani memiliki harapan besar. Tapi, kali ini tak terhindarkan. RUMAH. Ya, aku ingin memiliki a place that I can call HOME.

Bukan tak bersyukur, aku bersyukur sekali dapat menempati sebuah kamar di rumah Nenek di kawasan Tebet. Tapi, toh pada akhirnya rumah ini harus berpindah tangan alias dijual. Aku harus mempersiapkan diri.

Dan, memang sudah saatnya. Terakhir kami — aku, suami, dan anak — berumah sendiri adalah tahun 2005. Karena permintaan Nenek serta satu dan lain hal, kami kembali ke rumah Nenek yang memang pernah menjadi rumahku semenjak aku lahir hingga sebelum menikah.

Dan, aku rindu saat-saat itu. Sehingga, mungkin resolusi besar tahun ini (tahun baru hijriah ini, 2010 kalo masehinya) adalah a place of my own.

Resolusi lainnya adalah semakin banyak menerjemahkan, semakin sering menulis, semakin seru jualan online kain ikat dan batik-nya, semakin punya lebih banyak waktu buat Hana, semakin yakin untuk ngasih adik buat Hana (secara capek gitu ditanya-tanya terus), semakin bisa lebih sabar menghadapi apapun. AMIN.

Nengok sebentar ah ke belakang. Tahun kemarin (2009 kalo masehinya), adalah tahun belajar hal baru. Di antaranya:

  • Jualan kain ikat dan batik secara online. Dulu jual buku online (masih sih sampai sekarang). Agak beda perilaku pembeli dan pendekatannya.
  • Menulis skrip untuk acara TV. Thanks to Jeruk Oranye nih. Seru dan…seru pokoknya! Haha…

Terus, aku juga kembali menerjemahkan. Thanks to kepercayaan dari Ufuk Press.

Tahun 2009 aku berhasil melewati angka 20-an dalam hal perbukuan. Meski tak sebanyak kutu buku lainnya, lumayanlah, 30 buku berhasil kulahap.

Not the bestest year in my life, but surely one of yang paling seru.

Awal tahun 2009 kulalui dengan berita yang menghenyakkan, patah hati tingkat akut akibat dirumahkan oleh tempat kerja yang paling HEBAT selama hidupku. Mereka dipaksa tutup juga pada akhirnya oleh keadaan.

Tahun 2010 ini nampaknya aku akan tetap bekerja di rumah. Tapi, sesekali perlu juga kerja di luar rumah supaya nggak sumpek kali yeee…

SEMANGAT!

Saat Harus Memilih

hanaHari ini adalah hari keluar rumah bagi saya. Pagi bertemu rekan bisnis http://bukumurmer.multiply.com. Siang bertemu dua orang kawan. Sore bertemu narasumber. Nah, rencananya malam saya ingin ke acara FreSh. Tapi, ada hal lain yang lebih penting. Wah, apakah yang lebih penting dari FreSh?

:)

Sejak Rabu Malam, my baby Hana batuk dan flu. Tapi, semalam sempat agak ‘anget’. Tapi, pagi tadi sudah normal lagi suhu tubuhnya. Jadi, memang sempat saya tinggal pergi juga tadi. Karena, memang sudah terlanjur buat janji.

Namun, tadi sore, Mama saya memberi kabar bahwa Hana ‘anget’ lagi. Hati tak tenang. Nah, daripada di FreSh juga tapi pikiran ada di rumah, akhirnya, saya putuskan untuk pulang saja. Sempat stress juga sih di taksi karena macet yang parah. Dari Senopati ke Tebet saja memakan waktu lebih dari 1 jam.

Saat tiba di rumah, Hana menyambut dengan senyumnya. Memang tidak terlalu ‘anget’ sih. Tapi, paling nggak saya melihat sendiri. Jadi, tidak perlu waswas atau berpikiran buruk saat berada di luar rumah.

Besok, salah satu agenda yang saya tulis barusan — saya memang selalu menuliskan my to-do-list setiap malam sebelum tidur — adalah mengecek blog atau teman-teman yang kira-kira darang ke acara seru itu atau cek. Siapa tahu sudah ada yang berbagi apa yang didapat di FreSh di FX malam tadi.

Mudah-mudahan bulan depan saya bisa datang. Amin.

Pssttt…kalau tak keberatan, boleh tolong doakan Hana agar lekas sembuh? :) Trims ya.