güzel sözler chat yap çet yap çet film izle indirmeden film izle video izle bilgisayar teknik servis halı yıkama oyun oyna porno izle sex sikiş porno dedicated server vps

Archive for the ‘Keluarga’ Category

Buat Mama

Selamat ulang tahun, Ma.

Semoga Mama panjang umur dalam nikmat sehat dan iman Islam.

Ma, di ulang tahun Mama, Nad mau berterima kasih dan minta maaf.

Terima kasih karena Mama selalu ada buat Nad. Dari hal besar, sampai yang sekecil-kecilnya, Mama selalu dukung Nad.

Maaf karena Nad sering ngerepotin Mama. Dari hal besar, sampai yang sekecil-kecilnya, Nad selalu deh, apa-apa Mama.

Karena memang, sama Mama lah Nad bisa bersandar. Sama Mama Nad bisa cerita. Sama Mama Nad bisa nangis. Sama Mama Nad bisa ketawa.

*bentar ya, Ma, Nad hapus air mata dulu*

Sampai saat ini, Nad belum bisa kasih apa-apa buat Mama. Nad belum bisa bahagiain Mama.

Kalau Mama tahu isi hati Nad, pingin rasanya Nad kasih semua yang terbaik dan terindah buat Mama. Tapi Nad tahu, sekarang ada yang bisa kasih semua itu buat Mama. Semoga Allah memberikan berkah kepadanya dan melindunginya. Aamiin.

Waktu Mama sakit kemarin, nggak ada yang indah di mata Nad, nggak ada yang sejuk di hati Nad.

Ma, sehat terus ya. Buat kita semua. Kita sayang Mama, sayang banget. Coba deh, tanya ke semua orang yang kenal Mama, ada yang nggak sayang sama Mama? Nggak ada, Ma. Nad yakin. Makanya Mama jaga kesehatan ya.

Buat Nad, Mama juga pedoman, contoh, suri tauladan. Semoga suatu hari nanti, Nad bisa kayak Mama. Selalu berusaha menyenangkan hati orang lain.

Nggak akan Nad lupa waktu Mama paksain makan masakan rumah sakit cuma karena Mama kasihan sama ibu-ibu yang masak yang dengan sedihnya bilang, “Ibu nggak suka ya masakan di sini?”

Walau sedikit, akhirnya Mama makan juga – Nad bantuin ngabisin bakso di capcaynya, hehe – padahal mulut Mama lagi sariawan banget. Dan ibu-ibu itu kayaknya seneng banget pas lihat Mama makan masakannya – yang rasanya adem dan bumbunya kayak belum mateng itu, hehe. Dan Mama ikut seneng.  :)

Ma, terima kasih sudah jadi Mama Nad, memberikan semua yang terbaik buat Nad. Semoga Allah memberi kebahagiaan yang jauh lebih banyak buat Mama, jauh lebih banyak daripada yang Mama pernah kasih ke Nad.

Semoga suatu hari nanti, Nad bener-bener bisa bahagiain Mama. Aamiin.

Happy birthday, Ma. I love you. So much!

- Nadiah Alwi, your only daughter -

[Foto: oleh Hana, dengan kamera HP]

Ibu

Buat Mama…I love you so much.

Terima kasih untuk selalu meraih tangan Nad jika Nad jatuh.

Foto: oleh Quynhyen (Vietnam)

Urusan Rumah Tangga

Sebenarnya, kalau waktunya ada, nggak ada tuh cerita urusan rumah tangga terbengkalai. Tapi, masalahnya, waktunya memang nggak cukup. Padahal sekarang ini aku cuma megang 2 kerjaan. Di batik dan di buku (dua-duanya bisnis online).

Dan, ada lagi satu faktor pendukung lainnya kenapa urusan rumah tangga kerap terbengkalai. Tidak dibiasakan sejak kecil.

Sedari lahir sampai hendak menikah, aku tinggal dengan Kakek-Nenek. Kebetulan mereka memiliki beberapa asisten rumah tangga yang bisa diamanahkan untuk mengurus rumah. Itu termasuk urusan kamarku. Jadi memang kadang pulang sekolah atau kuliah dulu itu, jreng…tau-tau kamarku sudah rapi jali!

Nah, saat menikah pun, setelah pindah rumah, aku mendapat bantuan dari asisten rumah tangga. Begitu juga saat kembali ke rumah Nenek dulu.

Tapi sekarang, di rumah kontrakan ini, semua harus dikerjakan sendiri. Beruntung suamiku mau berbagi tugas. Tapi ya tetap saja kadang ada yang terbengkalai.

Masalah tidak terbiasa sejak kecil ini cukup mengganggu pikiranku. Sedikit demi sedikit, aku mencoba memberi tanggung jawab kepada Hana. Tapi kelemahanku adalah jika tidak dikerjakan oleh Hana, aku gemas dan mengerjakannya sendiri. Salah ya?

Aku punya seorang teman yang sejak kecil sudah diberikan tanggung jawab mengurus rumah tangga oleh orang tuanya. Mulai dari membersihkan rumah sampai memasak! Aku salut kepadanya dan kepada orang tuanya.

Memang sudah semestinya anak diajarkan untuk turut membantu di rumah, agar nanti setelah dewasa, ia sudah terbiasa. Ia akan melakukannya dengan otomatis dan riang.

Sekarang sih, kalau memang waktunya ada, aku senang-senang saja melakukan semua. Bersih-bersih, memasak, semua sebenarnya menyenangkan. Apalagi memasak. Tapi ya itu, waktunya nggak cukup sih (bukan lagi ngarang alasan lho… ^____^ )

Ending PPT 5

para-pencari-tuhanDi awal kisah PPT 5 silam, saya sempat menuliskan tentang kisah-kisah apa saja yang sepertinya akan diangkat di postingan ini.

Ternyata, banyak sekali kisah yang berkembang. Namun ada satu tema yang tampaknya sangat menonjol di PPT 5 ini. Yaitu permasalahan dalam rumah tangga dan bagaimana tokoh-tokoh di sinetron ini menyikapinya.

Saya menerka, tema ini khusus diangkat dan ditempelkan pada beberapa tokoh sekaligus karena begitu banyak permasalahan dalam rumah tangga yang muncul sekarang ini. Dan, sayangnya, beberapa berakhir dengan memprihatinkan. Padahal, mungkin tak sedikit yang masih bisa diselamatkan. Seperti dalam kisah PPT 5 ini.

  • Mengenai permasalahan keuangan yang dialami oleh Pak Jalal dan istrinya. Hal ini pernah diangkat saat Bang Asrul dan Kak Mira masih dalam kekurangan. Sungguh indah penerimaan Kak Mira akan keadaan mereka saat itu. Namun, dalam PPT 5, diangkat pula betapa sesungguhnya Pak Jalal sebagai suami tetap harus memperjuangkan kehidupan keluarganya dan mencari nafkah dengan serius meskipun sang istri sudah dapat menerima keadaan mereka. Tak dapat dipungkiri, saat ini perekonomian tak menentu. Mungkin tak jarang yang akhirnya memutuskan untuk berpisah karena permasalahan ini. Namun, apakah perpisahan harus menjadi satu-satunya jalan keluar, padahal masih banyak yang dapat disyukuri di sisi lain kehidupan mereka?
  • Permasalahan Kak Mira yang masih merasa tidak nyaman dan aneh dengan perubahan dalam diri Bang Asrul. Padahal, sejatinya Bang Asrul hanya menjalankan sunah-sunah Rasul, salah satunya adalah memakai celak. Setelah dinasihati Bu Ustadz dan mendengarkan penjelasan Bang Asrul, Kak Mira tampak menerima perubahan Bang Asrul.
  • Rencana perceraian Udin dan Herlina. Yang diangkat di sini sepertinya lebih kepada betapa tidak dibenarkannya bagi seorang perempuan yang meminta cerai dengan alasan yang tidak dibenarkan syariat ataupun dengan main-main. Menurut keterangan Kak Haifa alias Bu Ustadz, diharamkan baginya mencium bau surga. Sepertinya Herlina memang tidak serius dengan permintaan cerainya, sehingga ia sangat terkejut mendengar penjelasan itu. Dan pada tampaknya perceraian pun tidak terjadi.
  • Hubungan saling menguatkan yang terbangun di antara Ustadz fery dan Kak Haifa. Tampak jelas Kak Haifa menjadi istri yang sangat intens dalam memberi dukungan kepada sang suami, bagaimana pun keadaannya. Dalam susah maupun senang.
  • Permasalahan CLBK Azzam dan Kalila. Duh, saya benar-benar merasa tidak simpatik kepada Kalila pada PPT 5 ini. Satu sisi, ia memang menjadi korban. Namun, di sisi lain, ia juga menjadi pelaku utama kekacauan yang terjadi dalam rumah tangga Azzam dan Aya. Alhamdulillah, pada akhirnya Azzam menyadari bahwa Aya lah permaisurinya yang sesungguhnya, bukan Kalila.
  • Permasalahan poligami dan ibu mertua yang mendera Aya. Bagi saya, Aya adalah tokoh yang unik. Karena, di satu waktu dapat membuat saya gemas setengah mati, namun di waktu lain bisa membuat saya menyayanginya bak adik sendiri. Caranya menyikapi kedua masalah itu juga unik. Pun caranya memperbaiki hubungannya dengan sang suami. Manis.

Ending PPT 5 ini menurut saya indah. Terutama karena dibacakannya surat Ar-Rahman yang berhasil membuat hati saya gerimis.

Juga kata-kata Aya, “Terlalu banyak kenikmatan yang kurang kusyukuri.”

Ditambah lagi dengan kalimat terakhir Bang Jack, “Ajari aku untuk terus bersyukur ya Allah. Hidup terlalu singkat untuk hanya dikenali keburukannya.”

Dalam hubungan suami-istri, tentu ada saja kerikil yang menganggu, entah itu tajam ataupun tidak. Namun, seperti halnya dalam bentuk hubungan apapun antar manusia, tidak ada yang tidak dapat diperbaiki.

Seperti kalimat Bang Jack, “Setiap orang boleh nyari jalan keluar, tapi sebaek-baeknya pertolongan hanya kepada Allah.”

Semoga kita semua dapat menghalau kerikil-kerikil itu dengan bantuan pertolongan dari Allah. Dan, walaupun kerikil itu tak kunjung pergi, semoga kita tetap dapat melihat hal-hal indah yang patut disyukuri dalam hubungan yang komitmennya kita buat di hadapan Allah tersebut. Aamiin.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Dari Hati ke Hati dengan Suami

dari-hati-ke-hatiDalam rumah tangga, komunikasi menjadi salah satu hal terpenting. Jika komunikasi gagal, terkadang masalah pun bisa muncul. Atau bahkan masalah yang sudah ada justru akan bertambah rumit.

Berbekal pesan dari orang tua bahwa jika pagi jangan memulai keributan dan jika ada yang baru pulang jangan dilaporkan hal-hal yang tak mengenakan, maka saya pun berusaha menerapkannya.

Di samping itu, belajar dari lingkungan, perempuan adalah penyeimbang emosi dalam keluarga, entah itu emosi yang berupa rasa bahagia, rasa sedih, ataupun amarah. Jadi, perempuan harus pandai-pandai membaca situasi dan mengolahnya — meskipun laki-laki juga bukan berarti bisa seenaknya tanpa memperhatikan situasi lho.

Karena itu, saya selalu berusaha menjalin komunikasi dengan suami dalam situasi yang kira-kira netral ataupun riang.

Berikut ini adalah beberapa DOs and DON’Ts yang biasanya saya jadikan patokan.

DOs:

  • Perhatikan daily mood suami, setelah beberapa hari biasanya bisa terbaca kapan-kapan saja ia merasa nyaman. Di situlah saya biasanya mengambil kesempatan untuk berbicara.
  • Siapkan kata-kata yang netral, kalau perlu manis, meskipun sebenarnya yang ingin disampaikan adalah unek-unek.
  • Buatlah suasana yang nyaman sebelum memulai pembicaraan yang kira-kira agak serius dan berpotensi menguras emosi.
  • Jika kira-kira nada bicara kita atau suami tiba-tiba meninggi, istighfar dan hentikan atau alihkan pembicaraan, agar tidak terjadi pertengkaran.

DON’Ts:

  • Jangan pernah membicarakan masalah atau menceritakan sesuatu yang kurang mengenakkan saat suami baru pulang. Jalan yang macet sudah cukup membuatnya kesal, jangan kita tambahkan.
  • Jangan memulai pembicaraan untuk hal-hal yang penting saat kita sedang merasa kesal dan emosi. Tunggu hingga reda. Memang sih, kadang kayaknya jadi nggak seru lagi. Tapi apa mau jika berakhir dengan pertengkaran yang sebenarnya bisa dihindarkan?
  • Jangan pernah memulai pembicaraan dengan kata-kata sindiran dan berharap ia paham. Karena, ada 2 kemungkinan yang bisa terjadi: 1. Ia tak paham dan cuek, sehingga kita kesal sendiri; 2. Ia tersinggung, dan memicu pertengkaran.
  • Jangan menggunakan nada tinggi jika bisa diusahakan untuk menggunakan nada netral.
  • Jangan merepet panjang lebar (baca: mengomel tidak jelas). Kita sendiri tidak suka jika harus mendengarkan hal serupa, bukan?

Hm…apa lagi ya? Tapi ya kira-kira seperti itu lah.

Diharapkan, jika rambu-rambu di atas sudah saya turuti, saya dapat menghadirkan komunikasi dari hati ke hati yang nyaman dengan suami.

Atau, teman-teman punya pengalaman atau DOs and DON’Ts lainnya? Sharing yuk.

Tulisan ini sekedar self reminder, pengingat bagi saya. Senang sekali jika ada yang mau menambahkan :) .