Urusan Rumah Tangga
Posted in Aktivitas, Keluarga, Memasak, Pekerjaan, Rumah, Sekedar Cerita on 11/10/2011 09:03 am by Nadiah AlwiSebenarnya, kalau waktunya ada, nggak ada tuh cerita urusan rumah tangga terbengkalai. Tapi, masalahnya, waktunya memang nggak cukup. Padahal sekarang ini aku cuma megang 2 kerjaan. Di batik dan di buku (dua-duanya bisnis online).
Dan, ada lagi satu faktor pendukung lainnya kenapa urusan rumah tangga kerap terbengkalai. Tidak dibiasakan sejak kecil.
Sedari lahir sampai hendak menikah, aku tinggal dengan Kakek-Nenek. Kebetulan mereka memiliki beberapa asisten rumah tangga yang bisa diamanahkan untuk mengurus rumah. Itu termasuk urusan kamarku. Jadi memang kadang pulang sekolah atau kuliah dulu itu, jreng…tau-tau kamarku sudah rapi jali!
Nah, saat menikah pun, setelah pindah rumah, aku mendapat bantuan dari asisten rumah tangga. Begitu juga saat kembali ke rumah Nenek dulu.
Tapi sekarang, di rumah kontrakan ini, semua harus dikerjakan sendiri. Beruntung suamiku mau berbagi tugas. Tapi ya tetap saja kadang ada yang terbengkalai.
Masalah tidak terbiasa sejak kecil ini cukup mengganggu pikiranku. Sedikit demi sedikit, aku mencoba memberi tanggung jawab kepada Hana. Tapi kelemahanku adalah jika tidak dikerjakan oleh Hana, aku gemas dan mengerjakannya sendiri. Salah ya?
Aku punya seorang teman yang sejak kecil sudah diberikan tanggung jawab mengurus rumah tangga oleh orang tuanya. Mulai dari membersihkan rumah sampai memasak! Aku salut kepadanya dan kepada orang tuanya.
Memang sudah semestinya anak diajarkan untuk turut membantu di rumah, agar nanti setelah dewasa, ia sudah terbiasa. Ia akan melakukannya dengan otomatis dan riang.
Sekarang sih, kalau memang waktunya ada, aku senang-senang saja melakukan semua. Bersih-bersih, memasak, semua sebenarnya menyenangkan. Apalagi memasak. Tapi ya itu, waktunya nggak cukup sih (bukan lagi ngarang alasan lho… ^____^ )

So far, setelah aku hitung-hitung, aku pernah memiliki kurang lebih 12 orang atasan selama bekerja semenjak lulus kuliah di tahun 2000. Baik atasan langsung maupun tidak langsung.
Yang dua terakhir ini tergolong masih muda, hanya berbeda usia beberapa tahun dariku. Dan, mereka membuatku merasa seperti sponge — tanpa bob. Karena, begitu banyak yang mereka ketahui dan mereka bagi yang perlu kuserap. Bekerja dengan dan untuk mereka sama saja dengan sekolah lagi. Yang pasti, aku merasa, di bawah kepemimpinan mereka, kemampuan dan pengetahuanku bertambah, aku berkembang.
Biasanya, aku tidak mau membuat resolusi tahun baru. Tapi kali ini berbeda. Aku merasa aku harus mencanangkan resolusi.







