güzel sözler chat yap çet yap çet film izle indirmeden film izle video izle bilgisayar teknik servis halı yıkama oyun oyna porno izle sex sikiş porno dedicated server vps

Archive for the ‘Pekerjaan’ Category

Menerjemahkan Lagi

menerjemahkan daunSetelah beberapa lama vakum, sekarang aku menerjemahkan lagi. Melepas rindu.

Aku memang sempat tidak gencar mencari job terjemahan karena beberapa hal. Tapi setelah melihat beberapa teman asyik dengan terjemahan mereka, aku merasa rindu. Rindu menguntai kata menjadi kalimat yang pas. Memindahkan makna. Terkadang menuliskan kembali dengan gaya bahasa Indonesia.

Lalu muncullah tawaran itu. Langsung kuambil tanpa pikir dua kali. Semata karena aku rindu — yang kemudian terkontaminasi (atau tersemangati) oleh sebuah keinginan yang telah terpendam sekian lama. Meski khawatir dengan deadline yang sempit — untuk ukuran orang yang bekerja 9 to 5 sepertiku, 1.5 bulan adalah waktu yang sempit :) — kuambil juga kesempatan ini.

Kebetulan aku sudah pernah membuat review buku ini untuk penerbit yang sama. Jadi, paling tidak, aku sudah mengetahui jalan ceritanya. Semoga bisa memudahkan.

Aku memang sempat me-request, jika memang copyright-nya sudah keluar, aku ingin dipertimbangkan untuk menerjemahkannya. Sepertinya sang editor ingat dan jatuhlah tawaran itu kepadaku.

Aku me-request karena aku menyukai cerita dalam buku ini. Menyentuh, namun juga mengandung harapan. Jenis kisah remaja yang mengandung makna, genre yang kebetulan aku suka.

Malam ini, aku menerjemahkan. Sekarang sedang rehat sejenak. Blogging — diselingi dengan chatting.

Semoga aku selalu diberi kesehatan dan kekuatan untuk menunaikan kewajiban — yang menyenangkan — ini, amin. Karena, tidak lah mudah duduk selama hampir 14 jam sehari di depan layar monitor :) .

Foto oleh: Raoul Brouns, Netherlands.

Setia kepada WordPress

Sejak mengenal WordPress pada tahun 2006, aku memang bisa dikatakan tak berpikir untuk berpaling darinya. Entah mengapa. Mungkin karena WordPress memiliki back end yang bagiku mudah dipahami.

Aku sendiri mengawali kecintaanku akan blogging melalui blogspot, yang tak kalah user friendly-nya. Namun, entah karena berkutat dengan WordPress terus-menerus saat bekerja dulu (sebagai content editor website kesehatan dan parenting),  aku menemukan kenyamanan tersendiri dengan WordPress. Terutama sebagai alat manajemen konten.

Menggunakannya untuk pribadi kumulai saat mengaktifkan situs TingkahAnak.com. Kemudian, dilanjutkan dengan situs ini, NadiahAlwi.com. Sejauh ini, aku masih puas dengan WordPress yang kerap disingkat menjadi WP.

Baik TingkahAnak.com maupun NadiahAlwi.com, keduanya masih berbentuk blog. Sehingga, pengaturannya sangat mudah. Plugin yang kugunakan juga sedikit sekali.

Namun, kini aku sedang membangun online bookstore, bisnis baru yang merupakan impianku sejak lama. Dan, aku tetap ingin menggunakan WordPress. Kenapa? Karena, lagi-lagi dalam pekerjaan — yang juga berkutat dalam bidang online store, aku juga menggunakan WP. Dan, tampaknya tidak rumit-rumit amat.

Tapi, ternyata tidak semudah itu juga membangun online store. Aku baru menyadari, bahwa atasanku juga telah melalui proses panjang hingga akhirnya kami puas dengan sistem yang ada.

Nah, kini giliranku lah untuk berproses dengan plugin yang sudah pernah kukenal sebelumnya saat awal-awal proses pengembangan online store yang digunakan oleh atasanku — namun sekarang sudah ditinggalkan, WP e-commerce.

Tidak terlalu rumit. Tapi tetap saja, banyak hal yang harus di-set, ditata dengan baik. Walau begitu, kuputuskan untuk membuatnya se-simple mungkin, baik untukku maupun untuk pelanggan nantinya.

Sudah seminggu lebih, pagi-pagi sekali dan malam-malam, aku berkutat dengan WP e-commerce plugin. Alhamdulillah, sudah mulai berbentuk. Dan, terbayang apa-apa saja yang harus diperbaiki jika sudah ada waktu — di antara kesibukan mendata, memotret, dan mengupload buku yang hendak dijual.

Selangkah demi selangkah kulalui. Semoga dapat menjadi berkah. Amin.

online-bookstore

Domain Baru, Semangat Baru!

peel-my-loveSetelah ditimbang sana, ditimbang sini, dipikir ini, dipikir itu, akhirnya…nama domain itu pun kubeli.

Aku kembali menggunakan jasa RumahWeb.com. Sudah hampir dua tahun ini aku menggunakannya, dan so far, aku puas dengan kesigapan CS mereka.

Nama domainnya belum bisa aku share di sini sekarang, tapi ini berhubungan dengan usaha yang pernah dan akan aku jalani. So excited, karena usaha ini adalah bagian dari realisasi salah satu impianku.

Sedikit petunjuk, domain satu ini berhubungan dengan buku! Mungkin teman-teman lamaku sudah bisa menebak. Buat yang belum bisa menebak, doakan saja ya, mudah-mudahan aku bisa segera me-launching situs baru tersebut.

Yang pasti, aku semangat! Wish me luck!

Hari yang Seru

Yup, hari ini hari yang seru untukku. Dimulai dengan seru-seruan mengurus http://kainikat.com dan perintilannya. Juga http://batikindonesia.org dengan pernak-perniknya.

Sejatinya, di dunia nyata, aku bukan tipe orang yang mahir atau menikmati berjualan. Tapi, entah mengapa, di dunia maya, semenjak memulai dengan berjualan buku di http://bukumurmer.multiply.com, aku nampaknya cukup enjoy. Mungkin karena aku ‘berlindung’ di balik tulisan dan layar monitor.

Berurusan dengan pelanggan di dunia maya agak-agak tricky. Kita harus bisa membaca mana yang serius, mana yang sekedar berminat dan tanya-tanya tanpa yakin akan membeli atau tidak. Ada kalanya, aku dan partner di kainikat.com dan batikindonesia.org dapat mentranformasikan si peminat dan penanya menjadi pembeli. Tapi, ada pula yang nyeheng alias kekeuh – apa sih bahasa Indonesianya? — bertanya lagi dan lagi tanpa berakhir dengan prosesi transfer dan pengiriman barang.

Tapi, itulah seninya. Dan, serunya.

Selain bekerja 9 to 5 untuk kedua web tersebut, aku juga menerjemahkan buku untuk sebuah penerbit yang nampaknya memiliki sayap yang kian lebar di dunia perbukuan.

Dan, sore tadi, sang editor menghubungi untuk membahas terjemahanku. Karena sudah merasa akrab, aku bisa ketawa-ketiwi dengannya. Tapi, tentu dengan diselingi pembicaraan serius yang sempat membuatku gemas. Namun, setelah dibicarakan, aku tak lagi gemas. Karena, sang editor telah menjelaskan dengan sejelas-jelasnya.

Hari yang seru secara profesional ini juga diikuti dengan keseruan lainnya di wilayah non profesional hidupku.

Pertama, adikku akan melangsungkan resepsi pernikahannya. Seperti biasa, aku mengajukan diri untuk membantu mengurus ini-itu. Seksi repot abadi.

Kedua, aku mengelola http://tingkahanak.com, situs yang kubuat untuk menulis segala tentang tingkah anak. Dan, setiap Rabu aku membuat acara Rabu Seru! Apa tu? Liat sendiri ya…haha!

Kalau dipikir-pikir, aku memang nggak bisa diam ya? Kalau kata suami, aku banyak maunya. Mungkin benar juga. Harus direm kah? Atau dibiarkan liar saja?

Sejujurnya, aku memilih yang terakhir. Supaya tetap bisa melalui hari-hari dengan seru!

;)

Menghadapi Revisi

televisiBeberapa waktu belakangan ini, saya ikut terlibat dalam penulisan skrip sebuah docu-drama. Menarik. Saya jadi bisa melatih diri dalam pembuatan skrip. Salah satu impian saya.

Namun, ternyata mau tak mau, saya juga harus berjumpa dengan serangkaian revisi. Mulai dari revisi pada penulisan hingga revisi yang berkenaan dengan daya jual naskah.

Awalnya, gemas juga dengan revisi-revisi tersebut, apalagi acara tersebut kejar tayang. Jadi, revisi harus dilakukan segera.

Namun, belakangan, saya sudah mulai agak terbiasa.

Revisi memang tidak bisa dihindari. Ada unsur selera juga yang bermain. Memang, ada pakem-pakem yang sudah disepakati bersama. Namun, tak dapat dipungkiri, selera setiap orang berbeda.

Apapun hasilnya, saya menghargai betul kesempatan pertama ini. Saya dapat berlajar banyak hal. Terutama, melalui revisi-revisi tersebut.

Dan, memang itu yang saya kejar dari setiap pekerjaan yang saya jalani. Tak apalah jika saya belum berkesempatan mengenyam pendidikan yang lebin tinggi lagi — saya pernah bermimpi mengambil master dalam bidang creative writing. Saya ternyata dapat belajar banyak dari serangkaian pekerjaan yang saya jalani sekarang.