güzel sözler chat yap çet yap çet film izle indirmeden film izle video izle bilgisayar teknik servis halı yıkama oyun oyna porno izle sex sikiş porno dedicated server vps

Archive for the ‘Penerjemahan’ Category

Menjadi Manusia

Meminjam istilah Rini, saya sedang menjadi manusia. Lho, memang pernah tidak menjadi manusia?

Antara pernah dan tidak. Begini, ini ada hubungannya dengan pekerjaan. Pekerjaan tetap saya adalah sebagai online promo & marketing plus content editor pada sebuah toko online yang menjual kain batik dan kain ikat. Meskipun bekerja di rumah, saya tetap ‘ngantor’ dari jam 9 pagi hingga jam 5 sore.

Pekerjaan saya ini menuntut banyak perhatian dan ketekunan. Pada jam-jam tersebut, sulit bagi saya berbagi pikiran ke hal-hal lainnya. Ya, paling banter, kalau lagi mentok, saya bermain-main dengan akun sosmed pribadi, atau ngeblog (yang ini agak jarang, karena ngeblog sebenarnya kan juga butuh konsentrasi ya?).

Sementara, sejak lama, sebelum bekerja di toko online ini, saya sudah menjalani profesi fleelancer yang kebetulan saya sukai, sebagai penerjemah. Selain menulis, menerjemahkan adalah hal menyenangkan lainnya yang bisa mendatangkan rejeki buat saya. Hobi yang dibayar, begitu.

Sehingga, agak sulit menampik jika ada tawaran untuk menerjemahkan. Biasanya, bukan karena uangnya, melainkan karena muatan pada buku yang ditawarkan. Kalau menarik, kata tidak agak sulit keluar dari ketikan tangan saya (biasanya tawaran itu datang melalui email atau YM).

Namun, sejalan usia yang semakin bertambah, ketahanan tubuh saya tidak seperti dulu. Menerjemahkan adalah hal yang saya lakukan pagi-pagi sebelum memulai pekerjaan di toko online tersebut atau setelahnya, pada malam hari. Dulu sih kuat-kuat saja. Tapi, sekarang, saya lebih mudah merasa letih. Terlebih, saat deadline menghampiri.

Seperti kesepakatan dengan suami, saya memutuskan untuk cuti dulu dari menerjemahkan. Untuk sementara waktu. Dan inilah yang dimaksud dengan menjadi manusia. Saya memiliki waktu luang untuk mengurus anak, mengurus rumah, membaca, bercengkerama dengan orang tua, dll., dsb.

Masalahnya, sejak menjadi manusia begini, saya kok kangen dengan kegiatan mengalihbahasakan novel atau buku-buku non fiksi menarik seperti dulu? Nah, memang begitu bukan menjadi manusia? Hehe…tidak puas dengan keadaan dan selalu melihat hal lain sebagai rumput yang lebih hijau?

Maka, saya nikmati saja rasa kangen itu. Atau saya alihkan dengan menulis atau mengedit tulisan lama yang kemudian saya kirimkan ke majalah (atau mungkin nanti ke penerbit, untuk tulisan yanh agak tebal, insya Allah). Entah akan dimuat/diterbitkan atau tidak, yang penting saya merasa senang. Dan, mudah-mudahan kebiasaan saya dalam mengolah kata tidak tumpul.

Menjadi manusia? Enak!

Aku di 2011

tahun-baru-2011Biasanya, aku tidak mau membuat resolusi tahun baru. Tapi kali ini berbeda. Aku merasa aku harus mencanangkan resolusi.

Sebenarnya, dulu aku tidak mau beresolusi karena aku tidak ingin berharap. Aku takut akan harapan. Mungkin karena aku dulu aku terlalu berharap. Jadi, aku leboh fokus kepada akhir yang selalu positif. Tidak siap ketika ternyata hasilnya negatif.

Tapi, setelah aku intip di KBII online, kata harap memang pada akhirnya mengacu kepada hal yang berakhir positif alias harapan itu akan jadi kenyataan.

ha·rap 2 n keinginan supaya sesuatu terjadi >> ber·ha·rap v 1 berkeinginan supaya terjadi >> meng·ha·rap v 1 berharap akan; menantikan; menginginkan >> ha·rap·an n 2 keinginan supaya menjadi kenyataan.

Tapi ya memang aneh juga ya kalau berharap tapi nggak mikirin hasil alias kenyataannya? Haha!

Ya, pokoknya, bagaimana pun hasilnya, aku ikhlas. Karena, harapan yang akan kugantungkan kepada diriku sendiri pada tahun 2011 ini lebih kepada prosesnya. Karena, aku merasa pada tahun 2010 ini aku kurang giat dalam mengupayakan prosesnya.

Kira-kira apa yang akan aku lakukan tahun 2011 mendatang? Wah, banyak! Pokoknya harus memperkaya diriku baik dari berbagai segi, termasuk  kualitas diri dan kualitas materi. Yup, nggak mau muna ah. Siapapun butuh materi kan?

Yang pasti, aku berjanji untuk lebih giat tahun ini. Lebih semangat lagi dalam membesarkan nama http://KainIkat.com, http://BatikIndonesia.com, dan http://BukuMurMer.com. Lebih disiplin lagi dalam mencari dan mengerjakan job terjemahan. Lebih tekun lagi dalam menulis — tahun 2010 ini aku tidak mengirim cerpen ke majalah hiks.

Semoga dari semua niat baik itu akan ada hasil yang indah, apapun dan bagaimanapun itu. Amin.

Semangat menyongsong 2011!

Menerjemahkan Lagi

menerjemahkan daunSetelah beberapa lama vakum, sekarang aku menerjemahkan lagi. Melepas rindu.

Aku memang sempat tidak gencar mencari job terjemahan karena beberapa hal. Tapi setelah melihat beberapa teman asyik dengan terjemahan mereka, aku merasa rindu. Rindu menguntai kata menjadi kalimat yang pas. Memindahkan makna. Terkadang menuliskan kembali dengan gaya bahasa Indonesia.

Lalu muncullah tawaran itu. Langsung kuambil tanpa pikir dua kali. Semata karena aku rindu — yang kemudian terkontaminasi (atau tersemangati) oleh sebuah keinginan yang telah terpendam sekian lama. Meski khawatir dengan deadline yang sempit — untuk ukuran orang yang bekerja 9 to 5 sepertiku, 1.5 bulan adalah waktu yang sempit :) — kuambil juga kesempatan ini.

Kebetulan aku sudah pernah membuat review buku ini untuk penerbit yang sama. Jadi, paling tidak, aku sudah mengetahui jalan ceritanya. Semoga bisa memudahkan.

Aku memang sempat me-request, jika memang copyright-nya sudah keluar, aku ingin dipertimbangkan untuk menerjemahkannya. Sepertinya sang editor ingat dan jatuhlah tawaran itu kepadaku.

Aku me-request karena aku menyukai cerita dalam buku ini. Menyentuh, namun juga mengandung harapan. Jenis kisah remaja yang mengandung makna, genre yang kebetulan aku suka.

Malam ini, aku menerjemahkan. Sekarang sedang rehat sejenak. Blogging — diselingi dengan chatting.

Semoga aku selalu diberi kesehatan dan kekuatan untuk menunaikan kewajiban — yang menyenangkan — ini, amin. Karena, tidak lah mudah duduk selama hampir 14 jam sehari di depan layar monitor :) .

Foto oleh: Raoul Brouns, Netherlands.

Menerjemahkan Lagi

bukuBuku yang sempat saya ceritakan itu sudah di tangan sekarang. Awalnya saya ragu karena hanya diberi waktu satu setengah bulan oleh penerbit untuk merampungkan proses penerjemahan buku yang terbalnya mencapai 460 halaman ini.

Namun, setelah berdiskusi dengan sang editor baik hati, saya pun diberi waktu selama dua bulan. Alhamdulillah.

Meski itu berarti saya harus bekerja lagi di malam hari — karena siang hari saya berkomitmen kepada pengembangan http://kainikat.com/ — saya sangat senang.

Mengapa?

Karena kali ini buku yang saya terjemahkan adalah sebuah novel. Berkat semangat seorang kawan penerjemah lainnya, saya bertekad untuk menyelesaikan novel ini sesuai deadline. Amin.

Saya dan Slang Amerika

menerjemahkanSelama satu setengah bulan lalu, saya sempat berjibaku dengan penerjemahan sebuah buku autobiografi – nanti setelah terbit saya beritahu judulnya. Buku yang menarik, proses penerjemahan yang seru.

Buku ini bukan buku pertama yang saya terjemahkan. Saya sudah pernah mengalihbahasakan sekitar tujuh buku sebelum ini. Namun, yang satu ini berbeda, karena autobiografi. Dan, banyak terdapat kata / idiom slang Amerika di dalamnya.

Sang penulis adalah tokoh yang sangat terkenal di negaranya sana. Dan, penggunaan kata / idiom slang merupakan hal yang menarik. Karena, saya harus membuka-buka bukan hanya online dictionnary, namun juga kamus slang Amerika warisan kakek saya.

kamus-slang-amerikaJika kata yang saya cari tidak dapat ditemukan dalam kamus warisan itu, saya menjelajah ke negeri Paman Google. Saya membuka beberapa online dictionnary sekaligus untuk memperbandingkan artinya. Apalagi, saya pernah menemukan beberapa kata yang memiliki banyak makna. Saya harus dapat mengambil makna yang paling sesuai dengan konteks.

Menerjemahkan buku satu ini saya memang sangat berhati-hati — bukan berarti sebelumnya saya tidak berhati-hati loh. Karena, saya tidak ingin ada kesalahan dalam pemaknaan kata. Semua di dalamnya adalah kisah nyata. Salah sedikit saja, sudah nggak asik lagi.

Dengar-dengar, penerbit sudah menyiapkan sebuah buku lainnya untuk saya terjemahkan. Kira-kira keseruan apa lagi yang akan saya temukan ya?

;)