• Home
  • English
  • Fiksi
  • RSS
  • About
  • Wejangan Diri
Blue Orange Green Pink Purple

Archive for the ‘Penulisan’ Category

You can use the search form below to go through the content and find a specific post or page:

Jan 30

Belajar Menulis

Alhamdulillah. Selesai sudah workshop keren bersama Bhai Benny Rhamdani kemarin. Workshop Cerita Anak bertajuk Kelas Ajaib 2012 ini mengajak pesertanya belajar banyak tentang Pictorial Book.

Apa yang saya dapatkan di sana? Wah, banyak sekali. Mulai dari cara membuat pictorial book secara garis besar, sampai hal-hal kecil lainnya dalam penulisan. Seperti misalnya tanda baca, pemilihan kata, mengolah kalimat pembuka, dll., dsb.

Pokoknya, membuka wawasan tentang dunia penulisan anak banget deh.

Untuk urusan menulis, saya memang selalu ingin belajar banyak.  Sejauh ini sudah tiga workshop penulisan yang saya ikuti. Pertama kali dulu di Gramedia Matraman dengan pemberi materi Mbak Naning Pranoto, pada tahun 2004. Kemudian workshop online di BlogFam dengan Kang Iwok Abqary pada tahun 2010 seperti yang saya ceritakan di sini. Dan baru-baru ini Kelas Ajaib 2012.

Setelah ini masih mau belajar menulis lagi? Wah, masih. Menurut beberapa senior, lulusan Kelas Ajaib 2011, ikutan workshop-workshop kepenulisan itu bisa mengasah kemampuan menulis kita, meng-update ilmu. Mereka saja — di antaranya Mas Ari Kunto, Dewi ‘Ichen’ Cendika, Mbak Nelfi Sayffrina, dan Mbak Erna Fitri — ingin ikut lagi dan lagi.

Apalagi saya yang ilmunya masih seujung kuku. Tidak ada kata berhenti untuk belajar menulis.

Thank you, Bhai, sudah berbagi ilmu! Matur  nuwun, Mbak Indah Juli, sudah berepot ria mempersiapkan semuanya! ^_^

Semangka! ^___^

Oct 21

Menjadi Manusia

Meminjam istilah Rini, saya sedang menjadi manusia. Lho, memang pernah tidak menjadi manusia?

Antara pernah dan tidak. Begini, ini ada hubungannya dengan pekerjaan. Pekerjaan tetap saya adalah sebagai online promo & marketing plus content editor pada sebuah toko online yang menjual kain batik dan kain ikat. Meskipun bekerja di rumah, saya tetap ‘ngantor’ dari jam 9 pagi hingga jam 5 sore.

Pekerjaan saya ini menuntut banyak perhatian dan ketekunan. Pada jam-jam tersebut, sulit bagi saya berbagi pikiran ke hal-hal lainnya. Ya, paling banter, kalau lagi mentok, saya bermain-main dengan akun sosmed pribadi, atau ngeblog (yang ini agak jarang, karena ngeblog sebenarnya kan juga butuh konsentrasi ya?).

Sementara, sejak lama, sebelum bekerja di toko online ini, saya sudah menjalani profesi fleelancer yang kebetulan saya sukai, sebagai penerjemah. Selain menulis, menerjemahkan adalah hal menyenangkan lainnya yang bisa mendatangkan rejeki buat saya. Hobi yang dibayar, begitu.

Sehingga, agak sulit menampik jika ada tawaran untuk menerjemahkan. Biasanya, bukan karena uangnya, melainkan karena muatan pada buku yang ditawarkan. Kalau menarik, kata tidak agak sulit keluar dari ketikan tangan saya (biasanya tawaran itu datang melalui email atau YM).

Namun, sejalan usia yang semakin bertambah, ketahanan tubuh saya tidak seperti dulu. Menerjemahkan adalah hal yang saya lakukan pagi-pagi sebelum memulai pekerjaan di toko online tersebut atau setelahnya, pada malam hari. Dulu sih kuat-kuat saja. Tapi, sekarang, saya lebih mudah merasa letih. Terlebih, saat deadline menghampiri.

Seperti kesepakatan dengan suami, saya memutuskan untuk cuti dulu dari menerjemahkan. Untuk sementara waktu. Dan inilah yang dimaksud dengan menjadi manusia. Saya memiliki waktu luang untuk mengurus anak, mengurus rumah, membaca, bercengkerama dengan orang tua, dll., dsb.

Masalahnya, sejak menjadi manusia begini, saya kok kangen dengan kegiatan mengalihbahasakan novel atau buku-buku non fiksi menarik seperti dulu? Nah, memang begitu bukan menjadi manusia? Hehe…tidak puas dengan keadaan dan selalu melihat hal lain sebagai rumput yang lebih hijau?

Maka, saya nikmati saja rasa kangen itu. Atau saya alihkan dengan menulis atau mengedit tulisan lama yang kemudian saya kirimkan ke majalah (atau mungkin nanti ke penerbit, untuk tulisan yanh agak tebal, insya Allah). Entah akan dimuat/diterbitkan atau tidak, yang penting saya merasa senang. Dan, mudah-mudahan kebiasaan saya dalam mengolah kata tidak tumpul.

Menjadi manusia? Enak!

Dec 28

Aku di 2011

tahun-baru-2011Biasanya, aku tidak mau membuat resolusi tahun baru. Tapi kali ini berbeda. Aku merasa aku harus mencanangkan resolusi.

Sebenarnya, dulu aku tidak mau beresolusi karena aku tidak ingin berharap. Aku takut akan harapan. Mungkin karena aku dulu aku terlalu berharap. Jadi, aku leboh fokus kepada akhir yang selalu positif. Tidak siap ketika ternyata hasilnya negatif.

Tapi, setelah aku intip di KBII online, kata harap memang pada akhirnya mengacu kepada hal yang berakhir positif alias harapan itu akan jadi kenyataan.

ha·rap 2 n keinginan supaya sesuatu terjadi >> ber·ha·rap v 1 berkeinginan supaya terjadi >> meng·ha·rap v 1 berharap akan; menantikan; menginginkan >> ha·rap·an n 2 keinginan supaya menjadi kenyataan.

Tapi ya memang aneh juga ya kalau berharap tapi nggak mikirin hasil alias kenyataannya? Haha!

Ya, pokoknya, bagaimana pun hasilnya, aku ikhlas. Karena, harapan yang akan kugantungkan kepada diriku sendiri pada tahun 2011 ini lebih kepada prosesnya. Karena, aku merasa pada tahun 2010 ini aku kurang giat dalam mengupayakan prosesnya.

Kira-kira apa yang akan aku lakukan tahun 2011 mendatang? Wah, banyak! Pokoknya harus memperkaya diriku baik dari berbagai segi, termasuk  kualitas diri dan kualitas materi. Yup, nggak mau muna ah. Siapapun butuh materi kan?

Yang pasti, aku berjanji untuk lebih giat tahun ini. Lebih semangat lagi dalam membesarkan nama http://KainIkat.com, http://BatikIndonesia.com, dan http://BukuMurMer.com. Lebih disiplin lagi dalam mencari dan mengerjakan job terjemahan. Lebih tekun lagi dalam menulis — tahun 2010 ini aku tidak mengirim cerpen ke majalah hiks.

Semoga dari semua niat baik itu akan ada hasil yang indah, apapun dan bagaimanapun itu. Amin.

Semangat menyongsong 2011!

Dec 06

Sekolah Lagi Berkat Blogfam

sekolah lagiSekolah lagi? Iya. Sudah beberapa minggu ini saya sekolah lagi. Menyenangkan sekali. Karena, sekolah yang saya ikuti adalah sekolah menulis.

Semenjak lulus dari Fakultas Sastra (sekarang Fakultas Ilmu Budaya), saya memiliki keinginan untuk melanjutkan studi ke jenjang S2. Salah satu bidang yang saya minati adalah Creative Writing. Sayangnya, sepertinya program master dalam bidang ini hanya ada di luar negeri.

Karena tidak punya cukup uang untuk membiayai sendiri, saya pernah mendaftar program beasiswa. Tidak diterima, karena background saya di swasta (saat itu saya masih bekerja kantoran). Nggak nyambung dengan pekerjaan saya.

Karena itu, demi memuaskan minat saya dalam bidang kepenulisan dan kesukaan saya dalam belajar tentang kepenulisan, saya mengikuti beberapa workshop kepenulisan.

Pertama dulu sekali, di awal tahun 2004, saat saya sedang mengandung Hana. Workshop tersebut diselenggarakan oleh majalah MataBaca.

Dan, sekarang, saya sedang mengikuti Workshop Menulis Cerita Anak yang diadakan secara online oleh Blogfam — yang hari ini sedang berulang tahun ketujuh, selamat ya! Workshop ini, meski diadakan online, tidak main-main lho!

Sang pengajar yang telaten — yang juga penulis terkemuka, Kang Iwok Abqary, memberikan materi dan tugas dengan serius. Karenanya, saya berusaha semaksimal mungkin untuk tidak mangkir dari kelas dan mengerjakan tugas tepat pada waktunya. Masa gurunya serius, muridnya main-main? Rugi dong ah!

Kian hari materi dan tugas yang diberikan kian menyenangkan. Saya merasa, workshop ini mengobati keinginan saya kuliah Creative Writing yang terpaksa dipudarkan oleh keadaan. Workshop ini juga mengobati kerinduan saya akan mata kuliah Penulisan Populer yang pernah saya ambil saat kuliah dulu — mata kuliah favorit saya dengan dosen seorang penulis, Bapak Ismail Marahimin.

Jika dulu mata kuliah PenPop — begitu kami biasa menyingkat mata kuliah Penulisan Populer — dapat menggali minat saya dalam tulis-menulis yang sempat terkubur karena kesibukan kuliah — yang meski di Fakultas Sastra namun tidak terlalu banyak berhubungan dengan tulis-menulis, kecuali menulis makalah yang bejibun. Maka, Workshop Menulis Cerita Anak ini mulai membangkitkan keinginan terpendam saya untuk menulis cerita anak.

Selama ini, terlalu banyak yang membuat saya khawatir tentang menulis untuk anak. Namun, sepertinya workshop menarik ini mampu menghalau semua kekhawatiran saya. Tentunya, itu berkat ketelatenan Pak Guru Iwok — yang kerap digoda oleh para muridnya dengan panggilan Cik Gu ala Upin Ipin.

Oh ya, hebatnya, workshop ini tidak dipungut biaya sesen pun! Maka, yang dapat saya haturkan hanyalah doa yang tulus untuk rekan-rekan penggagas dan penyelenggara workshop ini di Blogfam.

Yang bisa saya sebutkan di sini di antaranya Mbak Indah Juli yang memberi informasi workshop ini via twitter, Bapak Kepala Sekolah Jaf yang rajin merapikan kelas dan memberi info menarik, dan tentunya Pak Guru Iwok Abqary yang telah mengajar dengan sabar dan dengan sangat menarik. Semoga kebaikan ketiganya dapat membawa kebaikan yang lebih indah lagi dalam kehidupan mereka. Amin.

Dan, sekali lagi, selamat ulang tahun untuk Blogfam! Terima kasih ya, berkat Blogfam saya bisa sekolah lagi!

Oct 29

Terpicu dan Terpacu

Saya adalah seoorang ibu — udah ibu-ibu maksudnya. Hehe. Tentang anak saya bisa dibaca-baca di http://TingkahAnak.com. Intinya, ia adalah seorang anak perempuan berambut kriwil berusia 6 tahun.

Yang ingin saya bahas di sini adalah tentang kebiasaan baru anak saya itu yang kemudian membuat saya terpicu dan terpacu.

Eh iya…sebelumnya…kali ini saya ber-saya ria ya. Lagi pingin aja. Hehehe…

Nah, balik lagi ke topik pembahasan. Kebiasaan baru anak saya itu adalah menulis. Bukan menulis di buku — yang sebenarnya harus ia lakukan karena pesan gurunya saat memberikan rapot bayangan beberapa waktu silam adalah agar saya mengajak Hana berlatih menulis untuk memperbaiki tulisan tangan putri kriwil saya itu. Melainkan, menulis di program Word, di komputer.

Kebiasaan ini sebenarnya berawal dari keinginan Si Kriwil untuk ngeblog seperti saya. Saat ini ia memiliki dua blog: http://hanaimut.blogspot.com/ dan http://hana.tingkahanak.com/.

anak-menulis-di-komputerDan, setelah melihat saya sibuk menulis di Word dan setelah mengoleksi buku yang ditulis oleh anak-anak juga, ia pun menulis juga.

Kadang, bahkan, saya atau Abinya harus mengalah. Ia menguasai si Macho, laptop mungil saya yang hitam manis. Di lain waktu, ia menguasai PC Abinya.

Tapi, lama-lama, saya malu sendiri. Hana begitu bersemangat. Apalagi setelah saya berjanji untuk mengumpulkan serakan tulisannya dan mengirimkannya kepada penerbit.

“Hana pingin punya buku kayak Kak Ramya, Kak Putri Salsa, Kak Rizki, Kak Sri Izzati.”

Huhuhu. Kalah semangat nih sama anak kecil umur 6 tahun! Asli, malu deh. Masa dia yang jalannya masih panjang aja sesemangat itu, sementara saya yang sudah tua bangka jauh lebih dewasa ini masih santai aja?

Akhirnya, saya pun menetapkan diri. Tak ada hari tanpa menulis. Meskipun sehari hanya 1 – 2 halaman, tak mengapa. Yang penting ada progress dalam tulisan saya.

Oh ya, sekarang saya sedang asyik menulis sebuah novel. Sedikit cerita tentang tulisan saya ada di sini. Di samping itu, seorang sahabat baik hati mengusulkan sebuah ide cemerlang untuk buku non-fiksi yang saat ini sedang saya buat kerangkanya.

Kita lihat saja, apakah sebelum tiga kepala saya memiliki lima buntut saya sudah memiliki buku-buku selanjutnya atau belum. Kalau belum, saya perlu tiga kali menjitak kepala saya sendiri!

http://nadiahalwi.com/english/writing-with-for-and-about-sam/
Older Posts »

Nadiah Alwi

  • About
    Seorang Perempuan yang Suka Menulis dan Hobi Ngeblog.
  • Kategori
    • Aktivitas
    • Bisnis Online
    • Blog
    • Blogging
    • Buku
    • Diet
    • Dunia Digital
    • Fiksi
      • CerBung – Dokter Impian
    • Hidup
    • Inspirasi
    • Islam
    • Kata
    • Keluarga
    • Kesehatan
    • Lomba
    • Makanan
    • Media Digital
    • Memasak
    • Pekerjaan
    • Penerjemahan
    • Penulisan
    • Perjalanan
    • Puisi
    • Rumah
    • Saya / Aku
    • Sekedar Cerita
    • Self Reminder
    • Teman
  • Artikel Terbaru
    • Menerima dengan Ikhlas
    • Cermin Kesedihan
    • Sudut Kerja di Rumah
    • Helaan Nafas
    • Doa sebelum Masak
    • Makanan Enak
  • Arsip
    • May 2012
    • April 2012
    • March 2012
    • February 2012
    • January 2012
    • December 2011
    • November 2011
    • October 2011
    • August 2011
    • July 2011
    • June 2011
    • May 2011
    • April 2011
    • March 2011
    • February 2011
    • January 2011
    • December 2010
    • November 2010
    • October 2010
    • September 2010
    • July 2010
    • June 2010
    • May 2010
    • April 2010
    • March 2010
    • February 2010
    • January 2010
    • December 2009
    • November 2009
    • September 2009
    • August 2009
    • June 2009
    • May 2009
    • April 2009
    • March 2009
    • February 2009
    • January 2009
  • Pengunjung
  • Cari





    Widget_logo
  • Home
  • About
  • Wejangan Diri

© Copyright Nadiah Alwi. All rights reserved.
Designed by FTL Wordpress Themes brought to you by Smashing Magazine

Back to Top