Kurusan
Posted in Diet, Kesehatan, Saya / Aku, Sekedar Cerita on 08/10/2011 12:29 am by Nadiah Alwi
Yippieee! Hari ini banyaaaakkkk sekali yang bilang aku kurusan.
Pertama suami, kedua Papaku, ketiga dll dst adalah teman-teman yang sore tadi BukBer denganku. Kebetulan memang kami terakhir bertemu sudah berbulan-bulan yang lalu.
Terakhir menimbang sekitar 4 hari yang lalu, beratku memang sudah turun 3,85 kg. Kira-kira per hari ini berapa ya? Mudah-mudahan memang sudah turun lagi.
Lucunya, suami dan Papaku awalnya termasuk orang-orang yang menentang keinginanku berdiet, selain Mama dan adikku. Maksud mereka baik, mereka tidak ingin aku memaksakan diri dan jatuh sakit.
Tapi insya Allah aku berusaha membuktikan bahwa aku akan baik-baik saja.
Seperti yang pernah aku ceritakan di sini, aku memulai diet dengan semacam susu kedelai yang disebut dengan shake. Kebetulan rasanya cukup enak, jadi aku suka. Tapi, supaya aku tidak merasa bosan, terkadang aku mengganti dengan sayur-sayuran atau buah-buahan. Well, ada kalanya juga aku agak nakal sedikit. Tapi jarang kok!
Oh ya, salah satu buah yang kebetulan sering kugunakan untuk pengganti cemilan adalah pisang. Ada yang bilang itu bukan pilihan yang tepat. Tapi sejauh ini yang mampu menghalau bunyi-bunyi tidak sopan di perutku adalah pisang, terutama pisang Ambon.
So, apakah aku akan melanjutkan dietku? Sepertinya iya. Karena, tujuan diet ini bukan semata agar aku kurusan alias langsing. Tapi aku juga ingin hidup lebih sehat. Jadi, dengan kedua alasan kuat tersebut, insya Allah aku akan berusaha istiqomah dengan diet kali ini.
Oh ya, aku sudah cukup sering berdiet. Beberapa sukses, beberapa tidak. Semoga yang satu ini termasuk yang sukses. Amin.
Ada yang lagi diet juga? Sharing yuk!
Dalam rumah tangga, komunikasi menjadi salah satu hal terpenting. Jika komunikasi gagal, terkadang masalah pun bisa muncul. Atau bahkan masalah yang sudah ada justru akan bertambah rumit.
Berawal hari ini, 11 Juli 2011, dan direncanakan untuk berakhir tanggal 31 Juli 2011. Duapuluh hari. Cukup kah?
Kemarin, setelah DP dibayarkan, yang ada hanyalah rasa riang dan semangat. Terbayang akan membeli ini dan itu untuk menghias calon rumahku itu. Diskusi dengan Hana gorden warna apa yang ia inginkan. Merencanakan untuk berbelanja keperluan rumah akhir bulan nanti.







