güzel sözler chat yap çet yap çet film izle indirmeden film izle video izle bilgisayar teknik servis halı yıkama oyun oyna porno izle sex sikiş porno dedicated server vps

Archive for the ‘Sekedar Cerita’ Category

Ending PPT 5

para-pencari-tuhanDi awal kisah PPT 5 silam, saya sempat menuliskan tentang kisah-kisah apa saja yang sepertinya akan diangkat di postingan ini.

Ternyata, banyak sekali kisah yang berkembang. Namun ada satu tema yang tampaknya sangat menonjol di PPT 5 ini. Yaitu permasalahan dalam rumah tangga dan bagaimana tokoh-tokoh di sinetron ini menyikapinya.

Saya menerka, tema ini khusus diangkat dan ditempelkan pada beberapa tokoh sekaligus karena begitu banyak permasalahan dalam rumah tangga yang muncul sekarang ini. Dan, sayangnya, beberapa berakhir dengan memprihatinkan. Padahal, mungkin tak sedikit yang masih bisa diselamatkan. Seperti dalam kisah PPT 5 ini.

  • Mengenai permasalahan keuangan yang dialami oleh Pak Jalal dan istrinya. Hal ini pernah diangkat saat Bang Asrul dan Kak Mira masih dalam kekurangan. Sungguh indah penerimaan Kak Mira akan keadaan mereka saat itu. Namun, dalam PPT 5, diangkat pula betapa sesungguhnya Pak Jalal sebagai suami tetap harus memperjuangkan kehidupan keluarganya dan mencari nafkah dengan serius meskipun sang istri sudah dapat menerima keadaan mereka. Tak dapat dipungkiri, saat ini perekonomian tak menentu. Mungkin tak jarang yang akhirnya memutuskan untuk berpisah karena permasalahan ini. Namun, apakah perpisahan harus menjadi satu-satunya jalan keluar, padahal masih banyak yang dapat disyukuri di sisi lain kehidupan mereka?
  • Permasalahan Kak Mira yang masih merasa tidak nyaman dan aneh dengan perubahan dalam diri Bang Asrul. Padahal, sejatinya Bang Asrul hanya menjalankan sunah-sunah Rasul, salah satunya adalah memakai celak. Setelah dinasihati Bu Ustadz dan mendengarkan penjelasan Bang Asrul, Kak Mira tampak menerima perubahan Bang Asrul.
  • Rencana perceraian Udin dan Herlina. Yang diangkat di sini sepertinya lebih kepada betapa tidak dibenarkannya bagi seorang perempuan yang meminta cerai dengan alasan yang tidak dibenarkan syariat ataupun dengan main-main. Menurut keterangan Kak Haifa alias Bu Ustadz, diharamkan baginya mencium bau surga. Sepertinya Herlina memang tidak serius dengan permintaan cerainya, sehingga ia sangat terkejut mendengar penjelasan itu. Dan pada tampaknya perceraian pun tidak terjadi.
  • Hubungan saling menguatkan yang terbangun di antara Ustadz fery dan Kak Haifa. Tampak jelas Kak Haifa menjadi istri yang sangat intens dalam memberi dukungan kepada sang suami, bagaimana pun keadaannya. Dalam susah maupun senang.
  • Permasalahan CLBK Azzam dan Kalila. Duh, saya benar-benar merasa tidak simpatik kepada Kalila pada PPT 5 ini. Satu sisi, ia memang menjadi korban. Namun, di sisi lain, ia juga menjadi pelaku utama kekacauan yang terjadi dalam rumah tangga Azzam dan Aya. Alhamdulillah, pada akhirnya Azzam menyadari bahwa Aya lah permaisurinya yang sesungguhnya, bukan Kalila.
  • Permasalahan poligami dan ibu mertua yang mendera Aya. Bagi saya, Aya adalah tokoh yang unik. Karena, di satu waktu dapat membuat saya gemas setengah mati, namun di waktu lain bisa membuat saya menyayanginya bak adik sendiri. Caranya menyikapi kedua masalah itu juga unik. Pun caranya memperbaiki hubungannya dengan sang suami. Manis.

Ending PPT 5 ini menurut saya indah. Terutama karena dibacakannya surat Ar-Rahman yang berhasil membuat hati saya gerimis.

Juga kata-kata Aya, “Terlalu banyak kenikmatan yang kurang kusyukuri.”

Ditambah lagi dengan kalimat terakhir Bang Jack, “Ajari aku untuk terus bersyukur ya Allah. Hidup terlalu singkat untuk hanya dikenali keburukannya.”

Dalam hubungan suami-istri, tentu ada saja kerikil yang menganggu, entah itu tajam ataupun tidak. Namun, seperti halnya dalam bentuk hubungan apapun antar manusia, tidak ada yang tidak dapat diperbaiki.

Seperti kalimat Bang Jack, “Setiap orang boleh nyari jalan keluar, tapi sebaek-baeknya pertolongan hanya kepada Allah.”

Semoga kita semua dapat menghalau kerikil-kerikil itu dengan bantuan pertolongan dari Allah. Dan, walaupun kerikil itu tak kunjung pergi, semoga kita tetap dapat melihat hal-hal indah yang patut disyukuri dalam hubungan yang komitmennya kita buat di hadapan Allah tersebut. Aamiin.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

[Diet] Lebih Enteng

diet-apelAlhamdulillah, urusan diet sudah lewat dari 1 bulan ini. Berapa kg yang sudah terbuang hingga detik ini? Tidak tahu. ^__^

Tapi sekitar hari ke 23-an silam, sudah turun sekitar 4,5 kg. Lumayan ya?

Diet cara apa? Apa ya? Kombinasi kali ya? Selain diawali dengan shake, aku juga lebih banyak mengkonsumsi buah dan sayur. Dan yang pasti, lebih banyak minum air putih. Ada juga pengurangan konsumsi gula dan nasi. Oh ya, dan nggak ngemil. ^__^

Masih berlanjut? Pinginnya begitu. Targetku sekitar 8 – 10 kg. Masih mau lihat gimana hasilnya. Karena suamiku pesan, jangan kurus-kurus amat. Hihi. Oke deh.

Apa rasanya kehilangan 4,5 kg? Enteng! Huehehe. Beneran. Belakangan bawa badan jadi lebih enak. Jalan atau naik tangga nggak cepet capek kayak dulu. Lingkar badan juga agak mengecil. Dagu nggak dobel lagi.

Selain jadi lebih enteng dan keuntungan lainnya, satu hal yang nggak kalah penting. I feel better about myself. Dulu udah hepi sih dengan how I was. Tapi sekarang kayaknya merasa better aja.

Tujuan akhir diet ini sebenarnya bukan semata demi penampilan. Tujuan utamanya justru karena aku ingin lebih sehat. Makanya, selain mengurangi asupan yang nggak perlu-perlu amat, aku juga rajin mengikuti kibulan sehat ala Erikar Lebang di twitter. Paling seneng follow sharing kesehatan dari suami Nina Tamam ini di @ErikarLebang. Jadi tambah ilmu.

Semoga aku bisa melanjutkan niat mulia ini ya! Semangat! >> [Judulnya menyemangati diri sendiri!]

PPT 5: Dialog Udin dan Asrul

asrul-udin-pptDialog antara dua sahabat, Udin dan Asrul, di Sinetron Para Pencari Tuhan kerap membuat saya berkerut kening walau tak jarang juga membuat saya tertawa.

Dialog barusan tentang betapa keluarga adalah urusan dunia yang kita yang sebaiknya kita cintai  dengan sewajarnya saja, tidak terlalu berlebihan, apalagi menghamba. Karena pada akhirnya akan diambil kembali oleh-Nya, entah dengan cara yang menyakitkan ataupun tidak membuat saya terhenyak.

Terlebih dialog lanjutan mereka:

Udin: Boleh nangis?

Asrul: Boleh, tapi jangan sampai meraung-raung, seakan Allah hanya mampu menghadirkan kesusahan dalam hidupmu.

Subhanallah.

Dialog itu membuat saya berkaca dengan beribu bahkan berjuta air mata yang pernah menetes di pipi ini. Terkadang, jika sedang dirundung malang, kita bisa menangis sejadi-jadinya. Padahal, jika hal itu telah berlalu, toh pada akhirnya kita bisa melanjutkan hidup. Jadi, apa makna tangis kita itu sebenarnya?

Ada yang bilang, tangis bisa membuat kita merasa lega. Saya mau tidak mau setuju. Setelah selesai mengumbar kesedihan lewat air mata, biasanya dada menjadi plong. Tapi mudah-mudahan setelah diingatkan oleh Asrul melalui dialognya di atas, saya akan lebih beradab dalam menangis. Amin.

Foto dari: FB Udin Nganga dan Asrul Dahlan

PPT 5: Aya-Azzam-Kalila Lagi?

ibu-azzamAkhirnya, muncul juga cinta segitiga antara Aya-Azzam-Kalila di PPT 5. Aku pikir sudah akan dilupakan.

Jadi, tadi pagi (pas nonton PPT5 waktu sahur), Aya menantang Azzam dan Kalila untuk menikah setelah sebelumnya sempat kesal karena ibu mertuanya tampak lebih suka mengobrol dengan Kalila ketimbang dirinya.

Lho, kan yang mengundang Kalila datang ke rumahnya dia sendiri? Dan tujuannya memang untuk menemani mertuanya tersebut karena dia sendiri sibuk.

Tapi memang sih, Kalila sendiri tampak kurang peka akan hal tersebut. Seperti dulu, saat ada apa-apa antara dirinya dan Azzam.

Sementara Aya sendiri tipe yang emosional tapi berusaha menampakkan diri sebagai orang yang rasional — and why that shounds like me?! :P

Kira-kira hendak dibawa ke mana cinta segitiga mereka kali ini?

Sepertinya sih Azzam tidak akan jadi menikah lagi. Tapi apa yang hendak diangkat dari peristiwa itu? Apakah ibu Azzam akan bersikap baik kepada Aya setelah ini atau bahkan lebih parah? Atau apakah cinta segitiga ini hanya sebagai kendaraan untuk pertemuan antara Bang Jack dan ibu Azzam, serta perkembangan hubungan mereka?

Kita tunggu aja!

Sumber foto: Kapanlagi.com

Kurusan

diet-pisangYippieee! Hari ini banyaaaakkkk sekali yang bilang aku kurusan.

Pertama suami, kedua Papaku, ketiga dll dst adalah teman-teman yang sore tadi BukBer denganku. Kebetulan memang kami terakhir bertemu sudah berbulan-bulan yang lalu.

Terakhir menimbang sekitar 4 hari yang lalu, beratku memang sudah turun 3,85 kg. Kira-kira per hari ini berapa ya? Mudah-mudahan memang sudah turun lagi.

Lucunya, suami dan Papaku awalnya termasuk orang-orang yang menentang keinginanku berdiet, selain Mama dan adikku. Maksud mereka baik, mereka tidak ingin aku memaksakan diri dan jatuh sakit.

Tapi insya Allah aku berusaha membuktikan bahwa aku akan baik-baik saja.

Seperti yang pernah aku ceritakan di sini, aku memulai diet dengan semacam susu kedelai yang disebut dengan shake. Kebetulan rasanya cukup enak, jadi aku suka. Tapi, supaya aku tidak merasa bosan, terkadang aku mengganti dengan sayur-sayuran atau buah-buahan. Well, ada kalanya juga aku agak nakal sedikit. Tapi jarang kok!

Oh ya, salah satu buah yang kebetulan sering kugunakan untuk pengganti cemilan adalah pisang. Ada yang bilang itu bukan pilihan yang tepat. Tapi sejauh ini yang mampu menghalau bunyi-bunyi tidak sopan di perutku adalah pisang, terutama pisang Ambon.

So, apakah aku akan melanjutkan dietku? Sepertinya iya. Karena, tujuan diet ini bukan semata agar aku kurusan alias langsing. Tapi aku juga ingin hidup lebih sehat. Jadi, dengan kedua alasan kuat tersebut, insya Allah aku akan berusaha istiqomah dengan diet kali ini.

Oh ya, aku sudah cukup sering berdiet. Beberapa sukses, beberapa tidak. Semoga yang satu ini termasuk yang sukses. Amin.

Ada yang lagi diet juga? Sharing yuk!