• Home
  • English
  • Fiksi
  • RSS
  • About
  • Wejangan Diri
Blue Orange Green Pink Purple

Archive for the ‘Sekedar Cerita’ Category

You can use the search form below to go through the content and find a specific post or page:

Aug 15

PPT 5: Dialog Udin dan Asrul

asrul-udin-pptDialog antara dua sahabat, Udin dan Asrul, di Sinetron Para Pencari Tuhan kerap membuat saya berkerut kening walau tak jarang juga membuat saya tertawa.

Dialog barusan tentang betapa keluarga adalah urusan dunia yang kita yang sebaiknya kita cintai  dengan sewajarnya saja, tidak terlalu berlebihan, apalagi menghamba. Karena pada akhirnya akan diambil kembali oleh-Nya, entah dengan cara yang menyakitkan ataupun tidak membuat saya terhenyak.

Terlebih dialog lanjutan mereka:

Udin: Boleh nangis?

Asrul: Boleh, tapi jangan sampai meraung-raung, seakan Allah hanya mampu menghadirkan kesusahan dalam hidupmu.

Subhanallah.

Dialog itu membuat saya berkaca dengan beribu bahkan berjuta air mata yang pernah menetes di pipi ini. Terkadang, jika sedang dirundung malang, kita bisa menangis sejadi-jadinya. Padahal, jika hal itu telah berlalu, toh pada akhirnya kita bisa melanjutkan hidup. Jadi, apa makna tangis kita itu sebenarnya?

Ada yang bilang, tangis bisa membuat kita merasa lega. Saya mau tidak mau setuju. Setelah selesai mengumbar kesedihan lewat air mata, biasanya dada menjadi plong. Tapi mudah-mudahan setelah diingatkan oleh Asrul melalui dialognya di atas, saya akan lebih beradab dalam menangis. Amin.

Foto dari: FB Udin Nganga dan Asrul Dahlan

Aug 14

PPT 5: Aya-Azzam-Kalila Lagi?

ibu-azzamAkhirnya, muncul juga cinta segitiga antara Aya-Azzam-Kalila di PPT 5. Aku pikir sudah akan dilupakan.

Jadi, tadi pagi (pas nonton PPT5 waktu sahur), Aya menantang Azzam dan Kalila untuk menikah setelah sebelumnya sempat kesal karena ibu mertuanya tampak lebih suka mengobrol dengan Kalila ketimbang dirinya.

Lho, kan yang mengundang Kalila datang ke rumahnya dia sendiri? Dan tujuannya memang untuk menemani mertuanya tersebut karena dia sendiri sibuk.

Tapi memang sih, Kalila sendiri tampak kurang peka akan hal tersebut. Seperti dulu, saat ada apa-apa antara dirinya dan Azzam.

Sementara Aya sendiri tipe yang emosional tapi berusaha menampakkan diri sebagai orang yang rasional — and why that shounds like me?! :P

Kira-kira hendak dibawa ke mana cinta segitiga mereka kali ini?

Sepertinya sih Azzam tidak akan jadi menikah lagi. Tapi apa yang hendak diangkat dari peristiwa itu? Apakah ibu Azzam akan bersikap baik kepada Aya setelah ini atau bahkan lebih parah? Atau apakah cinta segitiga ini hanya sebagai kendaraan untuk pertemuan antara Bang Jack dan ibu Azzam, serta perkembangan hubungan mereka?

Kita tunggu aja!

Sumber foto: Kapanlagi.com

Aug 10

Kurusan

diet-pisangYippieee! Hari ini banyaaaakkkk sekali yang bilang aku kurusan.

Pertama suami, kedua Papaku, ketiga dll dst adalah teman-teman yang sore tadi BukBer denganku. Kebetulan memang kami terakhir bertemu sudah berbulan-bulan yang lalu.

Terakhir menimbang sekitar 4 hari yang lalu, beratku memang sudah turun 3,85 kg. Kira-kira per hari ini berapa ya? Mudah-mudahan memang sudah turun lagi.

Lucunya, suami dan Papaku awalnya termasuk orang-orang yang menentang keinginanku berdiet, selain Mama dan adikku. Maksud mereka baik, mereka tidak ingin aku memaksakan diri dan jatuh sakit.

Tapi insya Allah aku berusaha membuktikan bahwa aku akan baik-baik saja.

Seperti yang pernah aku ceritakan di sini, aku memulai diet dengan semacam susu kedelai yang disebut dengan shake. Kebetulan rasanya cukup enak, jadi aku suka. Tapi, supaya aku tidak merasa bosan, terkadang aku mengganti dengan sayur-sayuran atau buah-buahan. Well, ada kalanya juga aku agak nakal sedikit. Tapi jarang kok!

Oh ya, salah satu buah yang kebetulan sering kugunakan untuk pengganti cemilan adalah pisang. Ada yang bilang itu bukan pilihan yang tepat. Tapi sejauh ini yang mampu menghalau bunyi-bunyi tidak sopan di perutku adalah pisang, terutama pisang Ambon.

So, apakah aku akan melanjutkan dietku? Sepertinya iya. Karena, tujuan diet ini bukan semata agar aku kurusan alias langsing. Tapi aku juga ingin hidup lebih sehat. Jadi, dengan kedua alasan kuat tersebut, insya Allah aku akan berusaha istiqomah dengan diet kali ini.

Oh ya, aku sudah cukup sering berdiet. Beberapa sukses, beberapa tidak. Semoga yang satu ini termasuk yang sukses. Amin.

Ada yang lagi diet juga? Sharing yuk!

Aug 01

Para Pencari Tuhan 5 (PPT 5)

Semenjak sahur tadi pagi, kami sudah menikmati tayangan perdana Para Pencari Tuhan 5 (PPT 5). Kebetulan saya dan keluarga memang sangat menyukai sinetron religi satu ini. Setiap Ramadhan menjelang, acara ini adalah satu di antara sekian banyak keindahan bulan penuh rahmat yang kami nantikan.

Sinetron ini sarat dengan makna. Terkadang menyentil, meskipun kerap menimbulkan tawa. Mampu menguras air mata, juga tak jarang memunculkan senyum penuh arti.

Itulah perbedaan Para Pencari Tuhan (PPT) dengan serangkaian sinetron religi lainnya di bulan Ramadhan, juga di bulan-bulan lainnya yang kini semakin marak.

Para Pencari Tuhan 5 (PPT 5) sepertinya akan banyak menyoroti kehidupan rumah tangga (CMIIW, Mas Wahyu H.S.). Mengapa saya berkesimpulan begitu?

Konflik yang membuka sinetron di hari pertama puasa ini mengangkat:

  • Niat istri Bang Udin, Herlina, yang meminta cerai karena sudah bosan hidup dengan suaminya yang HanSip itu. Menurut Bang Udin, saat bercerita kepada Bang Asrul, bukan uang masalahnya.
  • Niat Emak si Juki yang juga hendak meminta cerai akibat sang suami kerjanya hanya bermain karambol. Katanya, “Istri juga punya hak untuk dinafkahi. Gue kasih waktu satu bulan. Kalau nggak berubah juga, gue balik lagi jadi single parent.” Ternyata, uanglah yang menjadi masalahnya.
  • Aya yang kedatangan sang mertua, ibu Azzam yang sepertinya tipe mertua yang ehem…kurang berhati lapang.
  • Istri Pak Jalal yang tidak setuju suaminya menanam cabai di tanah pemilik rumah yang mereka tempati tanpa adanya izin.

Apakah kisah yang dijalani oleh tokoh-tokoh tersebut merupakan gambaran kehidupan sehari-hari masyarakat yang marak terjadi sehingga berdasarkan pengamatan sang penulis skenario layak diangkat ke layar kaca? Bisa jadi.

Lalu, kira-kira bagaimana kah kelanjutannya? Apakah rumah tangga Ustadz Ferry dan Kak Haifa serta Bang Asrul dan Kak Mira juga akan diguncang masalah? Bagaimana dengan Bang Jack dan tiga anak didiknya? Bagaimana dengan Kalila? Bagaimana dengan Pak RT and the gank? Apakah akan ada kisah kejutan lainnya?

Supaya tahu bagaimana kisah mereka, kita ikuti saja episode-episode selanjutnya. Yuk!

Sumber foto: Dinendra’s Blog

Jul 28

Siapa Bilang Diet Itu Menyiksa?

diet

Siapa bilang diet itu nggak bisa makan enak?

Diet, yup, aku sedang menjalani diet. Ketat? Hm…nggak juga. Aku dan temanku menyebutnya Diet Happy. Kok bisa gitu? Iya, dia bilang, “Tipe orang kayak elo, kalo diet kudu happy, kalo nggak pasti berhenti deh. Ya kan?”

Seratus!

Jadi, sama temenku yang memantau dietku itu, aku nggak dilarang makan ini-itu. Cuma diingatkan bahwa intake kaloriku per hari, kalo memang ingin berat badanku turun, harus di bawah 1.200. Atau ya harus berolahraga. Oh ya, angka 1.200 itu adalah angka kalori per hariku.

Maka aku melakukan kombinasi keduanya semampuku. Aku cenderung menghitung berapa kalori yang kumakan. Nggak susah, karena ada tabelnya. Atau bisa dilihat di bungkus makanannya.

Untuk olahraga, aku memilih jalan kaki atau exercise kecil di rumah sepulang mengantar anakku Hana ke sekolah.

Lalu, gimana dengan makan enaknya? Biasanya aku makan yang berbeda siang hari. Kalau siang, aku bebas makan apa aja. Nah, kalau pagi, kadang aku ganti dengan susu atau yang biasa disebut temanku itu dengan shake atau aku tetap makan sarapan biasa, hanya saja porsinya maksimal setengahnya. Makan malam? Sama dengan makan pagi. Terkadang aku minum susu alias shake itu, di lain waktu makan biasa dengan porsi yang lebih sedikit. Yang penting lidah tetap bisa merasakan ke-yummy-an makanan itu! ;)

So, walau diet, tetap bisa makan enak kan?

Bagaimana dengan hasilnya? Sepuluh hari pertama diet, aku bisa menurunkan berat badan hingga 1.6 kg dan mengecilkan perut hingga 2 cm. Nah, besok insya Allah mau nimbang lagi nih. Kita lihat aja gimana hasilnya. Kata suamiku sih aku agak ‘tipisan.’

Jiah! Martabak manis kali pake tipis. Hm…martabak manis?! *cegluk!*

« Newer Posts | Older Posts »

Nadiah Alwi

  • About
    Seorang Perempuan yang Suka Menulis dan Hobi Ngeblog.
  • Kategori
    • Aktivitas
    • Bisnis Online
    • Blog
    • Blogging
    • Buku
    • Diet
    • Dunia Digital
    • Fiksi
      • CerBung – Dokter Impian
    • Hidup
    • Inspirasi
    • Islam
    • Kata
    • Keluarga
    • Kesehatan
    • Lomba
    • Makanan
    • Media Digital
    • Memasak
    • Pekerjaan
    • Penerjemahan
    • Penulisan
    • Perjalanan
    • Puisi
    • Rumah
    • Saya / Aku
    • Sekedar Cerita
    • Self Reminder
    • Teman
  • Artikel Terbaru
    • Menerima dengan Ikhlas
    • Cermin Kesedihan
    • Sudut Kerja di Rumah
    • Helaan Nafas
    • Doa sebelum Masak
    • Makanan Enak
  • Arsip
    • May 2012
    • April 2012
    • March 2012
    • February 2012
    • January 2012
    • December 2011
    • November 2011
    • October 2011
    • August 2011
    • July 2011
    • June 2011
    • May 2011
    • April 2011
    • March 2011
    • February 2011
    • January 2011
    • December 2010
    • November 2010
    • October 2010
    • September 2010
    • July 2010
    • June 2010
    • May 2010
    • April 2010
    • March 2010
    • February 2010
    • January 2010
    • December 2009
    • November 2009
    • September 2009
    • August 2009
    • June 2009
    • May 2009
    • April 2009
    • March 2009
    • February 2009
    • January 2009
  • Pengunjung
  • Cari





    Widget_logo
  • Home
  • About
  • Wejangan Diri

© Copyright Nadiah Alwi. All rights reserved.
Designed by FTL Wordpress Themes brought to you by Smashing Magazine

Back to Top