Di Dunia Maya…
Posted in Dunia Digital, Hidup on 04/15/2009 12:12 am by Nadiah Alwi
Belum lama ini, saya berbincang dengan seorang sahabat tentang gaya sebagian penduduk dunia maya dalam memberi komentar atau mengutarakan buah pikiran dan isi hatinya.
Ada apa dengan gaya itu?
Kami berpendapat, ada yang bersikap kasar atau tidak semestinya dalam ‘bersuara’ di dunia maya. Seakan mereka berpikir bahwa kebebasannya berpendapat tak dibatasi oleh perasaan orang lain.
Seakan kasar mereka definisikan sebagai ‘keren’ atau bahasa Inggrisnya ‘cool.’ The ruder you become, the cooler you are.
Padahal, di dunia maya pun orang masih punya perasaan.
Ah, tapi jangan-jangan mereka yang punya perasaan dianggap cengeng oleh si cool. Entah juga.
Tapi, bagi saya, baik di dunia nyata maupun di dunia maya, kita tetap harus menjaga perasaan orang lain. Toh penghuninya sama saja. Jadi, apakah perlu diperlakukan berbeda?
Lucunya, di dunia maya, banyak yang merasa lebih mudah mengeluarkan makian. Padahal, mungkin di dunia nyata ia tak sekasar itu–ok, ada juga sih yang baik di dunia maya maupun nyata sama saja kelakuannya, itu sudah nasibnya memiliki sikap tak mengenakkan seperti itu.
Rasa-rasanya kok ya seperti pengecut ya kalau tiba-tiba di dunia maya–di mana kita bisa jadi siapa saja tanpa perlu mengutarkan identitas atau tanpa perlu menunjukkan batang hidung–kita bicara seenaknya? Sementara di dunia nyata berusaha sekuat tenaga untuk bersikap santun.
Dengan bercanda, sahabat saya itu bahkan sampai mengusulkan seminar Digital EQ. Aih, menarik juga ya? Jangan-jangan saya juga perlu ikut. LOL.


April 15th, 2009 at 11:52
kl mnrt sy bahasa di dunia maya lebih rentang mengundang salah paham ketimbang di dunia nyata. Bahkan untuk bahasa yg tdk kasar sekalipun. Maksud si penulis mungkin baik, dg bahasa yg baik pula tp kemungkinan terjadi slh paham dr pembaca itu lebih besar ketimbang kita ngobrol lsg di dunia nyata.. Meamng berbahasa di dunia hrs lebih hati2..
April 15th, 2009 at 14:31
Kecenderungannya memang begitu, Nad. Ngetik/nulis terkesan kayak buang [maaf] angin aja..berlalu, orang lain yang dapet baunya.
Atau sebelum berdunia maya-ria, kita perlu nilep dulu perasaan ya? Belagak jadi robot, gitu?
April 15th, 2009 at 15:25
@ Chi: bener juga, tapi yang aku bahas di sini bukan yang implisit gitu, tapi yang bener2 ekspilisit, yang kalo mbacanya mulutku menganga gitu hehe…
@ Rini: bisa jadi sih…tp capek juga on/off-n perasaan gitu kali ya?
April 17th, 2009 at 01:14
bisa saya bilang kalau bicara kasar disini akibat sudah sering ditahan tahan. sementara perlu juga diketahui kalau freedom of speak pasti ada efeknya juga..
April 17th, 2009 at 06:35
Aku suka mikir..apakah postinganku yang provokatif? Ini lebih sulit lagi. Soalnya sudah diedit, dibaca ulang, dipilihin kata-katanya yang ‘adem’, masih juga menimbulkan reaksi ajaib..gimana ya emang sengaja mancing ya..hm hm..
April 17th, 2009 at 17:15
paling ga itu bs jd contoh. Bahwa orang2 di situ sifat aslinya ya gtu. bs cemen, munafik atau apalah. sama ketika seseorang sedang berada di kamarnya, ya dia jd dia sesungguhnya. sama dg suami/istri, dia bru kliatan aslinya, beda ketika wkt awal2 pertemuan, wlpn ga semua bgtu. yg asli n ga pernah “kamuflase” cuma balita, mahluk paling jujur.
April 18th, 2009 at 00:04
@ Blogpreneur: Freedom of speech kan, bukan freedom of being rude?
@ Rini: Itulah, kadang kita nggak bermaksud begitu, tapi hasilnya lain. Seperti yang Chi bilang, dunia maya rentan salah paham.
@ Habil: I love balita
April 20th, 2009 at 16:50
Hahuhahuaua..jadi inget jamannya masih aktif chatting dulu..
Emang berasa sih Nad..dulu masih jauh lebih sopan..masih pada tau diri..sekarang sih boro-boro !..
Tapi susah juga..jamannya beda..sekarang jauh lebih bebas (tapi juga lebih individualis)..Dulu Kita masih bisa main bareng-bareng Teman di lapangan (sekarang nyari lapangan aja susah)..akhirnya cenderung main terbatas atau bahkan sendirian (game elektronik)..karakter kebersamaannya itu yang hilang..”kode etik bergaul” yang gak banyak dimiliki generasi sekarang..jangankan di dunia maya yang emang bisa dibilang gak kenal satu sama lain (paling banter : siapa sih Luw ?)..nah di dunia nyata aja, anak-anak jaman sekarang itu juga makin terkikis sopan santunnya..apalagi kalo ditambah problem “broken home” plus lingkungan yang gak support..lengkap deh !..huhuhuhu..
Tapi ada juga yang emang typenya begitu Nad..
Maksud Gwa, ada orang yang di dunia nyata gak bisa ngomong apa-apa tapi giliran di dunia maya dia bisa jauh lebih ekpresif..pelampiasan mungkin ya ?..
Buat Gwa sih, kalo Gwa kenal karakter orangnya mungkin gak terlalu masalah..paling cuma cengengesan duank..Tapi kalo gak kenal emang bikin emosi juga..huhuhuhuh..