
Waktu kecil dulu, saya melihat orang hanya dari satu sisi. Dia baik, ya baik. Titik. Dia jahat, ya jahat. Titik. Sehingga mudah bagi saya untuk mengidolakan atau membenci seseorang.
Bahkan pernah saya tak mau melihat sisi lain dari seseorang hanya karena saya begitu mengidolakannya. Jadi, saya menganggap sisi lain itu tidak ada. Ia sempurna. Titik.
Tentunya, setelah melewati bertahun-tahun hidup di bumi ini, pola pikir saya berubah. Jika dulunya, saya apa-apa maunya titik, sekarang saya lebih ke koma. Dia aneh. Koma. Tapi, dia…blablablabla…
Cara pandang ini ternyata memudahkan hidup. Saya tidak berekpektasi apa-apa kepada orang lain. Ok, dia baik, tapi, saya kan nggak tahu sisi lainnya itu apa. Ok, dia melakukan tindakan yang kurang baik, tapi dia pasti punya sisi baik.
Bahkan, bukan hanya masalah sisi baik atau tidak baik–dalam hal ini dua sisi ya. Melainkan, seseorang ternyata bisa memiliki begitu banyak sisi. Tak jarang yang memiliki sisi abu-abu, merah, biru, pink, ataupun kuning.

Dia mungkin pintar, tapi ugh, cerewetnya minta ampun. Dia mungkin terlihat sombong, padahal sebenarnya dia kesepian. Dia mungkin terlihat pemalu, padahal sebenarnya, jika digali, ia bisa menjadi seseorang yang ramai.
Saya sendiri memiliki banyak sisi loh. Kadang jaim, kadang ramai, kadang diam, kadang ambekan, kadang malu-malu, dan yah saya menikmati itu.
Jika ada yang menghakimi kita sebagai orang tipe A, jangan kesal dulu. Toh kita punya sisi lain, banyak sisi, yang mungkin belum dilihat oleh sang penghakim. Kan yang tahu diri kita adalah kita sendiri.

iya. orang punya berbagai macam sisi yang dia tunjukkan atau sembunyikan. oh salah, ini potensi:D
tapi emang iya sih, gimana cara kita ngelatih ngeliat seseorang dari sisi-sis yang berbeda. hehhe..
Bijak sekali mbak
kan biar seimbang, ada positif dan negatifnya
lucu dedeknya byme
salam kenal
kita jadi belajar buat ngertiin semua hal dari berbagai sisi… wahhhh kamu pasti org yang sopan yah…. dan bijaksana ( karna ngak mungkin kamu disini)
ya Nad ..
mengagumi seseorang … ternyata akhirnya kita temukan juga sisi buruknya
hmm.. tp gw termasuk yang cukup cepet ‘ilfil” … lagi mengalami nie