Saya memang tidak terlalu sering menghadiri Maulid. Biasanya hanya jika yang mengadakan adalah Papa di Mushallah depan rumah. Karena, saya kan pasti ikut membantu. Yang lain adalah ketika pengajian yang biasa saya datangi juga mengadakan Maulid.
Sekitar dua minggu yang lalu, saya menghadiri Maulid di sebuah Mushallah yang dekat dengan rumah. Setiap bulan saya memang ikut pengajian di situ, pengajian yang dipimpin oleh Ustadzah Halimah Alaydrus.
Saya memang salut dengan sang ustadzah. Caranya menyampaikan tausiah begitu tenang, damai, dan mengena di hati. Tanpa gegap gempita yang berlebihan, tanpa emosi, dan begitu indah.
Terkadang, di penghujung pengajian, Beliau berdo’a bersama jamma’ah. Dan, kalau Beliau sudah berdo’a begitu, air mata saya tumpah. Do’a Beliau selalu berhasil menggugah hati dan jiwa saya.
Dan, saat Maulid dua minggu yang lalu, dua kali saya menitikkan air mata. Pertama saat asrakal, dan kedua saat Ustadzah Halimah berdo’a.
Kami, para jamma’ah Maulid berdiri saat asrakal dibacakan. Rasa haru membuncah di hati saya. Air mata menetes di pipi.
Yaa nabi salam alaika
Yaa rasul salam alaika
Yaa habib salam alaika
Sholawatullah alaika…
Saya merasakan kerinduan yang begitu besar kepada Baginda Rasul SAW. Hati saya berd’oa agar nanti, Beliau akan menanti saya di penghujung shirathal mustaqim dengan senyumnya yang terindah, bersama Sayyidah Khadijah, Sayyidah Fathimah, Sayyidah Aisyah, Sayyidina Ali, Sayyidina Husein dan Sayyidina Hasan, beserta seluruh penghuni surga.
Jika ada keinginan untuk menikmati surga, keinginan itu selain untuk bertemu Sang Pencipta, juga untuk dapat bersama semua yang saya sebutkan di atas, yang saya kagumi, yang saya cintai.
Saya memeluk Hana, putri kecil saya, yang memang selalu ikut ke pengajian dan kali ini ikut pula di acara Maulid. Dalam hati, saya berdo’a juga untuknya, mendo’akan segala kebaikan untuknya.
Yang ia tahu, ia sedang menghadiri acara ulang tahun Nabi Muhammad SAW. Saya katakan kepadanya, bahwa saat kami berdiri pada pembacaan asrakal, itu adalah saat semua yang hadir menyanyikan lagu ulang tahun untuk Beliau. Dengan semangat, ia ikut berdiri.
Kemudian, lagi-lagi air mata saya mengalir di pipi saat Ustadzah Halimah memanjatkan do’a untuk kami, para Jamma’ah Maulid. Salah satu do’anya adalah do’a yang saya panjatkan dalam hati saat asrakal berlangsung.
Subhanallah, indah sekali.
Semoga tahun-tahun mendatang, saya masih diberi kesempatan untuk hadir dalam acara syahdu tersebut. Amin.
*Keterangan gambar: saya dan Hana saat menghadiri Maulid*
