Mengolah Rasa

rasa-senyumSaya memperhatikan, semakin umur saya bertambah, saya harus semakin pandai mengolah rasa.

Mengolah rasa kadang sama dengan menutupi rasa, di lain waktu sama dengan mengubah rasa, di kesempatan lain sama dengan memutarbalikkan rasa.

Semua yang saya sebut di atas tentunya ketika saya harus berurusan dengan orang lain. Terhadap diri sendiri, saya sangat jujur akan rasa.

Saya bukan orang yang selalu meledak-ledak — walau beberapa kali kecolongan. Saya lebih suka mengolah rasa yang sedang bercokol di hati untuk kemudian saya telusuri setiap jengkalnya, dan melahirkan emosi yang saya sendiri yang tahu. Sendiri.

Terdengar melelahkan bagi sebagian orang, memang. Tapi, saya lebih nyaman begitu.

Rasa adalah rahasia jiwa dan hanya saya yang tahu.

4 Komen

  1. zee Says:

    Smiley Ball nya bisa dibeli dimana?

  2. Nadiah Alwi Says:

    I wish I knew it haha…mau beli juga :D

  3. Anggi ChoDockZ Says:

    Gwa sih gak ngefek kalo Luw lagi meledak Nad..
    paling cuma tutup kuping..polusi suara banged deh..he he he..

  4. ahmad Says:

    wah pertamax nih masuk blog ini….salam kenal aja dech. Yah semua harus diisi dengan rasa. Tanpa rasa hambar donk jeng…Karena Rasa Adalah Segalanya – galanya dah….

Silakan berkomentar.