Nikmat dan Indahnya Sehat

Akhir minggu yang lalu, saya mengalami rasa sakit yang belum pernah saya rasakan sebelumnya di sekitar bagian belakang pinggang.

Jum’at malam rasa sakit itu masih tertahankan. Namun, setelah saya minta pijit ke Hana, anak saya yang memang enak pijitannya itu, rasa sakit justru semakin terasa. Saya mulai sulit bergerak.

Sabtu pagi, Mama saya yakin betul kalau saya itu sebenarnya hanya masuk angin. Saya ragu sih, karena kenapa jika masuk angin, rasa sakit itu berkumpul di pinggang belakang sebelah kiri?

Saya semakin sulit bergerak. Berdiri sakit, duduk sakit, berbaring pun sakit.

Akhirnya, Sabtu malam saya ke Pak Haji Dulo Tepok alias Haji Abdullah Tabrani, dukun urut/pijit langganan keluarga sejak 2001 — saat itu saya jatuh dan beliau yang menyembuhkan. Menurut Pak Haji, sebenarnya tidak parah. Namun, pemijitan yang salah itu yang membuat rasa sakit itu menjadi hebat.

Hari Minggunya saya sudah merasa enakan, bahkan dapat membantu di acara Akikah keponakan. Saya mulai bebas bergerak.

Malamnya, saya tercengang. Betapa nikmat dan indahnya sehat. Padahal, sehari sebelumnya, saya merasa tersiksa karena jika bergerak sedikit saja, rasa sakit mendera.

kerja-di-rumahTapi dasar manusia ya…sudah merasa enakan, saya memforsir diri. Duduk berlama-lama di depan komputer. Akibatnya, rasa sakit itu muncul lagi walau sedikit. Sepertinya, saya harus kembali ke Pak Haji.

Semestinya saya memang bersyukur dengan kesembuhan instan itu dengan menjaga diri, sering-sering istirahat dengan membaringkan diri saat bekerja — saya bekerja di rumah jadi bisa berbaring jika lelah.

Sepertinya, kini saat saya berbaring…

2 Komen

  1. zee Says:

    Iya sih, kalo lagi sakit kita baru merasakan betapa mahal & nikmatnya kesehatan itu. Tp begitu sehat, mulai deh diforsir lagi.. hehee..

    Sekarang udah sembuh dong yaa…

  2. Nadiah Alwi Says:

    Alhamdulillah udah nih :D

Silakan berkomentar.