güzel sözler chat yap çet yap çet film izle indirmeden film izle video izle bilgisayar teknik servis halı yıkama oyun oyna porno izle sex sikiş porno dedicated server vps

Sarapan Pancake

Pagi tadi, nggak ada roti, tukang-tukangan pun tak lewat lagi. Kami menunggu dan menunggu. Tukang bubur, tukang roti, tukang ketupat sayur, semua nggak ada yang lewat.

Akhirnya, kami sarapan pancake. Aku browsing resep pancake di Google.com dan menemukan resep pancake enak ini!

Setelah aku konversikan ke ukuran yang aku ketahui (huhu, gak punya cup jadi mesti gram-graman dan liter-literan), kira-kira bahannya jadi seperti ini:

  • 140 gr terigu
  • 1 sdm gula
  • 2 sdt baking powder (tapi aku gak punya, jadi aku ganti dengan soda kue :D )
  • 1/2 sdt garam
  • 1 telur
  • 150 susu cair
  •  60 gram margarin dicairkan

Cara membuatnya? Silakan intip langsung di postingan aslinya di SINI ya.

Resep di atas sudah dibagi dua dari resep aslinya. Bisa menghasilkan 6 pancake ukuran sedang agak kecil. Tapi sebenarnya kalau mau lebih enak, cukup dijadikan 4 pancake aja. Lebih tebal, lebih enak kayaknya.

Cumaaaa…tadi ada yang gosong satu! Haha. Jadi, baiknya setelah 1 adonan selesai dibuat dan jadi pancake, teflonnya diangin-anginkan dulu. Kalau sudah nggak terlalu panas, baru deh masukkan adonan berikutnya. Jangan kayak aku ya! ^__^

Terus, karena nggak punya mapple syrup, aku buat chocolate syrup. Dulu pernah nonton di Masterchef Australia. Jadi, seingetnya aja sih.

Bahan:

  • 2 sdm bubuk coklat (di Masterchef kalo gak salah pakai coklat blok, tapi aku gak punya hihi)
  • 100 ml susu cair
  • maizena secukupnya (kalo gak suka yang kental, sedikit aja ya, tadi aku gak punya, jadi gak pake sama sekali, tapi gak encer-encer banget karena coklatnya sendiri bisa bikin kental)
  • gula (sesuai selera, aku lebih suka coklat yang agak pahit, jadi gak terlalu banyak)

Cara membuat:

  • Campur ketiga bahan di darat (maksudnya gak di atas api), diaduk
  • Pindahkan ke atas api, aduk rata, jangan berhenti ya.
  • Setelah agak mengental, angkat, tuangkan di atas pancake.

Oh ya, resep sirup coklat ini sih bisa-bisanya aku aja. Kalo ada kekurangan atau kesalahan, mohon dikoreksi ya. Thank you.

Foto penikmat sarapan pancake pagi tadi:

Two Lovely Hearts oleh Ade Nastiti

Two Lovely HeartsTwo Lovely Hearts oleh Ade Nastiti

My rating: 4 of 5 stars

Semenjak novel ini terbit, saya telah menetapkan. Suatu hari saya harus memilikinya. Namun, karena satu dan lain hal, belum juga sempat terbeli. Dan saya sangat bersyukur tatkala seorang sahabat menghadiahkan buku ini pada hari ulang tahun.

Buku Mbak Ade lainnya yang pernah saya baca juga membuat saya jatuh cinta. Dan sekarang saya jatuh cinta bukan hanya kepada cerita (romantis-nya), tapi juga kepada tokoh Nando dalam buku ini. Walau begitu, saya sangat simpati kepada Yuda.

Gemas dengan endingnya, tapi mungkin jika saya yang menulis pun, ending seperti itulah yang akan muncul. Atau, mungkin jika sampai harus mengalami seperti yang dialami Amel, sang tokoh utama, saya pun akan memutuskan hal yang sama.

Yang paling saya suka dari novel-novel Mbak Ade adalah ia mampu menghadirkan background cerita yang berat, namun sisi romantis tetap tergali dan terjaga dengan apik. Saya ikut tersenyum, berkaca-kaca, dan merasakan letupan cinta di hati saat membacanya. Sulit sekali untuk tidak menyelesaikan novel ini sesegera mungkin. Penasaran!

Mbak Ade, saya tunggu novel-novel lainnya ya. :)

Silakan intip review saya lainnya.

Definisi Cinta

definisi-cintaTadi sore, saya kumpul-kumpul dengan beberapa teman. Iseng aja, mendadak, kebetulan si A sedang bersama si B, lalu mereka mengontak si C, kemudian si D, yang dijemput oleh si E. Dan kami berlima pun berkumpul sore-sore untuk ngupi dan cerita-cerita.

Ngobrol punya ngobrol, entah bagaimana, akhirnya pembicaraan mengalir ke satu titik: DEFINISI CINTA.

Sementara si E sedang pergi dulu sebentar, masing-masing mengutarakan definisi cinta.

A: Cinta adalah pengorbanan

B: Love takes time (ini mah lagu ya?)

C: Cinta itu beda dengan kasih sayang. Cinta itu love, sayang itu care.

D: Cinta itu perasaan saat hati berdebar-debar akibat bertemu sang pujaan. Kalau sayang itu perasaan yang timbul kemudian, setelah cinta sama-sama bertepuk. (Ini definisi saya!)

E: (tiba-tiba muncul kembali, langsung ditanya, dan segera menjawab) Cinta itu ikhlas.

Akhirnya E penasaran, ia pun mencari definisi cinta di Wikipedia. Maklum, orang IT, jadi apa-apa dicari di internet? ^___^

Penjelasan Oom Wiki tentang cinta bisa dilihat di SINI.

Akhirnya, kami pun berkesimpulan bahwa definisi cinta itu unik, sesuai dengan pengalaman kehidupan percintaan yang pernah dilewati masing-masing individu.

So, apa definisi cinta menurut kamu? Care to share?

Menjadi Manusia

Meminjam istilah Rini, saya sedang menjadi manusia. Lho, memang pernah tidak menjadi manusia?

Antara pernah dan tidak. Begini, ini ada hubungannya dengan pekerjaan. Pekerjaan tetap saya adalah sebagai online promo & marketing plus content editor pada sebuah toko online yang menjual kain batik dan kain ikat. Meskipun bekerja di rumah, saya tetap ‘ngantor’ dari jam 9 pagi hingga jam 5 sore.

Pekerjaan saya ini menuntut banyak perhatian dan ketekunan. Pada jam-jam tersebut, sulit bagi saya berbagi pikiran ke hal-hal lainnya. Ya, paling banter, kalau lagi mentok, saya bermain-main dengan akun sosmed pribadi, atau ngeblog (yang ini agak jarang, karena ngeblog sebenarnya kan juga butuh konsentrasi ya?).

Sementara, sejak lama, sebelum bekerja di toko online ini, saya sudah menjalani profesi fleelancer yang kebetulan saya sukai, sebagai penerjemah. Selain menulis, menerjemahkan adalah hal menyenangkan lainnya yang bisa mendatangkan rejeki buat saya. Hobi yang dibayar, begitu.

Sehingga, agak sulit menampik jika ada tawaran untuk menerjemahkan. Biasanya, bukan karena uangnya, melainkan karena muatan pada buku yang ditawarkan. Kalau menarik, kata tidak agak sulit keluar dari ketikan tangan saya (biasanya tawaran itu datang melalui email atau YM).

Namun, sejalan usia yang semakin bertambah, ketahanan tubuh saya tidak seperti dulu. Menerjemahkan adalah hal yang saya lakukan pagi-pagi sebelum memulai pekerjaan di toko online tersebut atau setelahnya, pada malam hari. Dulu sih kuat-kuat saja. Tapi, sekarang, saya lebih mudah merasa letih. Terlebih, saat deadline menghampiri.

Seperti kesepakatan dengan suami, saya memutuskan untuk cuti dulu dari menerjemahkan. Untuk sementara waktu. Dan inilah yang dimaksud dengan menjadi manusia. Saya memiliki waktu luang untuk mengurus anak, mengurus rumah, membaca, bercengkerama dengan orang tua, dll., dsb.

Masalahnya, sejak menjadi manusia begini, saya kok kangen dengan kegiatan mengalihbahasakan novel atau buku-buku non fiksi menarik seperti dulu? Nah, memang begitu bukan menjadi manusia? Hehe…tidak puas dengan keadaan dan selalu melihat hal lain sebagai rumput yang lebih hijau?

Maka, saya nikmati saja rasa kangen itu. Atau saya alihkan dengan menulis atau mengedit tulisan lama yang kemudian saya kirimkan ke majalah (atau mungkin nanti ke penerbit, untuk tulisan yanh agak tebal, insya Allah). Entah akan dimuat/diterbitkan atau tidak, yang penting saya merasa senang. Dan, mudah-mudahan kebiasaan saya dalam mengolah kata tidak tumpul.

Menjadi manusia? Enak!

Lebih Enak Mana?

Kerja di rumah atau di tempat lain?

Buat saya yang bekerja tanpa harus ngantor, lokasi kerja bisa di mana-mana. Bisa di atap rumah, di tengah jalan, di mana aja — Ok, that shounds lebay. Maksudnya, ya bisa saya lakukan di rumah, ataupun di tempat lain seperti kafe.

Memang sih, gaya banget kerja di kafe itu. Duduk di sofa, santai, dengan koneksi internet tak terbatas — kebetulan pekerjaan saya menuntut koneksi internet, dan ya itu…keren deh kayaknya.

Dan, hari ini saya terpaksa berkeren ria di sebuah kafe yang menjual kopi — iyalah kafe menjual kopi! — yang lumayan enak dengan nama brand lokal. Tapi saya nggak minum kopi, saya minum iced chocolate + hazelnut. Hm…so? Gimana rasanya?

Nggak seru! Saya terpaku pada tempat duduk ini. Belum lagi distraction berupa pengunjung kafe yang aneh-aneh. Baca: aneh. Andai ada yang enak dilihat gitu. Nggak ada. Hihi. Bukan cuma itu, saya harus mengeluarkan uang untuk minuman dan makanan yang sebenarnya nggak saya butuhkan. Dan, saya kebelet pipis! ^___^

Coba deh kalo di rumah. Saya bisa kerja di pojok kerja saya yang nyaman, ditemani suami tercinta yang juga Work at Home Daddy, bisa bobo-boboan kalo pinggang pegel, atau bahkan bisa kerja di atas tempat tidur. Plus, nggak ada dana yang harus dikeluarkan. Dan, saya bisa ke kamar mandi anytime saya mau.

Tapi ya, sesekali kerja di kafe gini boleh lah. Ganti suasana. Bahkan tadi sempat memberi sedikit ide untuk cerpen yang akan saya tulis. Hihi.

Sering-sering ngafe gini? Hm…saya harus pikir dua kali…dan cek dompet lima kali!

Yuk, ah…saya mau pulang dulu! Ada janji dengan pembatik yang menjadi rekanan di tempat kerja saya. Plus, saya pingin pipis!