• Home
  • English
  • Fiksi
  • RSS
  • About
  • Wejangan Diri
Blue Orange Green Pink Purple

Menerima dengan Ikhlas

Mungkin tidak mudah, tapi harus diusahakan.

Baru-baru ini, saya melewati masa yang begitu menyesakkan. Seakan perjuangan selama ini sia-sia belaka.

Sedih, kecewa, terkejut. Semua bercampur aduk di dalam hati saya.

Read More 2 Comments   |   Posted by Nadiah Alwi
Aug 27

[Diet] Lebih Enteng

diet-apelAlhamdulillah, urusan diet sudah lewat dari 1 bulan ini. Berapa kg yang sudah terbuang hingga detik ini? Tidak tahu. ^__^

Tapi sekitar hari ke 23-an silam, sudah turun sekitar 4,5 kg. Lumayan ya?

Diet cara apa? Apa ya? Kombinasi kali ya? Selain diawali dengan shake, aku juga lebih banyak mengkonsumsi buah dan sayur. Dan yang pasti, lebih banyak minum air putih. Ada juga pengurangan konsumsi gula dan nasi. Oh ya, dan nggak ngemil. ^__^

Masih berlanjut? Pinginnya begitu. Targetku sekitar 8 – 10 kg. Masih mau lihat gimana hasilnya. Karena suamiku pesan, jangan kurus-kurus amat. Hihi. Oke deh.

Apa rasanya kehilangan 4,5 kg? Enteng! Huehehe. Beneran. Belakangan bawa badan jadi lebih enak. Jalan atau naik tangga nggak cepet capek kayak dulu. Lingkar badan juga agak mengecil. Dagu nggak dobel lagi.

Selain jadi lebih enteng dan keuntungan lainnya, satu hal yang nggak kalah penting. I feel better about myself. Dulu udah hepi sih dengan how I was. Tapi sekarang kayaknya merasa better aja.

Tujuan akhir diet ini sebenarnya bukan semata demi penampilan. Tujuan utamanya justru karena aku ingin lebih sehat. Makanya, selain mengurangi asupan yang nggak perlu-perlu amat, aku juga rajin mengikuti kibulan sehat ala Erikar Lebang di twitter. Paling seneng follow sharing kesehatan dari suami Nina Tamam ini di @ErikarLebang. Jadi tambah ilmu.

Semoga aku bisa melanjutkan niat mulia ini ya! Semangat! >> [Judulnya menyemangati diri sendiri!]

Read More 2 Comments   |   Posted by Nadiah Alwi
Aug 15

PPT 5: Dialog Udin dan Asrul

asrul-udin-pptDialog antara dua sahabat, Udin dan Asrul, di Sinetron Para Pencari Tuhan kerap membuat saya berkerut kening walau tak jarang juga membuat saya tertawa.

Dialog barusan tentang betapa keluarga adalah urusan dunia yang kita yang sebaiknya kita cintai  dengan sewajarnya saja, tidak terlalu berlebihan, apalagi menghamba. Karena pada akhirnya akan diambil kembali oleh-Nya, entah dengan cara yang menyakitkan ataupun tidak membuat saya terhenyak.

Terlebih dialog lanjutan mereka:

Udin: Boleh nangis?

Asrul: Boleh, tapi jangan sampai meraung-raung, seakan Allah hanya mampu menghadirkan kesusahan dalam hidupmu.

Subhanallah.

Dialog itu membuat saya berkaca dengan beribu bahkan berjuta air mata yang pernah menetes di pipi ini. Terkadang, jika sedang dirundung malang, kita bisa menangis sejadi-jadinya. Padahal, jika hal itu telah berlalu, toh pada akhirnya kita bisa melanjutkan hidup. Jadi, apa makna tangis kita itu sebenarnya?

Ada yang bilang, tangis bisa membuat kita merasa lega. Saya mau tidak mau setuju. Setelah selesai mengumbar kesedihan lewat air mata, biasanya dada menjadi plong. Tapi mudah-mudahan setelah diingatkan oleh Asrul melalui dialognya di atas, saya akan lebih beradab dalam menangis. Amin.

Foto dari: FB Udin Nganga dan Asrul Dahlan

Read More 0 Comments   |   Posted by Nadiah Alwi
Aug 14

PPT 5: Aya-Azzam-Kalila Lagi?

ibu-azzamAkhirnya, muncul juga cinta segitiga antara Aya-Azzam-Kalila di PPT 5. Aku pikir sudah akan dilupakan.

Jadi, tadi pagi (pas nonton PPT5 waktu sahur), Aya menantang Azzam dan Kalila untuk menikah setelah sebelumnya sempat kesal karena ibu mertuanya tampak lebih suka mengobrol dengan Kalila ketimbang dirinya.

Lho, kan yang mengundang Kalila datang ke rumahnya dia sendiri? Dan tujuannya memang untuk menemani mertuanya tersebut karena dia sendiri sibuk.

Tapi memang sih, Kalila sendiri tampak kurang peka akan hal tersebut. Seperti dulu, saat ada apa-apa antara dirinya dan Azzam.

Sementara Aya sendiri tipe yang emosional tapi berusaha menampakkan diri sebagai orang yang rasional — and why that shounds like me?! :P

Kira-kira hendak dibawa ke mana cinta segitiga mereka kali ini?

Sepertinya sih Azzam tidak akan jadi menikah lagi. Tapi apa yang hendak diangkat dari peristiwa itu? Apakah ibu Azzam akan bersikap baik kepada Aya setelah ini atau bahkan lebih parah? Atau apakah cinta segitiga ini hanya sebagai kendaraan untuk pertemuan antara Bang Jack dan ibu Azzam, serta perkembangan hubungan mereka?

Kita tunggu aja!

Sumber foto: Kapanlagi.com

Read More 0 Comments   |   Posted by Nadiah Alwi
Aug 10

Kurusan

diet-pisangYippieee! Hari ini banyaaaakkkk sekali yang bilang aku kurusan.

Pertama suami, kedua Papaku, ketiga dll dst adalah teman-teman yang sore tadi BukBer denganku. Kebetulan memang kami terakhir bertemu sudah berbulan-bulan yang lalu.

Terakhir menimbang sekitar 4 hari yang lalu, beratku memang sudah turun 3,85 kg. Kira-kira per hari ini berapa ya? Mudah-mudahan memang sudah turun lagi.

Lucunya, suami dan Papaku awalnya termasuk orang-orang yang menentang keinginanku berdiet, selain Mama dan adikku. Maksud mereka baik, mereka tidak ingin aku memaksakan diri dan jatuh sakit.

Tapi insya Allah aku berusaha membuktikan bahwa aku akan baik-baik saja.

Seperti yang pernah aku ceritakan di sini, aku memulai diet dengan semacam susu kedelai yang disebut dengan shake. Kebetulan rasanya cukup enak, jadi aku suka. Tapi, supaya aku tidak merasa bosan, terkadang aku mengganti dengan sayur-sayuran atau buah-buahan. Well, ada kalanya juga aku agak nakal sedikit. Tapi jarang kok!

Oh ya, salah satu buah yang kebetulan sering kugunakan untuk pengganti cemilan adalah pisang. Ada yang bilang itu bukan pilihan yang tepat. Tapi sejauh ini yang mampu menghalau bunyi-bunyi tidak sopan di perutku adalah pisang, terutama pisang Ambon.

So, apakah aku akan melanjutkan dietku? Sepertinya iya. Karena, tujuan diet ini bukan semata agar aku kurusan alias langsing. Tapi aku juga ingin hidup lebih sehat. Jadi, dengan kedua alasan kuat tersebut, insya Allah aku akan berusaha istiqomah dengan diet kali ini.

Oh ya, aku sudah cukup sering berdiet. Beberapa sukses, beberapa tidak. Semoga yang satu ini termasuk yang sukses. Amin.

Ada yang lagi diet juga? Sharing yuk!

Read More 2 Comments   |   Posted by Nadiah Alwi
Aug 05

Dari Hati ke Hati dengan Suami

dari-hati-ke-hatiDalam rumah tangga, komunikasi menjadi salah satu hal terpenting. Jika komunikasi gagal, terkadang masalah pun bisa muncul. Atau bahkan masalah yang sudah ada justru akan bertambah rumit.

Berbekal pesan dari orang tua bahwa jika pagi jangan memulai keributan dan jika ada yang baru pulang jangan dilaporkan hal-hal yang tak mengenakan, maka saya pun berusaha menerapkannya.

Di samping itu, belajar dari lingkungan, perempuan adalah penyeimbang emosi dalam keluarga, entah itu emosi yang berupa rasa bahagia, rasa sedih, ataupun amarah. Jadi, perempuan harus pandai-pandai membaca situasi dan mengolahnya — meskipun laki-laki juga bukan berarti bisa seenaknya tanpa memperhatikan situasi lho.

Karena itu, saya selalu berusaha menjalin komunikasi dengan suami dalam situasi yang kira-kira netral ataupun riang.

Berikut ini adalah beberapa DOs and DON’Ts yang biasanya saya jadikan patokan.

DOs:

  • Perhatikan daily mood suami, setelah beberapa hari biasanya bisa terbaca kapan-kapan saja ia merasa nyaman. Di situlah saya biasanya mengambil kesempatan untuk berbicara.
  • Siapkan kata-kata yang netral, kalau perlu manis, meskipun sebenarnya yang ingin disampaikan adalah unek-unek.
  • Buatlah suasana yang nyaman sebelum memulai pembicaraan yang kira-kira agak serius dan berpotensi menguras emosi.
  • Jika kira-kira nada bicara kita atau suami tiba-tiba meninggi, istighfar dan hentikan atau alihkan pembicaraan, agar tidak terjadi pertengkaran.

DON’Ts:

  • Jangan pernah membicarakan masalah atau menceritakan sesuatu yang kurang mengenakkan saat suami baru pulang. Jalan yang macet sudah cukup membuatnya kesal, jangan kita tambahkan.
  • Jangan memulai pembicaraan untuk hal-hal yang penting saat kita sedang merasa kesal dan emosi. Tunggu hingga reda. Memang sih, kadang kayaknya jadi nggak seru lagi. Tapi apa mau jika berakhir dengan pertengkaran yang sebenarnya bisa dihindarkan?
  • Jangan pernah memulai pembicaraan dengan kata-kata sindiran dan berharap ia paham. Karena, ada 2 kemungkinan yang bisa terjadi: 1. Ia tak paham dan cuek, sehingga kita kesal sendiri; 2. Ia tersinggung, dan memicu pertengkaran.
  • Jangan menggunakan nada tinggi jika bisa diusahakan untuk menggunakan nada netral.
  • Jangan merepet panjang lebar (baca: mengomel tidak jelas). Kita sendiri tidak suka jika harus mendengarkan hal serupa, bukan?

Hm…apa lagi ya? Tapi ya kira-kira seperti itu lah.

Diharapkan, jika rambu-rambu di atas sudah saya turuti, saya dapat menghadirkan komunikasi dari hati ke hati yang nyaman dengan suami.

Atau, teman-teman punya pengalaman atau DOs and DON’Ts lainnya? Sharing yuk.

Tulisan ini sekedar self reminder, pengingat bagi saya. Senang sekali jika ada yang mau menambahkan :) .

Read More 2 Comments   |   Posted by Nadiah Alwi
Previous Page 5 of 32 Next Page

Nadiah Alwi

  • About
    Seorang Perempuan yang Suka Menulis dan Hobi Ngeblog.
  • Kategori
    • Aktivitas
    • Bisnis Online
    • Blog
    • Blogging
    • Buku
    • Diet
    • Dunia Digital
    • Fiksi
      • CerBung – Dokter Impian
    • Hidup
    • Inspirasi
    • Islam
    • Kata
    • Keluarga
    • Kesehatan
    • Lomba
    • Makanan
    • Media Digital
    • Memasak
    • Pekerjaan
    • Penerjemahan
    • Penulisan
    • Perjalanan
    • Puisi
    • Rumah
    • Saya / Aku
    • Sekedar Cerita
    • Self Reminder
    • Teman
  • Artikel Terbaru
    • Menerima dengan Ikhlas
    • Cermin Kesedihan
    • Sudut Kerja di Rumah
    • Helaan Nafas
    • Doa sebelum Masak
    • Makanan Enak
  • Arsip
    • May 2012
    • April 2012
    • March 2012
    • February 2012
    • January 2012
    • December 2011
    • November 2011
    • October 2011
    • August 2011
    • July 2011
    • June 2011
    • May 2011
    • April 2011
    • March 2011
    • February 2011
    • January 2011
    • December 2010
    • November 2010
    • October 2010
    • September 2010
    • July 2010
    • June 2010
    • May 2010
    • April 2010
    • March 2010
    • February 2010
    • January 2010
    • December 2009
    • November 2009
    • September 2009
    • August 2009
    • June 2009
    • May 2009
    • April 2009
    • March 2009
    • February 2009
    • January 2009
  • Pengunjung
  • Cari





    Widget_logo
  • Home
  • About
  • Wejangan Diri

© Copyright Nadiah Alwi. All rights reserved.
Designed by FTL Wordpress Themes brought to you by Smashing Magazine

Back to Top