Passion

tersenyumSebenarnya, awalnya saya mau memberi judul ‘Gairah‘. Tapi, rasanya kok ada yang salah ya? :)

Jadi, saya menggunakan bahasa Inggrisnya saja ya?

Dalam bekerja–paling nggak buat saya–nggak ada yang lebih indah daripada memiliki passion akan apa yang kita kerjakan. Bayangkan, kita dibayar untuk mengerjakan sesuatu yang kita senangi.

Selama lima tahun saya pernah mengerjakan sesuatu yang saya pikir saya sukai. Tapi, ternyata ada banyak faktor di baliknya yang akhirnya membuatku seakan menyukai hal tersebut.

Saya baru menyadarinya setelah pindah ke perusahaan lain dan menjalani posisi dan tugas yang sama. Ternyata, saya tidak menikmati pekerjaan itu.

Tapi, Alhamdulillah. Setelah tersadar itulah saya  justru menemukan beberapa pekerjaan yang membuat saya mengenali apa sih sebenarnya passion-ku itu.

Saya seperti menemukan diriku kembali.

Saya memiliki ketertarikan yang besar akan hal tulis-menulis atau apa saja yang berkenaan dengan buku. Saya juga selalu bersemangat jika harus mengulik segala sesuatu yang berhubungan dengan website atau blog.

Dan, beberapa pekerjaan terakhir saya adalah seputar menulis dan website.

Sebenarnya bagaimana sih cara mengetahui apakah pekerjaan yang kita jalani itu adalah passion kita atau bukan?

Gampang saja.

getaway2Bertanyalah kepada diri sendiri, “Apakah kita pergi kerja dengan senyum mengembang meski misalkan lokasinya jauh, boss-nya menyebalkan, teman-temannya mengesalkan?”

Jika jawaban pertanyaan itu adalah “Ya!”, maka pekerjaan itu adalah passion kita.

Sebaliknya, jika jawabannya, “Tidak, padahal kantornya dekat, boss-nya baik, teman-temannya asyik.”, maka rasanya ada yang perlu ditelaah lagi.

Ajukan pertanyaan lain, “Dapatkah pekerjaan itu membuat kita bahagia dan merasa puas setelah selesai mengerjakannya?”

Banyak yang bekerja hanya karena uang. Padahal ia tak menyukai pekerjaan itu. Saya pernah begitu. Tapi, kelamaan, saya menyadari bahwa uang bukanlah segalanya.

Ada pula yang mendapatkan gaji kecil–tapi insya Allah berkah–, namun ia begitu mencintai pekerjaannya dan ia bertahan di posisi itu untuk jangka waktu yang cukup lama.

Kira-kira, di antara dua kelompok tersebut, siapakah yang lebih bahagia?

Dari sisi pemberi kerja, passion sebaiknya juga perlu dijadikan salah satu faktor penentu apakah seseorang tepat untuk posisi tertentu atau tidak. Karena, orang yang mencintai pekerjaannya akan membawa jauh lebih banyak manfaat bagi perusahaan ketimbang orang yang tak memiliki passion dalam bekerja.

meja-kerjaDalam beberapa hari lagi, aku akan menghadapi era baru dalam karir. Kontrak saya dengan perusahaan tempatku bekerja sekarang akan segera berakhir dan tidak diperpanjang karena faktor di luar diri saya.

Baik atasan saya langsung maupun dua orang dari HRD menyatakan bahwa tidak diperpanjangnya kontrak tersebut tidak ada hubungannya sama sekali dengan kinerja saya. Syukurlah kalau begitu. Paling tidak, ada rasa puas dalam hati ini.

Apalagi, selama bekerja di perusahaan tersebut, saya mendapat banyak sekali ilmu. Mulai dari in house training hingga seminar di luar kantor. Semua memperkaya pengetahuan saya.

Jadi, semoga setelah ini saya akan kembali menekuni hal-hal yang dekat dengan passion saya dan belajar lebih banyak lagi. Amin.

13 Komen

  1. omiyan Says:

    yup…menikmati yang kita rasakan sekarang itu lebih baik karena belum tentu kita menemukan yang lebih baik…setidaknya apa yang telah kita lewati bisa jadi pembelajaran buat kedepannya

  2. Nadiah Alwi Says:

    tapi, ada baiknya untuk terus berusaha menemukan yang lebih baik :)
    terima kasih sudah berkunjung yaaa

  3. sarah Says:

    yang penting mah bs enjoy dan bs menjalaninya dgn baik, serta penuh tanggung jwb..ngoong2 ttg pasiion, aQ apa y? Hehhe
    mksh y udah mampir k blogQ
    salam kenal

  4. Fuad Says:

    Yep…
    tidak ada pekerjaan yang lebih enak dari pekerjaan sesuai passion…
    bekerja dengan hati :)

  5. ernalilis Says:

    Bener… Apalah arti gaji dan kedudukan bila kita bila kita tidak mencintai pekerjaan kita…. dan menjadikan kerja sebagai ladang ibadah akan terasa sangat menyejukkan dibandingkan hanya kepuasaan materi yang didapat..

    Thanks sdh berkunjung..

  6. Tuti Nonka Says:

    Saya merasakan hal yang hampir sama. Hampir dua puluh tahun menjadi dosen, saya merasa senang dan puas. Tapi sekarang, saya menemukan dunia baru yang seolah menyadarkan saya, bahwa “inilah sebenarnya yang saya inginkan”. Tapi saya jadi bingung sendiri, karena pekerjaan dosen tidak bisa saya lepaskan begitu saja, mengingat saya sudah terikat perjanjian, dan perjanjian itu baru akan berakhir lamaaaa sekali.

  7. Nadiah Alwi Says:

    @ Sarah: Sama2, Sarah…salam kenal juga :)

    @ Fuad: Setuju :)

    @ Mbak Erna: Sama2… :)

    @ Mbak Tuti: Jadi ingat pengalaman saya dulu. Saat jadi sekretaris, saya tetap menulis, Mbak. Jadi, saya tetap dapat merasa puas karena sudah mengerjakan apa yang menjadi passion saya. Mungkin pekerjaan mengajarnya bisa disambil dengan passion yang baru ditemukan? :)

  8. FaNZ Says:

    kerja yang enak ya sesuai dengan passion kita
    ya g mas? :D

  9. Nadiah Alwi Says:

    betul…
    hm..tapi, tepatnya, mbak…bukan mas…hehehe
    :)

  10. topanz Says:

    tau g kalo sbenernya kita juga bisa dptkn passion kita seiring dgn wkt kita menjalani pekrjaan yg tdnya g bgt buat kita..kalo saya,biasa memaksakan apa yg hrus saya krjakan,dan cari sisi menyenangkan dri pekerjaan itu,sekecil apapun..semangat dan dptkn motivasimu..insyaallah kita bisa lbh menambah sebuah passion2 bru..passion bru,ilmu bru,kesenangan bru,wawasan bru..maap kalo sok tau..:D

  11. Nadiah Alwi Says:

    @ Mas Topanz: :) Gak sok tau kok, Mas. Kan tiap orang beda2 dalam melihat segala sesuatunya. Aku salut banget loh sama mereka yang sukses menggeluti bidang yang bukan minat mereka.

  12. ranrose Says:

    Salam kenal…
    wah aku banget nih mba…tapi aku belum berhasul menemukan pekerjaan yang sesuai passion ku :(
    ketika lingkunganku semua sepertinya mendorong pekerjaan ini itu, aku sepertinya ga ada gairah,
    karena aku belum menemukan pekerjaan yang sesuai dengan lentera jiwa itu…seperti lagu nugie.

  13. Nadiah Alwi Says:

    dengarkan kata hati aja, mbak…

Silakan berkomentar.