Passion
Posted in Pekerjaan on 02/03/2009 09:53 pm by Nadiah Alwi
Sebenarnya, awalnya saya mau memberi judul ‘Gairah‘. Tapi, rasanya kok ada yang salah ya?
Jadi, saya menggunakan bahasa Inggrisnya saja ya?
Dalam bekerja–paling nggak buat saya–nggak ada yang lebih indah daripada memiliki passion akan apa yang kita kerjakan. Bayangkan, kita dibayar untuk mengerjakan sesuatu yang kita senangi.
Selama lima tahun saya pernah mengerjakan sesuatu yang saya pikir saya sukai. Tapi, ternyata ada banyak faktor di baliknya yang akhirnya membuatku seakan menyukai hal tersebut.
Saya baru menyadarinya setelah pindah ke perusahaan lain dan menjalani posisi dan tugas yang sama. Ternyata, saya tidak menikmati pekerjaan itu.
Tapi, Alhamdulillah. Setelah tersadar itulah saya justru menemukan beberapa pekerjaan yang membuat saya mengenali apa sih sebenarnya passion-ku itu.
Saya seperti menemukan diriku kembali.
Saya memiliki ketertarikan yang besar akan hal tulis-menulis atau apa saja yang berkenaan dengan buku. Saya juga selalu bersemangat jika harus mengulik segala sesuatu yang berhubungan dengan website atau blog.
Dan, beberapa pekerjaan terakhir saya adalah seputar menulis dan website.
Sebenarnya bagaimana sih cara mengetahui apakah pekerjaan yang kita jalani itu adalah passion kita atau bukan?
Gampang saja.
Bertanyalah kepada diri sendiri, “Apakah kita pergi kerja dengan senyum mengembang meski misalkan lokasinya jauh, boss-nya menyebalkan, teman-temannya mengesalkan?”
Jika jawaban pertanyaan itu adalah “Ya!”, maka pekerjaan itu adalah passion kita.
Sebaliknya, jika jawabannya, “Tidak, padahal kantornya dekat, boss-nya baik, teman-temannya asyik.”, maka rasanya ada yang perlu ditelaah lagi.
Ajukan pertanyaan lain, “Dapatkah pekerjaan itu membuat kita bahagia dan merasa puas setelah selesai mengerjakannya?”
Banyak yang bekerja hanya karena uang. Padahal ia tak menyukai pekerjaan itu. Saya pernah begitu. Tapi, kelamaan, saya menyadari bahwa uang bukanlah segalanya.
Ada pula yang mendapatkan gaji kecil–tapi insya Allah berkah–, namun ia begitu mencintai pekerjaannya dan ia bertahan di posisi itu untuk jangka waktu yang cukup lama.
Kira-kira, di antara dua kelompok tersebut, siapakah yang lebih bahagia?
Dari sisi pemberi kerja, passion sebaiknya juga perlu dijadikan salah satu faktor penentu apakah seseorang tepat untuk posisi tertentu atau tidak. Karena, orang yang mencintai pekerjaannya akan membawa jauh lebih banyak manfaat bagi perusahaan ketimbang orang yang tak memiliki passion dalam bekerja.
Dalam beberapa hari lagi, aku akan menghadapi era baru dalam karir. Kontrak saya dengan perusahaan tempatku bekerja sekarang akan segera berakhir dan tidak diperpanjang karena faktor di luar diri saya.
Baik atasan saya langsung maupun dua orang dari HRD menyatakan bahwa tidak diperpanjangnya kontrak tersebut tidak ada hubungannya sama sekali dengan kinerja saya. Syukurlah kalau begitu. Paling tidak, ada rasa puas dalam hati ini.
Apalagi, selama bekerja di perusahaan tersebut, saya mendapat banyak sekali ilmu. Mulai dari in house training hingga seminar di luar kantor. Semua memperkaya pengetahuan saya.
Jadi, semoga setelah ini saya akan kembali menekuni hal-hal yang dekat dengan passion saya dan belajar lebih banyak lagi. Amin.


February 4th, 2009 at 15:17
yup…menikmati yang kita rasakan sekarang itu lebih baik karena belum tentu kita menemukan yang lebih baik…setidaknya apa yang telah kita lewati bisa jadi pembelajaran buat kedepannya
February 4th, 2009 at 16:27
tapi, ada baiknya untuk terus berusaha menemukan yang lebih baik
terima kasih sudah berkunjung yaaa
February 4th, 2009 at 16:37
yang penting mah bs enjoy dan bs menjalaninya dgn baik, serta penuh tanggung jwb..ngoong2 ttg pasiion, aQ apa y? Hehhe
mksh y udah mampir k blogQ
salam kenal
February 4th, 2009 at 16:54
Yep…
tidak ada pekerjaan yang lebih enak dari pekerjaan sesuai passion…
bekerja dengan hati
February 4th, 2009 at 17:50
Bener… Apalah arti gaji dan kedudukan bila kita bila kita tidak mencintai pekerjaan kita…. dan menjadikan kerja sebagai ladang ibadah akan terasa sangat menyejukkan dibandingkan hanya kepuasaan materi yang didapat..
Thanks sdh berkunjung..
February 4th, 2009 at 22:35
Saya merasakan hal yang hampir sama. Hampir dua puluh tahun menjadi dosen, saya merasa senang dan puas. Tapi sekarang, saya menemukan dunia baru yang seolah menyadarkan saya, bahwa “inilah sebenarnya yang saya inginkan”. Tapi saya jadi bingung sendiri, karena pekerjaan dosen tidak bisa saya lepaskan begitu saja, mengingat saya sudah terikat perjanjian, dan perjanjian itu baru akan berakhir lamaaaa sekali.
February 5th, 2009 at 07:05
@ Sarah: Sama2, Sarah…salam kenal juga
@ Fuad: Setuju
@ Mbak Erna: Sama2…
@ Mbak Tuti: Jadi ingat pengalaman saya dulu. Saat jadi sekretaris, saya tetap menulis, Mbak. Jadi, saya tetap dapat merasa puas karena sudah mengerjakan apa yang menjadi passion saya. Mungkin pekerjaan mengajarnya bisa disambil dengan passion yang baru ditemukan?
February 5th, 2009 at 11:38
kerja yang enak ya sesuai dengan passion kita
ya g mas?
February 5th, 2009 at 17:18
betul…
hm..tapi, tepatnya, mbak…bukan mas…hehehe
February 7th, 2009 at 22:07
tau g kalo sbenernya kita juga bisa dptkn passion kita seiring dgn wkt kita menjalani pekrjaan yg tdnya g bgt buat kita..kalo saya,biasa memaksakan apa yg hrus saya krjakan,dan cari sisi menyenangkan dri pekerjaan itu,sekecil apapun..semangat dan dptkn motivasimu..insyaallah kita bisa lbh menambah sebuah passion2 bru..passion bru,ilmu bru,kesenangan bru,wawasan bru..maap kalo sok tau..:D
February 12th, 2009 at 23:48
@ Mas Topanz:
Gak sok tau kok, Mas. Kan tiap orang beda2 dalam melihat segala sesuatunya. Aku salut banget loh sama mereka yang sukses menggeluti bidang yang bukan minat mereka.
February 19th, 2009 at 10:05
Salam kenal…
wah aku banget nih mba…tapi aku belum berhasul menemukan pekerjaan yang sesuai passion ku
ketika lingkunganku semua sepertinya mendorong pekerjaan ini itu, aku sepertinya ga ada gairah,
karena aku belum menemukan pekerjaan yang sesuai dengan lentera jiwa itu…seperti lagu nugie.
February 19th, 2009 at 17:06
dengarkan kata hati aja, mbak…