Proyek Idealis
Posted in Saya / Aku on 02/19/2009 11:04 am by Nadiah Alwi
Selain sering dijadikan tempat curhat dengan tema pribadi, saya juga kebetulan sering dijadikan teman ngobrol buat beberapa teman yang merasa punya ide dan proyek oke.
Ada yang mengajak kerja sama. Ada juga yang sekedar cerita.
Pagi ini, ada yang menceritakan idenya, sebuah proyek jangka panjang yang menurut saya cukup ok. Sayang, ia tidak punya cukup modal.
Saya pun mengajukan sebuah ide. Saya kenal seseorang yang kira-kira bisa tertarik dengan ide tersebut dan sudi jadi pemodal. Karena, orang ini punya keinginan sama tapi dia nggak punya keahliannya.
Ide saya tersebut terinspirasi oleh kata-kata Yoris Sebastian pada acara FreSh bulan lalu. Plus, juga kata-kata Matt Mullenwerg pada acara WordCamp di bulan yang sama.
Kata Yoris, kita bisa membangun sesuatu dengan menggabungkan orang-orang dengan kemampuan dan keahlian masing-masing. Yang jago desain bisa gabung dengan orang yang jago teknis, maka akan terciptalah sebuah hasil yang luar biasa.
Kata Matt, kita harus berbagi ide dengan orang lain. Dengan begitu, kita bisa mendapat feedback dan siapa tahu juga bisa dapat partner.
Kembali ke teman saya. Dia keukeuh nggak mau berbagi idenya. Karena, menurutnya, itu proyek idealisnya. Ia ingin sesempurna mungkin dan ingin meng-handle semua sendiri.
Tapi, tadi dia juga cerita bahwa ada yang sudah merealisasikan proyek yang hampir serupa. Nah kan…terlalu lama diendapkan sebagai ide, akhirnya malah sudah didahului orang lain.
Ide jika nggak direalisasikan ya nggak akan bisa ‘besar’, sehebat apa pun ide itu. Dan, ingat, kamu bisa kehilangan momen.
Jadi, mulailah berbagi ide…


February 20th, 2009 at 10:36
dulu aku juga punya pandangan serupa itu. kupikir ide itu kan mahal, jadi simpan saja sendiri. eh, suatu kali ada juga ternyata yang punya ide mirip-mirip dan sudah diaplikasikan. jadinya kesal juga sih. sekarang kalau lagi punya ide sering share sama orang lain. seorang kawan yang jobless malah kini bakal memulai usaha berkat share ide denganku.
February 20th, 2009 at 13:49
February 20th, 2009 at 16:06
Assalamu’alaikum wr.wb.,
Met sore Mbak…
Terkadang orang bukan melihat siapa yang punya idenya (input), tapi hasilnya (output) yg dilihat dan dihargai orang. Jika memang mempunyai semua modal yang diperlukan, gak ada salahnya untuk meng-handle sendiri..ini tentunya akan memberikan kepuasan yg sangat luar biasa.
February 20th, 2009 at 21:41
Wa’alaikum salam wr wb.
Selamat malam.
Setuju, dengan catatan kalau punya semua modalnya.
February 21st, 2009 at 13:10
wow menarik banget infonya…wah hrs bnyk bljr neh
February 23rd, 2009 at 10:01
February 23rd, 2009 at 20:30
betul banget..hanya saja kalo kita temen2 yang sama2 gak punya modal susah juga yah…
March 10th, 2009 at 15:40
Alhamdulillah,
“modal” dasar berbentuk komputer dah terwujud Nad..
cuma dengan spek “tanggung”..kayanya Gwa jalan kaya Luw dulu..
tunggu aja tanggal mainnya..on progress ngebut negh..lagi nguras isi otak..
Do’ain aja deh..