Sore itu, hujan turun malu-malu. Di telapak tangan yang kukeluarkan dari jendela bus, hanya ada bintik-bintik kecil air.
Tapi, kulihat awan begitu pekat. Angin berhembus kencang. Ah, mungkin awan pekat itu sudah tergiring hembusan angin, pikirku.
Di hadapanku, di kursi yang letaknya persis di belakang kursi sang supir, dua gadis SMA sedang saling berbagi cerita.
Mereka tertawa, berbisik, tak pernah diam. Satu selesai berbicara, yang satu lagi mengawali cerita.
Andai aku bisa begitu, bercerita panjang lebar dengan seorang teman. Aku iri. Aku ingin begitu.
Mataku kembali menekuni rintik malu-malu hujan di luar bus. Bahkan dalam malu saja hujan masih turun bersama-sama.
Aku merasa begitu sepi.

Sama seperti diriku tersenyum terhadap cengkrama, tapi bukan karena aku merasa sepi, karena akulah sang pendiam
Wahhh..artikelnya keren bgt…!! kata2nya so..sweet..hehe..3x
slam knal…
visit to my blog yaa….
Jadi ?..Kapan Kita kemana Nad ?