Sop Mutilasi
Posted in Makanan and tagged with Makanan, masakan on 06/12/2009 12:04 am by Nadiah Alwi
Ada kisah yang terlupakan saat saya melakukan business trip ke Jawa Tengah beberapa waktu yang lalu.
Saat itu kami sudah sangat lapar, namun di sepanjang Pantura kami tak juga menemukan rumah makan yang kelihatannya cukup oke untuk makan siang.
Saya lupa tepatnya di mana, tapi yang pasti kami sudah memasuki wilayah Jawa Tengah, kami mendapati sebuah rumah makan yang tampak luarnya sangat representatif. Duh, saya pun lupa namanya apa.
Kami langsung menyerbu. Ternyata, kami harus memilih makanan dari display. Membingungkan, karena nampaknya semua menarik.
Mata saya melirik ke dinding di belakang pramusaji. Ada tulisan yang sangat menarik perhatian:
Sop Mutilasi >>> sebenarnya saya agak kurang yakin nama sebenarnya apa, tapi seigat saya, kata mutilasi itulah yang membuat saya tertarik.
O-ow…nama sop yang aneh. Saya colek-colekan dengan teman-teman seperjalanan.
“Mas, itu sop apa?”
“Oh, itu sop ayam, Mbak.”
“Kok namanya seperti itu?”
“Karena ayamnya memang dimutilasi.”
Well, ok, semua ayam pastinya harus dipotong kan sebelum dimasak. Saya pesan satu, juga beberapa teman yang lain.
Dan…benar saja, ayam itu sudah termutilasi dengan suksesnya di atas mangkuk. Ceker dan kepala terkulai pasrah di atas hamparan sayuran pendamping.
Saya, yang tak suka ceker bila tidak digoreng kering dan terlebih tidak suka kepala ayam, langsung menghibahkan keduanya kepada teman yang lain.
Awalnya, sop itu terasa lumayan enak, apalagi tampilannya bening gitu. Tapi, lama-lama bau amis ayam tercium. Saya batal menghabiskan kuah sop seperti niat semula.
Yah, paling tidak, saya sudah pernah mencicipi dan tahu rasa dan bentuk sop ayam mutilasi. Hiy! Poor chicken!

