güzel sözler chat yap çet yap çet film izle indirmeden film izle video izle bilgisayar teknik servis halı yıkama oyun oyna porno izle sex sikiş porno dedicated server vps

Posts Tagged ‘ramadhan’

Para Pencari Tuhan 5 (PPT 5)

Semenjak sahur tadi pagi, kami sudah menikmati tayangan perdana Para Pencari Tuhan 5 (PPT 5). Kebetulan saya dan keluarga memang sangat menyukai sinetron religi satu ini. Setiap Ramadhan menjelang, acara ini adalah satu di antara sekian banyak keindahan bulan penuh rahmat yang kami nantikan.

Sinetron ini sarat dengan makna. Terkadang menyentil, meskipun kerap menimbulkan tawa. Mampu menguras air mata, juga tak jarang memunculkan senyum penuh arti.

Itulah perbedaan Para Pencari Tuhan (PPT) dengan serangkaian sinetron religi lainnya di bulan Ramadhan, juga di bulan-bulan lainnya yang kini semakin marak.

Para Pencari Tuhan 5 (PPT 5) sepertinya akan banyak menyoroti kehidupan rumah tangga (CMIIW, Mas Wahyu H.S.). Mengapa saya berkesimpulan begitu?

Konflik yang membuka sinetron di hari pertama puasa ini mengangkat:

  • Niat istri Bang Udin, Herlina, yang meminta cerai karena sudah bosan hidup dengan suaminya yang HanSip itu. Menurut Bang Udin, saat bercerita kepada Bang Asrul, bukan uang masalahnya.
  • Niat Emak si Juki yang juga hendak meminta cerai akibat sang suami kerjanya hanya bermain karambol. Katanya, “Istri juga punya hak untuk dinafkahi. Gue kasih waktu satu bulan. Kalau nggak berubah juga, gue balik lagi jadi single parent.” Ternyata, uanglah yang menjadi masalahnya.
  • Aya yang kedatangan sang mertua, ibu Azzam yang sepertinya tipe mertua yang ehem…kurang berhati lapang.
  • Istri Pak Jalal yang tidak setuju suaminya menanam cabai di tanah pemilik rumah yang mereka tempati tanpa adanya izin.

Apakah kisah yang dijalani oleh tokoh-tokoh tersebut merupakan gambaran kehidupan sehari-hari masyarakat yang marak terjadi sehingga berdasarkan pengamatan sang penulis skenario layak diangkat ke layar kaca? Bisa jadi.

Lalu, kira-kira bagaimana kah kelanjutannya? Apakah rumah tangga Ustadz Ferry dan Kak Haifa serta Bang Asrul dan Kak Mira juga akan diguncang masalah? Bagaimana dengan Bang Jack dan tiga anak didiknya? Bagaimana dengan Kalila? Bagaimana dengan Pak RT and the gank? Apakah akan ada kisah kejutan lainnya?

Supaya tahu bagaimana kisah mereka, kita ikuti saja episode-episode selanjutnya. Yuk!

Sumber foto: Dinendra’s Blog

Ramadhan Dahulu dan Kini

Tak terasa sudah Ramadhan lagi. Alhamdulillah. Setahun berlalu, banyak hal terjadi, banyak hal berganti.

Mulai dari Hana yang semakin besar, hingga saya sendiri yang melalui banyak peristiwa.

Hana sekarang sudah ikut tarawih dan puasa. Benar-benar berbeda setelah ia berusia lima tahun. Hana bukan bayi lagi.

Dan, saya…banyak hal telah berubah.

Tahun lalu, saya masih bekerja sebagai web content editor untuk saluran Astro Oasis, tepatnya untuk PT. AKV. Astro Oasis sendiri adalah saluran keluarga dengan konten Islami. Sehingga, suasana Ramadhan menjadi lebih syahdu karena keterlibatan saya dalam berbagai hal di saluran tersebut.

Mulai dari ikut membantu beberapa konferensi pers, turut dalam rapat  programming, hingga mengedit beberapa acara untuk ditampilkan di website — yang merupakan tugas saya sehari-hari.

Pengalaman yang luar biasa, baik dari sisi profesional maupun spiritual. Saya semakin sadar bahwa di negeri ini, belum ada saluran serupa. Saluran yang mengingatkan kita bukan hanya tentang keindahan duniawi, namun juga nikmat ukhrawi.

Bukan hanya itu, suasana Ramadhan pun begitu terasa di PT. AKV. Saat istirahat / Dzuhur tiba — atau di waktu Ashar, banyak rekan kerja yang sibuk dengan Al-Qur’an masing-masing di tangan. Sore hari, jika waktu Maghrib menjelang, selalu dihidangkan makanan kecil untuk menemani berbuka — tak lupa hidangan susu coklat lezat di fun room.

Di luar semua itu, banyak hal yang membuat saya harus mengakui bahwa bekerja untuk AKV merupakan salah satu pengalaman terindah dalam hidup saya. Karenanya, saat saya dipersilakan untuk menyelesaikan kontrak hingga pertengahan Februari 2009 yang lalu, saya seperti orang patah hati. Not only was it the best job ever, but also the best working place.

Namun, semua tinggal kenangan — kenangan yang hampir selalu membuat saya menangis setiap mengingatnya.

Sekarang, saya bekerja di rumah, dengan pekerjaan yang juga menarik, dengan orang-orang yang baik — kami bekerja di virtual office. Hikmahnya, saya tetap dapat beribadah dengan sama khusyuknya dengan tahun lalu (atau lebih?).

Kuncinya adalah tetap ikhlas dan bersyukur. Menerima dan menikmati apapun yang ditetapkan oleh-Nya atas diri saya. Seperti kata atasan saya di Astro Oasis, Mas Tomi Satryatomo, beberapa waktu yang lalu — entah di mana saya lupa, di FB sepertinya — yang intinya mengajak kami semua untuk move on, melanjutkan hidup kami masing-masing dan tidak terpuruk kesedihan.

Yah, mudah-mudahan saya bisa. Tapi, jika sudah patah hati, terkadang sulit untuk melupakan. Baik saat-saat yang indah, maupun saat-saat yang menyakitkan.

Yang pasti, Ramadhan kali ini berbeda dengan Ramadhan terdahulu. Semoga saya masih diberi kesempatan untuk mencicipi Ramadhan-Ramadhan selanjutnya, seberbeda apapun keadaannya.